Ringkasan Khotbah : 7 Mei 2004

Home

Signifikansi Pengajaran Gereja: Kredo & Pertahanan Iman

Nats: 1 Ptr. 3: 15

Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno

Terdapat 3 alasan yang membuat pengajaran gereja menjadi begitu penting, yaitu: pertama, karena pengajaran gereja menyangkut pengajaran iman. Artinya, pe­ngajaran yang kita percayai itu sangat menentukan apakah kita akan masuk surga atau tidak. Apabila kita salah belajar di sekolah atau di unversitas, akibat yang paling parah mungkin adalah kita tidak bisa cari uang, tetapi kalau kita salah mempercayai iman maka itu akan membuat kita masuk ke neraka. Yang lebih parah, untuk urusan pen­didikan duniawi saja banyak orang tidak peduli apalagi urusan pendidikan iman. Di antara banyak agama yang ada, tahukah kita kenapa kita pilih jadi orang Kristen? Yang dipertaruhkan di sini bukan hanya masa depan tapi hidup kekekalan kita.

Kedua, karena iman berhubungan dengan seluruh ekstensi kehidupan kita sehari-hari. Iman adalah hal yang sifatnya paling mendasar sehingga kalau kita memiliki suatu iman Kristen maka seluruh bangunan pikiran yang kita dirikan pasti bernuansa Kristen. Iman dapat dianalogikan sebagai sebuah “kacamata” yang kita gunakan se­bagai dasar untuk melihat dan menilai segala sesuatu apakah itu benar atau salah. Ketika seorang evolusionis dan seorang Kristen melihat hasil sebuah penelitian bahwa anak yang berusia 5 tahun ternyata bisa berpikir secara multi aspek, kesimpulan yang diambil bisa berbeda. Bagi orang Kristen penelitian itu membuktikan bahwa manusia memiliki akal budi sebagai gambar dan rupa Allah. Tetapi bagi orang evolusionis pe­nelitian ini membuktikan bahwa manusia telah mencapai titik perkembangan dari kebina­tang­an­nya yang menjadi semakin canggih. Jadi iman yang tepat membawa kepada pemikiran yang tepat pula.

Ketiga, karena iman tidak berhenti dalam diri kita tetapi memiliki sifat penetrasi dan iluminasi. Setiap orang yang beranggapan bahwa imannya sungguh benar maka orang tersebut pasti menginginkan orang lain juga memiliki iman yang sama dengan dirinya. Itu sebabnya kalau kita sebagai orang Kristen tetapi tidak memiliki jiwa untuk menginjili maka sebenarnya kita bukanlah orang Kristen yang beriman sejati. Setiap orang Kristen seharusnya memiliki semangat agar setiap orang lain yang berdosa bisa memiliki iman yang sama dengan dirinya. Sama dengan ketika kita telah merasakan masakan restoran yang sangat enak, maka kita pasti berusaha keras meyakinkan banyak orang agar mereka yang tadinya tidak suka menjadi mau mencoba makanan tersebut. Masalahnya ketika kita tahu bahwa kita memiliki injil yang sejati dan yang menyelamatkan, pernahkah kita berusaha keras meyakinkan orang lain mengenai kabar baik itu?

Bagian ketiga yang akan kita pelajari pada hari ini adalah mengenai masalah kredo. Pada zaman dahulu kredo memang dianggap kurang perlu karena pada waktu itu Tuhan Yesus sebagai otoritas yang tertinggi masih hidup. Tetapi setelah Yesus naik ke sorga maka setiap kebenaran menjadi sulit untuk diverifikasi, apalagi ketika para rasul juga akhirnya meninggal sehingga sekarang kita mempercayai bahwa kebenaran yang sejati adalah Alkitab, yaitu kebenaran Tuhan yang diwahyukan melalui anak-anak-Nya. Tetapi kalau kita boleh jujur, untuk menghafalkan dan mengerti iman Kristen sejati yang ada di dalam Alkitab merupakan hal yang tidak mudah, bahkan kalau kita melihat hingga hari ini begitu banyak pendeta yang memakai Alkitab untuk mendukung ajaran sesat mereka. Memang kalau kita ingin mengetahui iman yang tepat salah satu caranya adalah dengan banyak bertanya, tetapi bagaimanakah kalau kita ingin menjaga iman tersebut secara utuh? Di sinilah kita memerlukan kredo.

Kredo atau pengakuan iman adalah suatu rumusan yang sesingkat mungkin tetapi mewakili iman Kristen yang paling esensial. Jadi kredo bisa digambarkan sebagai pagar terluar dari iman Kristen sehingga kalau kita keluar dari pagar tersebut, kita pasti bukan orang Kristen. Pada zaman sekarang kredo sangat diperlukan karena gereja Tuhan semakin meluas ke berbagai belahan dunia sehingga untuk itu kita memerlukan kesamaan dasar iman Kristen sehingga kita bisa mempertanggung jawabkan iman kita kepada siapa saja, termasuk kepada orang yang bukan Kristen. Jadi setiap orang berhak bertanya dan kita wajib untuk menjawabnya. Apa yang kita percayai? Siapakah Kristus? Apa bedanya Kristus dengan pemimpin agama lain? Kalau kita tidak bisa menjawab pertanyaan semacam ini, berarti kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita percayai.

Di dalam kekristenan kita memiliki 3 kredo yang terbesar, yaitu: Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Constantinopel, dan Pengakuan Iman Anathasius. Gereja-gereja Tuhan di seluruh dunia dan di sepanjang zaman seharusnya mengakui bahwa ketiga kredo ini adalah am (imamat) karena ketiganya merupakan kredo yang paling dasar dan mampu mencakup semua kriteria esensial untuk seseorang bisa disebut sebagai orang Kristen. Jadi tidak peduli aliran apapun asalkan Kristen maka aliran tersebut harus bisa memegang ketiga kredo ini sehingga kalau ada aliran yang tidak mau mengikrarkannya dengan sepenuh hati, berarti itu adalah aliran sesat.

Ketiga kredo tersebut tentu memiliki keunikan masing-masing yang berkenaan dengan tantangan zamannya sehingga kredo yang dihasilkan dapat digunakan untuk menjaga kemurnian ajaran gereja di zaman itu. Pengakuan Iman Rasuli sendiri cukup pendek sehingga kita bisa menghafalkannya. Tetapi kenapa banyak gereja yang se­karang tidak mau mengikrarkan pengakuan iman tersebut? Mungkin gereja itu sebenar­nya bukanlah gereja yang asli karena sudah tidak percaya dengan apa yang ter­tulis di dalamnya.

Pengakuan Iman Nicea Constantinopel merupakan rumusan yang berasal dari perdebatan di dalam konsili Nicea dan disahkan di dalam konsili Constantinopel. Kalau kita meneliti isi dari pengakuan iman ini, kita akan melihat bahwa pengakuan ini sangat menekankan kedua natur Kristus karena memang pada zaman itu banyak bidat yang mengajarkan bahwa Kristus hanya memiliki satu natur. Banyak orang yang percaya kalau Yesus itu bukan manusia tetapi Tuhan dan ada juga yang percaya sebaliknya, sehingga pada waktu itu gereja harus menekankan kembali bahwa Kristus adalah sepenuhnya Tuhan dan juga sepenuhnya manusia. Tetapi berbeda dengan Pengakuan Iman Anathasius karena pengakuan ini sangat mene­kan­kan secara teliti tentang konsep tritunggal. Di dalam pengakuan ini kita bisa melihat bagaimana tritunggal digambarkan dengan sangat paradoks yang pada waktu itu masih belum dimengerti oleh banyak orang.

Setelah kita melihat keunikan masing-masing, kita tahu betapa pentingnya se­buah pengakuan iman ditengah-tengah tantangan, tetapi sayangnya banyak gereja yang sekarang membuang pengakuan iman sehingga tidak heran kalau hari ini banyak sekali ajaran bidat yang tercecer di mana-mana. Iman yang seharusnya semakin diperjelas tetapi malah disembunyikan oleh hamba Tuhan yang tidak beres, bagaimana iman bisa ditegakkan? Indikasi yang tidak jelas seperti ini juga membuat akhirnya pemerintah tidak bisa turun tangan untuk menghadapi ajaran bidat. Oleh karena itu kredo memiliki beberapa fungsi, antara lain:

Pertama, fungsi kredo di dalam gereja Tuhan. Tadi telah dijelaskan bahwa kredo di dalam gereja Tuhan berfungsi sebagai pertanggung jawaban orang Kristen. Gereja kita sendiri (GRII) memiliki sebuah pengakuan, yaitu Pengakuan Iman Reformed Injili yang berguna untuk menekankan kepada setiap orang apa yang dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Jadi kalau kita ingin mengetahui ajaran sebuah gereja, pertama kali yang bisa kita lakukan adalah memeriksa pengakuan iman yang di­pegangnya dan apabila terjadi penyelewengan ajaran, pengakuan iman tersebut juga menjadi dasar bagi kita untuk menuntut majelisnya. Janganlah kita mau dibodohi oleh gereja-gereja yang kelihatannya Kristen tetapi ternyata apa yang dipercayai dan yang diajarkan tidak jelas sama sekali. Ingat, ini adalah urusan nyawa kita di kekekalan!

Kedua, fungsi kredo di dalam pengajaran gereja. Fungsi ini sendiri memiliki 4 aspek, yaitu: sebagai penyaring (selector), mengingatkan (refreshing), untuk lebih memperdalam, dan menguatkan kita di dalam apologia. Ketika semua jemaat diundang untuk mengikrarkan pengakuan iman, disitu kita bisa melihat seberapa jauh seseorang meyakini dan berkomitmen terhadap apa yang diikrarkan oleh mulutnya. Kita bisa membedakan yang mana orang Kristen yang serius atau yang sekedar Kristen. Kita bisa tahu apakah hatinya berada di situ atau tidak.

Kemudian, pengikraran kredo setiap kebaktian juga berguna untuk kembali meng­ingatkan apabila kita lupa dan agar pengertian kita semakin dalam, kenapa kita mengikrarkan, Apa artinya setiap kalimat, dll. Pengertian yang dalam akan membuat iman kita semakin kuat sehingga dunia tidak mungkin bisa menggoyahkan kita karena memang iman Kristen itu bukan asal fanatik tetapi kita melihat segala sesuatu dari sudut pandang kedaulatan Allah dan itu membuat kita mampu melihat dunia dengan semua aspeknya. Terlebih lagi, dengan kredo kita akan senantiasa siap untuk membela iman Kristen ketika kita harus berhadapan dengan iman lain dan diharapkan penjelasan kita dapat membawa dia untuk menjadi orang Kristen. Itu sebabnya Alkitab juga menasehati agar kita melakukan pertanggung jawaban tentang iman kita dengan lemah lembut dan hormat. Jadi apologia bukan asal debat, untuk kurang ajar, dan untuk menyerang ataupun melecehkan orang lain tetapi untuk menjelaskan kebenaran ataupun untuk penginjilan.

Banyak hal yang kita pelajari pada hari ini semoga dapat membuat kita mengerti betapa pentingnya sebuah kredo atau pengakuan iman sehingga kita tidak menjadi orang Kristen yang banyak komentar padahal tidak tahu apa-apa tentang kredo. Jika sebelumnya kita merasa bahwa kredo sangat merepotkan, maka diharapkan pada hari ini kita menjadi sadar bahwa ternyata kredo mutlak dibutuhkan sehingga setiap gereja juga harus merasa wajib untuk mengikrarkan pengakuan iman setiap kali kebaktian. Amin.

 

Ringkasan Khotbah ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah-WT)