Ringkasan Khotbah : 08 Maret 2015

See The Right Direction

NatsKolose 3:1-4  

Pengkhotbah :  Rev. Jeffrey King

 

Empat tahun yang lalu ketika saya berada di Indonesia, saya bersama dengan misionaris lain dari USA serta beberapa teman dari Indonesia melakukan perjalanan ke kota Malang. Kami tiba di Malang pada sore hari dan sudah agak gelap. Sesampainya di Malang kami singgah di sebuah restaurant. Setelah mobil diparkir, saya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Saya menoleh ke kiri untuk melihat apakah ada mobil/ motor yang melintas. Saya tidak melihat ada mobil/ motor melintas, lalu sayapun mengambil langkah maju. Setelah maju 2 langkah, ada sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi melintas hampir menabrak saya. Saya menghindar dan jatuh ke belakang. Kalau saja saya tertabrak, pastilah saya langsung meninggal. Dari pengalaman ini saya belajar 1 hal yaitu: engkau harus tahu ke arah mana engkau harus melihat, kalau tidak engkau akan mengalami masalah.

Saya sudah melihat ke arah yang salah karena sejak kecil saya diajar untuk melihat ke kiri terlebih dahulu, sedangkan di Indonesia orang diajar untuk melihat ke kanan. Saya juga belajar 1 hal yaitu: ketika berada di Indonesia kita harus melihat ke kanan terlebih dahulu.

Saya menceritakan hal di atas dengan alasan bahwa dalam nats hari ini Paulus sedang mengajarkan ke arah manakah kita harus melihat. Paulus mengajar kita untuk melihat ke 4 arah yaitu:

1)     Melihat ke atas (Kolose 3:1-2)

Dalam Kolose 2 Paulus mengajarkan tentang orang percaya yang bersatu dengan Kristus. Paulus memberitahu jemaat di Kolose bahwa mereka sudah bersatu dengan Kristus; mereka mati bersama Kristus, dikuburkan bersama Kristus, dan dibangkitkan bersama Kristus. Dalam Kolose 3 Paulus mau mengajarkan bahwa orang-orang percaya secara posisi sudah dibangkitkan bersama Kristus. Allah melihat kita sebagai orang yang telah dibangkitkan bersama Kristus (secara posisi). Pada suatu hari nanti kita secara praktikal akan dibangkitkan bersama Kristus. Kita akan mengalami kebangkitan tubuh.

Dalam Kolose 3:1 Paulus sedang membicarakan kebangkitan secara posisi, dan pada saat yang sama kita harus mengarahkan pikiran kita ke atas. Hal ini disampaikan sebanyak 2 kali. Dikatakan bahwa kita harus mencari perkara yang di atas dan kita harus memikirkan perkara yang di atas. Hal ini dinyatakan sampai 2 kali dengan maksud untuk menekankan. Paulus juga memakai kata ‘’to set’’ yang berarti mencari dan menggali sesungguh-sungguhnya. Dalam bahasa Yunani, hal ini ditulis dalam bentuk perintah, yang bersifat terus menerus, bukan hanya sekali dipikirkan.

 Kita harus menetapkan perhatian kepada hal-hal di atas, memikirkan hal-hal rohani tentang pengharapan kita didalam Kristus, tentang nilai-nilai kekal dan keinginan Sang Juruselamat kita. Hal-hal seperti itulah yang seharusnya ditetapkan dalam pikiran kita, yang mengisi sebagian besar kehidupan kita. Paulus tidak bermaksud mengajak kita melarikan diri dari semua aktivitas keseharian kita. Paulus tidak menganjurkan kita untuk pergi ke biara dan menjadi biarawan. Kita semua masih berada dalam lingkungan pekerjaan dan keluarga. Yang dimaksud oleh Paulus adalah sejak dari sekarang orang Kristen akan melihat segala sesuatu dari terang kekekalan, dan kita tidaklah boleh berfokus pada hal-hal duniawi, kita tidak boleh dikuasai oleh hal-hal yang ada di dunia ini karena semuanya itu akan sirna. Hal-hal duniawi itu tidaklah boleh menjadi tujuan hidup kita.

Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang pemuda di gereja saya. Pemuda ini merasa terpanggil untuk menjadi seorang misionaris. Dia sempat melakukan perjalanan misi pendek ke Indonesia. Pemuda ini memiliki seorang paman yang sangat kaya. Dalam sebuah pertemuan dengan seluruh keluarga besarnya, pamannya berkata kepadanya: ‘’Kaleb, apa rencana hidupmu?’’ Kaleb menjawab: ‘’Saya percaya bahwa Tuhan memanggil saya untuk menjadi seorang misionaris.’’ Sang paman bertanya: ‘’Apakah menjadi seorang misionaris akan mendapatkan gaji yang tinggi?’’ Di sini kita bisa melihat adanya cara pandang nilai yang berbeda. Yang dipikirkan dan dikuatirkan oleh sang paman hanyalah uang, sementara pemuda ini menetapkan pandangannya kepada kekekalan. Sang paman bersifat duniawi sedangkan si pemuda bersifat surgawi. Inilah yang dimaksud oleh Paulus bahwa orang Kristen harus menetapkan pandangannya ke atas dan bukan kepada hal-hal duniawi.

William Barclay, seorang professor, theolog dan juga pendeta dari Scotland, dalam buku tafsirannya menulis: orang Kristen akan lebih memikirkan untuk memberi daripada menerima, melayani lebih daripada menguasai, mengampuni lebih daripada balas dendam; orang Kristen akan melihat bukan seperti yang dilihat oleh manusia pada umumnya melainkan seperti yang dilihat oleh Tuhan. Dalam bagian ini William Barclay sudah menangkap apa yang dimaksudkan oleh nats hari ini.

Sebagai aplikasinya, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yaitu: apakah engkau hidup memikirkan hal-hal duniawi, apakah engkau dalam keseharianmu pernah memikirkan tentang kekekalan/ surga,  apakah kehidupanmu betul-betul berpusat pada Kristus dan mempermuliakan Dia, apakah orang-orang dekatmu menilai engkau sebagai orang yang sangat berpikiran rohani, apakah Kristus menjadi fokus hidupmu?

2)     Melihat ke belakang (Kolose 3:3)

Dalam ayat ini kata kerjanya ditulis dalam bentuk lampau, yang menunjuk kepada momen kelahiran baru, ketika kita sudah mati terhadap dosa, diri kita, dan kedagingan kita. Dalam Roma 6:5-7 Paulus memperluas pemikiran ini; semuanya sudah terjadi di masa lampau ketika kita menjadi orang percaya. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan mati bersama Kristus. Dirinya sudah mati, sehingga hidup lamanya sudah berhenti/ hilang; kehidupan lamanya diubahkan.

Mungkin kita berpikir bahwa sampai sekarang ini kita masih berdosa, masih ada dosa yang terus mengikuti kita, dan masih banyak kebiasaan dosa yang mengikuti kita. Kita merasa sulit untuk melepaskan diri dari semuanya itu. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus berkata kepada diri kita bahwa kita sudah mati untuk dosa itu, maka dia tidak boleh lagi menguasai kita, kita tidak mau diperbudak lagi oleh dosa. Ketika dosa itu kembali menggoda kita, kita haruslah memikirkan ayat ini bahwa kita telah mati atas dosa itu; dosa harus pergi dari hidup kita karena Kristus telah menyingkirkannya.

Kita perlu menengok ke belakang kepada kematian Kristus. Dosa-dosa kita sudah dibayar lunas, dimana kita sudah mati bersama Kristus dan dengan itu dosapun telah dimatikan.  

3)     Melihat ke dalam (Kolose 3:3)

Paulus menuliskan bahwa hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus. Kalimat ini ditulis dalam arti terus menerus. Tersembunyi mempunyai 2 pengertian dasar yaitu:

a)   sebuah pembungkusan, maksudnya adalah hidup kita mendapatkan pengisian secara rohani dari sebuah sumber air rahasia.

Dalam pertemuan antara Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di tepi sebuah sumur, Tuhan Yesus berbincang-bincang dengan perempuan itu. Semula pembicaraan seputar air dan sumur tetapi kemudian Tuhan Yesus mengalihkan pembicaraan menjadi air yang lain yaitu air rohani. Kalau dia minum air itu maka dia tidak akan dahaga lagi. Perempuan itu mengingini air itu. Di sini Tuhan Yesus sedang berbicara tentang hidup yang kekal, yang bagaikan sumber air kehidupan yang meluap keluar. Ketika kita tersembunyi bersama Kristus maka kita akan mendapatkan sumber air yang terus keluar mengisi hidup kita. Itulah pengalaman internal di dalam diri kita bersama dengan Kristus.

b)     memberikan pengamanan.

Jadi kehidupan kita bagai diamankan dalam sebuah brankas bank. Dalam Yohanes 10:27-29 dikatakan bahwa kita bagaikan domba, kita mendengar suara-Nya, Dia mengenal kita dan kita mengenal Dia, Dia memberikan hidup yang kekal kepada kita, tidak ada seorangpun yang bisa menarik keluar kita dari tangan-Nya. Inilah kebenaran yang agung dari sebuah pengamanan kekal. Ketika kita dipanggil oleh Tuhan menjadi bagian dari orang pilihan maka tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Itulah jaminan keselamatan kita.   

Ketika kita tersembunyi bersama dengan Kristus maka kita sedang mendapatkan pengamanan seperti di atas. Ini adalah salah satu dari jaminan terbesar yang Kristus berikan kepada kita.

4)     Melihat ke depan (Kolose 3:4)

Kolose 3:4 jelas sekali membicarakan tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Kita harus menunggu dan memperhatikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya ini. Kata ‘’menyatakan diri’’ dalam bahasa Yunaninya berarti membuka sampai semua orang melihat. Ketika Tuhan Yesus datang dalam awan-awan maka semua orang akan melihat, dan pada saat itu orang Kristen akan dipermuliakan. Kita yang masih hidup akan mendapatkan kemuliaan dari tubuh kita, semua orang yang sudah mati di dalam Kristus akan dibangkitkan, dan semua kita akan kembali bersama Kristus dalam kemuliaan. Seharusnya kita mempunyai pengharapan akan hal itu. Apakah kita memiliki pengharapan akan saat itu?  

Jadi Paulus menginginkan kita untuk melihat ke atas – menetapkan pikiran dan hati kita kepada hal-hal di atas, melihat ke belakang – bahwa kita sudah mati bersama Kristus dan semua natur dosa kita sudah disingkirkan, melihat ke dalam – menyadari bahwa hidup kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah sehingga hidup kita benar-benar aman adanya, melihat ke depan – memandang kepada kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Kebenaran kunci dari nats hari ini adalah: Allah telah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan untuk kehidupan saleh kita di dalam Kristus. Apapun yang kita perlukan supaya dapat hidup menyenangkan hati Tuhan, sudah Tuhan sediakan, tetapi kita perlu melihat ke arah yang benar. Tuhan ingin kita melihat ke arah yang benar.

 

(Ringkasan Khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)