Ringkasan Khotbah : 24 November 2013

Eksklusivitas Iman Kristen

Nats Wahyu 5:1-14

Pengkhotbah : Ev. Baju Widjotomo

 

Kitab Wahyu merupakan kitab penghiburan, kitab yang penuh dengan sukacita bagi setiap orang yang percaya. Di dalam kitab Wahyu Allah menunjukkan apa yang akan terjadi pada kali terakhir, apa yang sedang terjadi, apa yang telah terjadi, dan apa yang akan terjadi pada setiap orang yang percaya. Wahyu 2,3 menceritakan penglihatan Yohanes tentang gereja yang sedang dianiaya, gereja sedang disusupi ajaran sesat, gereja sedang mengalami suam-suam kuku, gereja kehilangan gairah untuk memberitakan Injil, gereja tidak lagi bisa melihat kesempatan yang dibuka oleh Tuhan.

Tujuh jemaat di Asia Kecil merepresentasikan gereja Tuhan di seluruh muka bumi. Kepada jemaat di Smirna (gereja yang kecil) Tuhan memberikan penghiburan demikian: Aku tahu kekuatanmu tidaklah seberapa tetapi sesungguhnya engkau kaya, tetapi Tuhan juga memberikan peringatan agar jemaat setia sampai mati, maka Dia akan memberikan mahkota kehidupan. Jemaat di Efesus merupakan gereja yang kuat secara doktrinal dan mampu menahan ajaran sesat, tetapi Tuhan memberikan peringatan keras bahwa mereka telah jatuh begitu dalam karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Tuhan datang menilai gereja-Nya, memberikan peringatan agar gereja kembali kepada Tuhan. Tujuh jemaat dengan semua aspeknya melambangkan berbagai aspek yang harus dikerjakan oleh gereja Tuhan dengan baik dan sesempurna mungkin.

Wahyu 4,5 menceritakan tentang penglihatan Yohanes di Surga. Pasal 4 tentang malaikat di hadapan tahta Allah, sedangkan pasal 5 tentang sebuah gulungan yang dipegang Allah, yang termeterai dan tidak ada satupun yang bisa membukanya. Gulungan ini adalah simbol dari rencana keselamatan Allah. Seorang malaikat bertanya: Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya? Pertanyaan ini disampaikan kepada seluruh alam semesta. Tidak ada seorangpun yang dapat membuka gulungan kitab itu. Tidak seorangpun yang sanggup menggenapi rencana keselamatan Allah. Yohanes sangat sedih akan hal ini.

Wahyu 5:5: Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.” Tua-tua adalah representatif dari umat tebusan Allah. Mereka adalah orang-orang yang pernah menikmati khasiat dari penebusan oleh darah Kristus. Pertanyaan malaikat pada ayat 2 hanya bisa dijawab bukan oleh iblis, malaikat ataupun orang-orang pintar, tetapi hanya oleh orang yang telah mengalami penebusan oleh darah Kristus. 

Setelah itu Yohanes melihat di tengah-tengah tahta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Yang dimaksud dengan Singa dari Yehuda, Tunas Daud dan Anak Domba yang telah disembelih adalah Kristus dari keturunan Yehuda, dari keturunan Daud, yang telah berkorban sekali dan berlaku untuk selama-lamanya. Jadi Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan, satu-satunya yang dapat menggenapi rencana keselamatan Allah.

Upaya iblis adalah menyimpangkan iman, tidak lagi mengarah kepada Kristus tetapi kepada yang lain. Kalau kita diselamatkan karena beriman kepada Kristus, bagaimana halnya dengan orang-orang yang hidup sebelum Kristus? Jawabannya adalah: orang yang hidup sebelum Kristus diselamatkan jika beriman kepada Kristus. Orang-orang di zaman PL beriman kepada Kristus yang akan datang, sedangkan orang-orang di zaman PB beriman kepada Kristus yang telah datang. Banyak orang salah menilai cara kerja Allah pada zaman PL. Kaum Dispensasionalis berpendapat bahwa cara kerja Allah adalah berbeda pada setiap zaman. Sedangkan seorang theolog bernama Walter Kaisser Jr. mengatakan bahwa dari sejak semula cara kerja Allah tetaplah sama, tidak pernah berubah; jadi semua orang diselamatkan oleh iman dan bukan oleh perbuatan. Orang zaman PL diselamatkan karena beriman kepada Kristus yang akan datang. Orang-orang dalam PB beriman kepada Kristus yang telah datang.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah mengatakan bahwa akan ada permusuhan antara keturunan perempuan (dalam bentuk tunggal) dengan keturunan ular. Keturunan ular akan meremukkan tumitnya, tetapi keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Inilah yang disebut sebagai proto evangelium. Ketika Adam dan Hawa mempunyai anak, mereka beriman bahwa pada suatu hari nanti akan ada keturunan perempuan yang meremukkan kepala ular. Semua tokoh dalam PL melihat kepada Mesias yang akan datang. Jadi eksklusivitas iman Kristen hanyalah pada Kristus saja. Orang Yahudi tidak mengerti rahasia ini, mereka tidak menerima PB. Orang Kristen yang menerima PB dapat melihat bahwa PB menggenapi PL. PB sudah terkandung di dalam PL.

Mengapa hanya Kristus satu-satunya Juruselamat?

1)   Kisah Para Rasul 2:22: Kristus telah ditentukan oleh Allah dengan tanda dan mujizat.  

Apa yang dikatakan oleh Allah dalam PL digenapi dalam PB. Allah berjanji kepada Abraham bahwa oleh keturunan Abraham (bentuk tunggal) semua makhluk di muka bumi akan mendapatkan berkat. Yang dimaksud dengan keturunan Abraham di atas adalah Yesus Kristus.

Ketika Yohanes Pembaptis mengirimkan muridnya kepada Kristus untuk bertanya: apakah kita masih harus menantikan yang lain? Kristus menjawab dengan memakai tanda-tanda Mesias yaitu: orang buta melihat, orang tuli mendengar, kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Kristus telah ditentukan Allah dengan tanda dan mujizat bahwa Dialah satu-satunya Juruselamat.

2)   Roma 3:25: Kristus telah ditentukan oleh Allah menjadi jalan pendamaian.

Semua agama menyelesaikan problema dosa dengan memakai usaha sendiri, misalnya: agama Budha dengan teori reinkarnasi. Orang Budha dengan teori reinkarnasi juga menganggap kehidupan ini sebagai lingkaran samsara/ penderitaan yang tidak pernah habis. Dalam Budha diajarkan bahwa tujuan hidup manusia adalah bebas dari keinginan karena keinginan itulah yang membuat manusia menjadi tidak bahagia. Iman Kristen tidaklah demikian. Ketika manusia diselamatkan, manusia tetaplah mempunyai keinginan tetapi keinginan itu diserahkan kepada Tuhan. Dalam doa orang Kristen selalu dikatakan: Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang jadi. Manusia dicipta oleh Tuhan dengan memiliki keinginan/ hasrat, tetapi keinginan tersebut haruslah diserahkan kepada Tuhan. Francis Schaeffer mengatakan bahwa pikiran mempengaruhi perasaan dan kehendak. Sedangkan Augustinus mengatakan bahwa kehendak yang mempengaruhi pikiran dan perasaan. Menurut saya, ketiga hal tersebut memang tidak bisa dipisahkan, misalnya: saya hendak berpikir, maka barulah saya berpikir. Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, ketiga hal di atas tercemar oleh dosa, maka manusia mulai membangun doktrin untuk menolong ketidakberdayaannya, untuk membebaskan dia dari dosa. Iman Kristen menegaskan bahwa semuanya itu tidaklah mungkin, kecuali jika Kristus datang untuk menebus kita. Kristus datang untuk menyelesaikan semua permasalahan dosa kita, sehingga kita bisa menaklukkan pikiran, perasaan dan kemauan kita di bawah Kristus. Iman Kristen hanya tergantung satu-satunya kepada objek iman yaitu Yesus Kristus.

Yohanes 3:16 menyatakan bahwa begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus manusia yang telah jatuh dalam dosa. Tetapi bukan hanya kasih Allah yang hendak dinyatakan, Rasul Paulus dalam Roma 3:25 juga menuliskan bahwa Allah hendak menunjukkan keadilan-Nya juga. Dosa tetap harus mendapatkan upahnya yaitu maut, karena itu semua orang berdosa harus mengalami maut. Penyelesaiannya adalah: Yesus Kristus satu-satunya yang dijadikan berdosa karena kita supaya di dalam Dia kita dibenarkan. Roma 8:1-4 memberikan alasan mengapa Kristus harus berinkarnasi sebagai manusia/ daging, yaitu karena manusia berdosa harus mendapat hukuman, dan Kristus harus menjadi manusia agar bisa menggantikan manusia berdosa dalam menanggung hukumannya.

Sebagai orang Kristen, kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita melainkan karena jasa Kristus yang telah disalibkan di atas kayu salib. Kita mendapatkan anugerah keselamatan itu dengan cuma-cuma, yaitu dengan melalui iman di dalam Kristus. “Di dalam Kristus” menjadi kata penting dalam theologi Kristen karena hanya di dalam Dia kita memperoleh anugerah keselamatan dan mendapatkan hak untuk menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Di dalam Dia kita memperoleh penebusan.

Slogan era modern yaitu banyak jalan menuju Roma membawa manusia kepada konsep: banyak jalan menuju Allah (Allahnya tunggal). Era post-modern melontarkan opini bahwa masing-masing manusia mempunyai jalannya sendiri menuju kepada Allah (Allahnya banyak) dan allah-allah tersebut rukun semuanya, maka kita yang ada di bumi ini juga tidak boleh bertengkar. Dalam era ini dilarang untuk menyatakan eksklusivitas iman karena bisa mengakibatkan perpecahan. Kita harus tetap berpegang pada Alkitab yang menyatakan bahwa hanya Yesus Kristus satu-satunya Juruselamat. Petrus di hadapan Mahkamah Agama menyatakan bahwa keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Janganlah kita bertindak sebagai penolong Allah karena hanya Yesus Kristus satu-satunya Juruselamat. Dia yang ditentukan oleh Allah dan tidak ada nama lain lagi. Tugas kita adalah memberitakan nama-Nya supaya umat pilihan Allah dipanggil keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang. Usaha kita tidaklah bisa membantu Allah untuk menarik umat pilihan Allah. Jika nama Yesus yang ditinggikan maka Dia sendiri yang akan menarik banyak orang datang kepada-Nya. 

Jikalau kita tahu bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, maka apa yang harus kita lakukan? Setiap manusia akan mengalami kematian. Di dalam Kristus, kita akan mati 1 kali dan hidup 2 kali. Di luar Kristus, kita hidup 1 kali dan mati 2 kali. Kalau kita sudah menemukan jalan kehidupan ini maka kita haruslah setia sampai mati, terus berjuang sampai mati. Kita dipanggil oleh Tuhan bukan untuk memulai kemudian mengakhirinya di tengah jalan melainkan untuk mengakhiri seluruh pertandingan. Paulus dalam surat terakhirnya kepada Timotius menuliskan: Sekarang darahku telah tercurah, aku telah mencapai garis akhir, aku telah memenangkan pertandingan iman dengan baik. Bisakah kita ketika menghadap Tuhan berkata: Tuhan, saya sudah selesai mengerjakan pekerjaan-Mu?

Kalau Kristus telah mengorbankan Diri-Nya untuk menebus kita, mari kita punya hati untuk berkorban dan berjuang memberitakan Injil sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Kita bergandeng tangan bersama membawa jiwa bagi Tuhan. Kiranya Tuhan menolong dan memimpin kita, terus memberi kita kekuatan. Pdt. Stephen Tong mengatakan: Kalau gereja tidak melakukan pemberitaan Injil yang sejati maka gereja sedang melakukan bunuh diri. Seringkali biaya untuk membangun gedung gereja lebih besar jumlahnya daripada biaya untuk pelayanan misi/ pekabaran Injil. Hal ini sungguh menyedihkan, padahal nilai jiwa seorang manusia jauh lebih mahal daripada nilai gedung. Yesus Kristus jalan satu-satunya kepada keselamatan, haruslah diberitakan.

(Ringkasan Khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)