Ringkasan Khotbah : 23 Januari 2011

Priority of Life

Nats: Markus 14:1-9

Pengkhotbah : Pdt. Jeffrey King

 

Apa yang paling penting dalam hidup anda? Seberapa tinggi hal itu mendapatkan penilaian dari anda? Apakah itu suami atau istrimu, anak-anakmu, karirmu, pekerjaanmu, atau mungkin akun bank anda, atau semua hartamu? Setiap orang menilai sesuatu. Bagaimana cara kita menilai akan menentukan prioritas kita.  

Pada hari ini kita akan melihat salah satu kisah Tuhan Yesus dan kita akan belajar tentang prioritas. Kisah ini ada di 3 Injil dalam Alkitab. Kita akan fokus pada Markus 14:1-9 sambil melihat kepada 2 Injil yang lainnya. Dalam cerita yang sangat sederhana ini kita akan melihat beberapa prinsip tentang prioritas.   

Hal pertama yang kita lihat dalam cerita diatas adalah pengorbanan Maria (ayat 3). Kebiasaan pada zaman itu dalam suatu perjamuan makan adalah tidak ada wanita yang ikut berselonjor makan bersama para pria, para wanita keluar masuk ruangan hanya untuk melayani. Dalam Kitab Markus diceritakan bahwa ada seorang wanita yang tiba-tiba datang ke dalam perjamuan itu dan tidak dijelaskan tentang siapa wanita itu, sedangkan dalam Injil yang lain dijelaskan bahwa wanita itu bernama Maria, saudara Lazarus dan Martha. Dia masih belum menikah dan berasal dari keluarga yang cukup kaya.

Maria masuk dengan membawa sebuah buli-buli pualam, berjalan menuju ke belakang Tuhan Yesus. Para pria yang semula sedang ramai berbincang, tiba-tiba menjadi terdiam dan semua mata tertuju kepada Maria. Apa yang dilakukan oleh Maria sangatlah tidak bisa diterima secara sosial. Kemudian Maria memecahkan buli-buli pualam tersebut dan menuangkan minyak yang ada di dalamnya ke atas kepala Tuhan Yesus sehingga minyak tersebut turun ke sekujur tubuh Tuhan Yesus.

Buli-buli pualam sangatlah indah dan yang dibawa oleh Maria adalah buli-buli yang berisi minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya. Parfum ini hanya ada di pegunungan Himalaya. Buli-buli pualamnya juga sangatlah mahal harganya. Untuk mendapatkan parfumnya haruslah memecahkan buli-buli pualam tersebut. Karena sangat mahal harganya maka parfum tersebut seharusnya bukan untuk dipakai. Tetapi Maria justru mengurapi Tuhan Yesus dengan parfum tersebut! Itulah pengorbanan yang Maria lakukan.

Dari cerita diatas kita juga akan melihat ketamakan dari para murid Tuhan Yesus. Mereka justru menjadi marah/ gusar melihat apa yang diperbuat oleh Maria. Mereka mempertanyakan mengapa Maria melakukan hal tersebut, dan mereka juga segera menghitung nilainya. Yudas, murid Tuhan Yesus yang biasa suka mencuri, justru melontarkan penolakan yang paling keras. Mereka berkata: Mengapa kita tidak menjual saja minyak tersebut dan memberikan uangnya kepada orang miskin? Menurut perhitungan mereka, harga parfum tersebut setara dengan gaji setahun pada zaman itu. Berapa nilai gaji anda selama setahun? Seberapapun besaran nilai tersebut, dapatkah anda memberikan seluruhnya sekaligus kepada seseorang pada 1 waktu?

Adalah suatu kebiasaan bagi orang Yahudi untuk memberi kepada orang miskin pada hari raya Paskah. Para murid memarahi Maria karena menganggap dia telah melakukan pemborosan. Secara tidak langsung mereka juga menganggap bahwa Tuhan Yesus tidak layak untuk pemberian tersebut. Suatu pelajaran dapat ditarik dari sini yaitu: orang-orang yang menganggap sesuatu yang dilakukan bagi Tuhan Yesus sebagai suatu pemborosan adalah orang yang di dalam dirinya sendiri tamak, dan mereka gagal untuk mengerti berapa nilai yang layak untuk Tuhan Yesus. Mereka melihat pemberian yang begitu mahal bagi Tuhan adalah sebagai sesuatu yang sia-sia. Kitapun terkadang juga berpikir sama dengan mereka.

Saya percaya kepada Tuhan Yesus ketika saya masih SMP. Saya berasal dari keluarga non-Kristen. Ketika masuk universitas, pada tahun pertama saya mendapatkan panggilan Tuhan untuk menjadi hambaNya. Ketika saya memberitahu orang tua saya mengenai panggilan tersebut, orang tua saya berkata bahwa saya sedang memboroskan hidup saya. Kesimpulan itu bisa muncul karena beliau tidak menghargai Tuhan Yesus. Seringkali kitapun mengatakan hal yang sama. Kita perlu mengerti betapa mahalnya kita seharusnya menilai Tuhan Yesus.

Dalam ayat 6-9 terlihat bagaimana Tuhan Yesus membela Maria dan berkata bahwa Maria telah melakukan yang terbaik bagiNya. Dari perkataan Tuhan Yesus tersebut kita bisa melihat 4 prinsip yaitu:

1)          Semua tindakan yang dimotivasi oleh cinta kepada Tuhan Yesus tidaklah pernah akan sia-sia.

Itulah yang disebut sebagai perbuatan baik, unik, bernilai, dan merupakan pengorbanan.

Seorang bernama Jim Elliot bersama dengan 4 orang temannya dan istri masing-masing pergi ke Amerika Selatan menjadi misionaris. Mereka masuk ke hutan yang paling dalam di daerah Ekuador yang ditinggali oleh suku Auca Indians. Suku ini belum pernah melakukan kontak dengan orang di luar daerah mereka. Jim Elliot dan teman-temannya menggunakan kapal terbang kecil untuk masuk ke tengah-tengah hutan dan berusaha untuk melakukan kontak dengan suku tersebut. Ketika mereka mendaratkan pesawat mereka di tepi sungai, tidak diketahui dengan jelas sebabnya, kelima pria tersebut terbunuh oleh panah dan tombak orang Indian. Mereka tidak melakukan pembelaan diri dengan memakai senapan yang ada dalam pesawat mereka. Kelima orang tersebut menjadi martir bagi Kristus. Istri-istri mereka tetaplah tinggal dalam hutan tersebut setelah mereka menguburkan suami mereka. 20 tahun kemudian, mereka berhasil melakukan kontak dengan suku Indian dan dapat mengabarkan Injil kepada suku tersebut. Pada akhirnya seluruh suku tersebut datang kepada Tuhan Yesus. 5 pria telah memberikan hidup mereka untuk Injil, 5 wanita kehilangan suami mereka, apakah merupakan suatu kesia-siaan?

Sebelum Jim Elliot masuk ke dalam panggilan misi ini, dia berbicara kepada seseorang, dan orang tersebut berkata bahwa Jim sedikit gila kalau mau pergi ke tengah hutan tersebut dan Jim telah membuang hidupnya di situ. Dalam jurnal pribadinya, Jim Elliot menuliskan bahwa bukanlah suatu kebodohan jika dia memberikan sesuatu yang tidak bisa dipertahankan olehnya untuk mendapatkan sesuatu yang dia tidak mungkin bisa kehilangan. Jim Elliot rela memberikan nyawanya karena dia yakin bahwa dia tidak bisa kehilangan hidup kekal itu. Apapun tindakan kita yang dimotivasi oleh cinta kepada Tuhan tidaklah pernah sia-sia.

2)          Setiap tindakan yang dimotivasi oleh cinta kepada Kristus tidak akan mementingkan diri sendiri.

Tuhan Yesus berkata bahwa apa yang dia (Maria) miliki, dia lakukan. Maria sedang memberikan sesuatu yang paling bernilai dalam hidupnya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sangat terkesan dengan sikap hati Maria. Kita tahu bahwa apa yang kita lakukan biasanya untuk kepentingan diri atau untuk kepentingan orang lain, untuk ketamakan ataukah untuk penyangkalan diri kita. Apakah Tuhan Yesus melakukan segala sesuatu untuk kepentingan DiriNya ataukah untuk penyangkalan DiriNya? Tuhan Yesus memberikan seluruhnya untuk kita. Dia menderita di kayu salib untuk anda dan saya.

3) Setiap tindakan yang dimotivasi oleh cinta kepada Kristus akan menghasilkan pengertian rohani.

Para ahli senang memperdebatkan apakah Maria tahu bahwa Tuhan Yesus akan mati? Beberapa orang mengatakan tidak dan beberapa lagi mengatakan ya karena Maria senang duduk di kaki Tuhan untuk mendengarkan Firman Tuhan, dan Tuhan Yesus berkali-kali mengatakan bahwa Dia akan mati.

Jadi sangatlah mungkin bahwa Maria sudah tahu bahwa Tuhan Yesus akan mati dan dia terlebih dahulu melakukan pengurapan atas Diri Tuhan. Yang sangat menarik adalah: para wanita yang pergi ke kubur Yesus untuk mengurapi mayat Tuhan tidaklah termasuk Maria (saudara Lazarus dan Martha). Saya percaya bahwa Maria memiliki 1 pengertian rohani sehingga dia tidak terlalu terkejut ketika Tuhan Yesus disalibkan. Dan pengertian rohani inilah yang mendorong dia untuk mengurapi Tuhan Yesus sebelum kematianNya.

Kalau kita melakukan sesuatu dengan dimotivasi oleh cinta kepada Kristus maka Kristus akan menganugerahkan suatu pengertian rohani kepada kita. Hal itu seperti sebuah lingkaran: kalau kita melakukan sesuatu dengan cinta kepada Kristus, Dia akan memberikan pengertian rohani kepada kita, maka kita akan bisa memberikan tindakan yang lebih lagi termotivasi oleh cinta kepada Kristus, dan Dia akan memberikan pengertian rohani yang lebih lagi.

Kalau kita ingin bertumbuh dalam kehidupan rohani kita dan menginginkan Tuhan memberi kita hikmat dan pengertian rohani, maka kita haruslah taat kepadaNya yang keluar karena kita mencintai Dia.

4)     Tindakan yang dimotivasi oleh cinta kepada Kristus akan menghasilkan nilai yang kekal.

Ayat 9 menyatakan: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia. Di sini terlihat bahwa tindakan Maria memiliki nilai yang kekal. Allah meletakkan tindakan Maria ini dalam Alkitab, berarti betapa Tuhan Yesus menghargai perbuatannya. Maria dianugerahi Tuhan untuk tercatat di bumi dan di Surga. Kita yang melakukan tindakan yang dimotivasi oleh cinta kepada Tuhan juga akan mendapatkan upah di Surga.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari cerita diatas jika ditarik dalam 1 kalimat adalah sebagai berikut: nilai yang kita letakkan didalam pribadi Yesus Kristus, akan menentukan seberapa prioritas cinta kita yang akan kita berikan kepadaNya dari hidup kita. Setiap kita pasti punya prioritas. Saya membayangkan bagaimana kita menyusun daftar prioritas kita, dimana letak Tuhan Yesus, Dia berada di urutan kedua atau ketiga ataukah pertama? Allah ingin supaya Kristus bisa menjadi prioritas yang pertama dalam hidup kita. Allah tidak menginginkan tempat kedua karena bagi Dia tempat kedua adalah sama dengan tempat terakhir. Pertanyaannya: berapa nilai Yesus bagi anda? Prioritas cinta yang seperti apa yang kita berikan kepada Kristus? Apakah Kristus menjadi prioritas pertama dan tertinggi dalam hidup anda? Kita sudah mendapatkan contoh seorang Maria.

 

Renungkanlah:

  1. Bagaimana Anda dalam memberi nilai pada Kristus selama hidup Anda di tahun 2010 (bdk Markus 14:1-9)? Sharingkan beberapa hal tersebut dengan rekan seiman Anda. Komitmen apakah yang Anda akan lakukan bagi Kristus di tahun 2011 ini? Berdoa dan lakukan komitmen Anda tersebut dengan sungguh-sungguh.

  2. Apakah yang Anda mau lakukan bagi sesama supaya Anda boleh lebih tanpa pamrih pada sesama Anda sebagai respon kasih Anda pada Tuhan di minggu ini? Berdoa dan lakukan komitmen Anda tersebut dengan tulus.

    (Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)