Ringkasan Khotbah : 3 Januari 2010

Signifikansi Spiritualitas

Nats: Matius 24:4-14

Pengkhotbah : Rev. Sutjipto Subeno

 

Fokus kita pada hari ini adalah Matius 24:5 dengan berpegang pada konteks Matius 24:4-14 sehingga ayat tersebut tidak disalah tafsirkan/diplintir maknanya. Ayat diatas berisi pergerakan sejarah menuju kepada akhir zaman. Matius 24:5, yang mengatakan bahwa banyak orang akan datang dengan memakai nama Kristus dan mereka akan menyesatkan banyak orang, jika disampaikan 100-300 tahun yang lalu maka kita akan ditertawakan, karena pada saat itu manusia tengah berusaha untuk menjadi atheis. Tetapi sejarah membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus akan benar-benar terjadi. Ayat yang kita pelajari hari ini bukan langsung berbicara tentang akhir zaman tetapi memberikan tanda menuju akhir zaman supaya kita waspada. Waspada maksudnya adalah melihat dengan teliti dan kritis supaya kita tidak tertipu.

Dalam Matius 24:4-14 dikatakan ada 4 gejala menuju akhir zaman dan akan timbul efek dalam diri orang percaya, tetapi juga ada konklusi dari orang yang bertahan dan memberitakan Injil dengan setia maka Injil Tuhan akan menang. Gejala yang pertama dari 4 gejala yang diceritakan adalah masalah kerohanian. Problematika yang paling serius adalah problematika rohani.

3 abad lamanya (abad 18-20) dunia sedang berusaha dijauhkan dari masalah rohani, mulai dari Immanuel Kant sampai Bertrand Russel manusia berusaha mati-matian untuk membuang Tuhan. Orang yang percaya kepada Tuhan dianggap masih primitif dan celaka. Tetapi abad 21 bukanlah abad yang anti Allah/ anti spiritualitas/ anti roh-rohan. Abad 18-20 disebut sebagai abad materi. Pada abad itu “berjualan“ theologi kemakmuran akan sangat laku. Sekarang kita memasuki era zaman baru (New Age Era) yang memlintir istilah Alkitab tentang zaman baru yaitu zaman setelah kebangkitan. Era zaman baru menurut New Age Movement adalah era roh-rohan. Manusia mengalami kehausan luar biasa karena mencoba membuang Tuhan/ seluruh aspek rohani selama 3 abad, sehingga ketika “racun“ disuguhkan pun diminumnya, karena tidak tahu lagi bagaimana menyelesaikan dahaga mereka.

Problematika kedua yang muncul adalah problematika mental. Manusia menjadi panik karena muncul perang di mana-mana. Peringatan Tuhan dalam hal ini yang nantinya akan kita bicarakan di kemudian hari adalah: janganlah gelisah hatimu. Orang yang panik tidak akan dapat mengambil keputusan dengan tepat, pertimbangannya tidak bisa beres, akan mudah dimanipulasi. Tetapi itu masih belum kiamat, itu masih permulaannya. Itu semuanya riil, mau tidak mau dunia akan mengalaminya.

Problematika ketiga adalah problematika fisik. Etnis melawan etnis, kerajaan melawan kerajaan, gempa bumi, kelaparan akan terjadi. Gejala yang muncul tambah lama tambah besar. Kita tidak bisa mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada, dunia akan menjadi sejahtera. Semuanya itu adalah perjalanan sejarah dunia yang harus berlangsung. Kita seharusnya pada abad ke-21 ini menghadapi semuanya itu dengan bersifat realistis dan juga peka terhadap pimpinan Tuhan, bagaimana kita mendengar dan mengerti Firman Tuhan. Tuhan meminta kita untuk waspada. Kita pasti akan melewati semuanya itu bahkan kita akan mengalami banyak hal yang tidak enak. Ketika berbagai macam kesengsaraan itu terjadi, kita bukanlah terlepas dari semuanya itu, bahkan orang Kristen terkadang menjadi korbannya juga (Matius 24:9-12). Orang Kristen akan diserahkan untuk disesah, akan difitnah, bahkan akan dibunuh; mereka menjadi durhaka, saling berkhianat sehingga kita tidak bisa tahu lagi yang mana teman yang mana lawan, sampai akhirnya kasih menjadi kering. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya, dia akan selamat. Orang dunia dan orang Kristen mengalami realita yang sama di dunia ini, tetapi bedanya adalah: siapakah yang dapat bertahan/ menang pada akhirnya.  

Ketika manusia ditipu oleh ilusi manusia, dia akan jatuh. Ketika orang Kristen salah jalan, dia akan masuk ke dalam jebakan, maka dia akan lewat. Nantinya akan banyak orang yang murtad karena mereka keluar dan terbawa oleh nabi-nabi palsu yang akan muncul banyak sekali. Karena itu, Theologi Reformed bukanlah pilihan melainkan suatu keharusan! Tidak lagi bisa dikatakan: yang penting adalah percaya kepada Tuhan Yesus. Harus dipertanyakan lagi: Yesus yang seperti apa? Itulah kunci penting. Kondisi spiritual tidak lagi bisa dibuka tetapi harus betul-betul ditajamkan sehingga kita tidak tergoyahkan. Kerohanian adalah masalah yang terpenting karena begitu kerohanian rusak maka mental kita pun akan rusak sehingga kita tidak mampu lagi menghadapi kondisi fisik yang buruk.

Kerohanian adalah urusan yang utama. Terbukti selama 3 abad manusia tidak mampu menghilangkan urusan rohani ini. Rasionalisme modern justru menjadi hancur dan tidak bangun lagi. Sebagai gantinya supaya kita tetap maju adalah muncul banyak motivator yang mendorong semua orang untuk mengapung naik. Kita terus didorong seolah-olah kita mampu menghadapi segala sesuatu tanpa melihat keadaan yang sesungguhnya. Kita semakin hari akan semakin mengapung, meninggalkan realita yang semakin hari semakin di bawah kita, jurang ini semakin hari semakin besar. Akibatnya: banyak orang yang makin hari makin stress. Ketika akan menginjak realita, manusia tidak mampu lagi menginjak realita, mereka harus “terbang“ ke atas, caranya adalah dengan memakai narkotika. Narkotika tidak akan bisa dihilangkan karena merupakan jawaban yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang. Hanya orang yang kaya yang bisa membeli heroin maupun pil-pil ekstasi. Mengapa orang yang punya uang, punya penghasilan justru memakai uangnya untuk membeli dan memakai pil-pil ekstasi? Jawabannya adalah: mereka sudah tidak kuat lagi menghadapi realita dan mereka ingin “terbang“/ membuang semua realita. Inilah trend abad ke-21 ini. Kalau kita masuk ke dalam cara tersebut, semakin hari akan semakin hancur dan tidak ada jalan mundur dalam hal ini.

Ada cara yang lain yang sebenarnya sama dengan diatas tetapi tidak kelihatan jelek di mata manusia yaitu dengan cara rohani, dengan bermain dengan roh/spiritisme. Orang akan mencari tuhan, maka banyak muncul nabi-nabi palsu yang mengaku sebagai Kristus/ Yesus untuk membuat kita “terbang“ dengan format yang lain. Di gereja orang tidak lagi diajar untuk taat kepada Tuhan, belajar Firman Tuhan lalu setia ikut Tuhan, melainkan pergi ke gereja untuk bisa “terbang“. Di tengah kondisi seperti ini, tawaran Injil yang lain, Yesus yang lain, dari Roh yang lain (2Korintus 11:4) akan menjadi tawaran yang menarik. Trend ke depan, kita akan dibawa kepada allah-allah yang akan membawa kita menjadi sangat ilusif, hidup dalam dunia mimpi, punya pengharapan dan semangat besar tetapi kita tidak menginjak tanah. Suatu saat kelak, mereka akan hancur ketika menginjak realita yang sesungguhnya. Pada saat spiritualitas palsu, manusia akan dibawa kepada allah yang palsu, Yesus yang palsu. Ketika mereka hancur, mereka akan memaki-maki Tuhan, keluar dari gereja, dan tidak akan bisa balik kembali. Ini adalah cara setan yang jitu.

Adalah mudah untuk membedakan antara Yesus dengan yang bukan Yesus, tetapi tidak mudah untuk membedakan antara Yesus dengan Yesus yang lain. Banyak yang memberitakan Injil, manakah Injil yang asli dan manakah Injil yang lain. Banyak yang mengaku pakai Roh, manakah Roh yang asli dan manakah Roh yang lain? Injil yang lain akan memberitakan Yesus yang lain, Yesus yang lain keluar dari Roh yang lain. 3 hal ini akan menjadi ciri yang terus muncul di sepanjang zaman. Peringatan Paulus dalam 2Korintus 11:4 merupakan peringatan dari sejak zaman dahulu dan terus berjalan sampai zaman sekarang ini, bahkan makin ke belakang akan semakin berani/jelas.

Semua hal diatas akan muncul dengan tujuan untuk menyesatkan banyak orang. Menyesatkan berarti menipu orang untuk keluar dari jalur, membelokkan arah supaya orang tersebut tidak lagi kembali kepada kebenaran, membuat orang seolah-olah melihat yang benar padahal semuanya tidak beres/salah. Dunia sedang bermain dengan tipuan seperti ini. Semakin kita tidak peka, semakin kita tidak punya pondasi kebenaran yang kokoh, kita akan semakin disesatkan oleh berbagai gejala dunia ini. Di tengah situasi ekonomi yang berat, orang mau mencari jalan keluar yang gampang untuk mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan dengan bekerja baik-baik adalah sangat susah maka pakai cara yang tidak beres seperti: merampok, mencelakakan orang lain, akan dengan mudah mendapatkan keuntungan. Karena itu dalam kondisi yang sulit akan ada beberapa orang yang menjadi semakin kaya karena dia dapat menunggangi kondisi tersebut untuk mendapatkan keuntungan diri dengan menjebak orang lain.

Penipuan juga merambah ke gereja dengan bisnis spiritual, misalnya: diajarkan bahwa dengan kita memberikan 10% uang kita maka kita akan mendapatkan 100 kali lipatnya karena Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit bagi kita. Ini adalah bentuk lain dari penipuan dalam kondisi panik. Sebagai orang Kristen, beranikah kita menolak dan mengusir orang yang menawarkan penyelesaian masalah yang gampang, cepat dan legal kepada kita? Penawaran seperti itu pasti dari setan!

Sebagai orang Kristen sebaiknya kita membaca Alkitab setiap hari secara urut mulai dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu, jangan dibolak-balik, minimal 15 menit sehari maka dalam waktu 1 tahun kita akan dapat menyelesaikan membaca 1 Kitab Suci. Ulangi pembacaan di tahun berikutnya, setelah 5 kali membaca maka seluruh pikiran kita akan terisi oleh Firman dan kita akan memiliki kekuatan untuk mengantisipasi dunia. Kita tidak mungkin tidak tertipu kalau seluruh format berpikir kita sudah sama dengan si penipu. Kita harus keluar dari format pikir tersebut agar kemudian dapat memiliki kekuatan untuk tidak ditipu. Orang Kristen, menurut Paulus, harus mengalami pembaharuan akal budi dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Tuhan menarik kita keluar supaya kita tidak tenggelam bersama dunia, tidak terjebak dalam sekularisme yang semakin gila, tidak hidup dalam penipuan dunia yang semakin gila, dan supaya kita bisa melihat semuanya dengan tepat.

Orang Kristen mungkin kalah pandai dengan orang-orang licik di dunia, tetapi hikmat Tuhan akan melatih kita untuk bisa membaca maksud jahat orang lain. Bahkan kalau kita mengerti Firman dengan lebih baik maka kita akan bisa membaca apa di belakang suatu tindakan, sehingga kita bisa melewati semuanya. Orang dunia yang sepertinya pandai sebenarnya adalah bodoh karena mereka berputar dalam masalah mereka sendiri. Di sinilah diperlukan anak Tuhan yang bisa melihat melampaui mereka untuk menolong mereka keluar dari situ dan masuk ke jalur yang tepat. Inilah tugas kekristenan.

Jangan sampai kita tertipu karena orang yang tertipu sepintas kelihatan baik, manis, tertolong tetapi kemudian hari akan merasakan pahitnya, menjadi hancur dan rusak. Pada saat hancur, Tuhan yang dipersalahkan padahal itu semua akibat kesalahan diri sendiri yang tidak mau taat kepada Tuhan. Pada waktu mengambil keputusan kita tidak mau memakai hikmat Tuhan, dan pada waktu hancur kita menyalahkan Tuhan. Sangat tidak beres! Mari kita belajar Firman Tuhan baik-baik karena tekanan dari dunia luar sudah begitu berat untuk dapat kita atasi. Seberapa jauh ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan akan membuat kita kuat menghadapi dunia ini.

Penyesatan yang paling berbahaya adalah dengan mempermainkan/menjual nama Yesus. Hal ini sudah dikerjakan sejak zaman dahulu tetapi makin ke belakang semakin banyak karena dunia makin sadar kalau di semua agama tidak ada jalan keluar. Trend agama-agama saat ini adalah: semua agama mulai meng-global dan mulai sadar kalau mereka tidak kembali kepada Kristologi maka mereka akan habis. Maka gerakan Protestan menjadi inti. Gerakan Roma Katholik sekarang ini tidak lagi mati berbicara seperti pada abad pertengahan, mereka pun sekarang balik kepada gerakan reformasi, mereka juga percaya kepada sola scriptura, kanonisasi, dll. Kaum muslim juga mengatakan bahwa Calvin bukan hanya milik orang Kristen tetapi juga milik dunia termasuk milik orang muslim, mereka sedang memperjuangkan Reformed Moslem. Banyak orang berjilbab yang datang ke KKR untuk belajar, banyak pula yang belajar Theologi di Harvard University. Semua agama yang mau menjadi besar pasti mempunyai ciri kekristenan, inilah globalisasi agama.

Jadi sekarang ini yang menjual Kristus adalah dari berbagai kalangan. Natal pun bukan lagi menjadi milik orang Kristen karena sangat laku untuk dijual. Dalam facebook saya ada seorang rekan yang menulis bahwa memang sejak dari zaman dahulu Kristus selalu laku dijual, mulai dari harga 30 keping perak dan harga terus meningkat sampai dengan sekarang. Kerja apa saja susah saat ini maka banyak orang yang beralih profesi menjadi pendeta, berjualan Kristus. Betapa celakanya kalau orang sampai terjebak masuk ke dalam permainan seperti ini. Banyaknya gereja yang muncul, banyak orang menjadi Kristen pada saat ini, harus membuat kita banyak berdoa dan waspada karena kekristenan yang muncul akibat penipuan diatas akan mengakibatkan kemurtadan yang sangat besar, orang yang kecewa akan beralih menjadi atheis dan akan sulit untuk dibawa balik kembali kepada Tuhan.

Kalau Tuhan berkenan memimpin kita, memampukan kita untuk tetap berdiri tegak di tengah dunia yang menipu ini, ingatlah bahwa di sekeliling kita banyak orang yang hidup susah luar biasa, janganlah kita egois, coba pikirkan untuk bisa berbagi sesuatu yang bisa menjadi secercah sinar/ harapan untuk dia bisa melihat kebenaran, lalu meninggalkan semua permainan yang merusak dan kemudian balik kepada Tuhan. Bawa mereka untuk bisa melihat adanya harapan di dalam Kristus. Injil sangat perlu diberitakan di saat seperti ini. Celaka kalau kekristenan tidak lagi menjadi tempat dimana kebenaran diberitakan. Tuhan memberikan teman-teman seiman untuk saling menopang agar anak-anak Tuhan tetap dapat berdiri tegak. Tuhan ingin kita membawa orang lain untuk boleh ditopang pula. Inilah tugas kita di tahun 2010 dan seterusnya ke depan.

Renungkanlah:

  1. Di tahun 2010, apa komitmen Anda supaya Anda boleh tetap waspada atas berbagai rupa pengajaran yang menyesatkan dan tetap fokus hanya menyembah pada Allah yang sejati? Berdoa dan lakukan komitmen Anda tersebut dengan sungguh-sungguh. 

  2. Berdoalah bagi orang yang belum percaya dan pergi kabarkan Injil bagi mereka, supaya melalui Anda maupun orang percaya lainnya pekerjaan pekabaran Injil di tengah-tengah jaman yang semakin bengkok ini boleh lebih di giatkan dalam menjangkau orang-orang yang belum percaya.

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)