|
Ringkasan Khotbah : 2 November 2008
Nats: Roma 1:13-17 Pengkhotbah : Ev. Baju Widjotomo |
Tgl 31 Oktober 2008 adalah peringatan hari Reformasi yang ke-490. Pada hari ini kita akan mengenang hari Reformasi. Tidak ada hari yang menggairahkan dalam hidup orang Kristen kecuali ketika nama Kristus diberitakan. Kemarin saya mendapatkan sebuah artikel dari seorang rekan pendeta dari Westminster Theological Seminary dengan judul “Christless Christianity” yang mengatakan bahwa mimbar gereja di luar negeri sudah tidak lagi memberitakan tentang Kristus. Hal ini sangat menyedihkan. Mari kita membangun iman kita bersama dengan mengerti semangat reformasi.
Roma 1:13-17 versi NIV menyatakan: Aku tidak merasa malu akan Injil, karena Injil adalah kuasa Allah untuk keselematan setiap orang yang percaya, pertama orang Yahudi, kemudian untuk orang-orang bukan Yahudi. Karena di dalam Injil, kebenaran dari Allah dinyatakan, suatu kebenaran yang diberikan melalui iman, dari pertama sampai kepada akhirnya, sebagaimana tertulis: “Orang benar akan hidup melalui iman”.
Roma 1:13-17 versi KJV menyatakan: Aku tidak merasa malu akan Injil Kristus, ...
Tidak ada hati yang lebih menggairahkan ketika mengingat akan nama Kristus, dan tidak ada hati yang lebih dikobarkan ketika mengerti dan memberitakan Injil Kristus. Paulus dalam ayat di atas memberikan satu bagian yang tajam sekali, satu kerinduan yang dalam, satu hati ingin memberitakan Injil di Roma. Paulus mengatakan: Aku berdoa supaya bisa datang memberitakan Injil di Roma, aku rindu untuk itu.
Paulus menggunakan 2 kalimat yang menunjukkan betapa pentingnya dia harus memberitakan Injil yaitu:
1. Kalimat “aku berhutang”.
Kata ini berasal dari kata “opeiletes” yang di dalamnya mengandung unsur kewajiban, jadi merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar, seolah-olah saya berhutang begitu besar dan hutang ini tidak bisa dibuang, tidak bisa dilupakan, dan hutang ini merupakan suatu kewajiban yang harus diselesaikan sampai tuntas. Kalimat ini begitu tajam dan mengingatkan saya pada 1Korintus 9:16 yang menyatakan: Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Celakalah kita kalau kita tidak membayar hutang kita, kita akan terus menerus dikejar. Kita memberitakan Injil bukan karena takut celaka, melainkan karena merupakan suatu keharusan, suatu kewajiban dan merupakan hutang yang harus dibayar dan diselesaikan.
Dari sekian jumlah rasul yang ada, satu rasul dipanggil oleh Tuhan untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi yaitu rasul Paulus. Bagi para rasul pada awalnya, Injil hanya untuk orang Yahudi. Sampai pada saat Roh Kudus juga dicurahkan kepada orang bukan Yahudi, mereka baru sadar bahwa Injil bukan hanya untuk orang Yahudi.
Paulus adalah seorang yang begitu jahat, dia terang-terangan mendukung pembunuhan atas Stefanus, bahkan begitu banyak orang datang menaruh jubah mereka di kaki Paulus pada saat Stefanus dihukum mati. Peristiwa di mana dia menjadi penganiaya jemaat Tuhan tidak pernah dilupakan oleh Paulus, bahkan dia menuliskan: Aku rasul yang paling hina, karena aku menjadi penganiaya jemaat Tuhan. Hal inilah yang membuat dia berpikir bahwa dia berhutang untuk memberitakan Injil kepada orang-orang lain, ketika dia dipanggil oleh Tuhan.
Apakah kita ketika sudah diselamatkan juga merasa mempunyai kewajiban/ hutang seperti Paulus? Kalau kita tidak merasa berhutang, tidak mungkin kita menjadi pemberita Injil. Waktu dalam perjalanan ke Damsyik, Paulus mendapatkan sinar yang sangat terang. Paulus bertanya: siapakah Engkau?. Dijawab: Akulah Yesus yang kau aniaya. Seumur hidup Paulus, kalimat tersebut selalu terngiang di telinganya yang membuat dia bertekad untuk hanya mau tahu tentang Yesus dan hanya memberitakan nama Yesus. Seorang yang mengerti anugerah Tuhan, yaitu apa artinya dia diselamatkan, akan mengerti kalimat Paulus tadi yaitu: Aku berhutang.
2. Kalimat “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil,...”
Kalimat diatas sudah diterjemahkan secara dynamic equivalent tetapi kehilangan maknanya. Dalam bahasa aslinya dipakai: aku tidak merasa malu akan Injil Kristus. Lebih baik kita memakai kalimat “aku tidak merasa malu” ini karena memiliki arti yang sangat penting. Bagi orang Yahudi, Injil adalah batu sandungan. 1Korintus 1:22-23 menyatakan: Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.
Pada waktu itu ada 3 epistemologi besar yaitu :
a. Epistemologi orang Yahudi : menganggap tanda/ mujizat menjadi penentu kebenaran tanpa perlu mempedulikan orang percaya atau tidak, yang penting adalah mereka mengalaminya.
Pada waktu Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, ada satu kalimat yang mengatakan: turunlah dari kayu salib itu, maka aku percaya. Hal ini dikarenakan kalau Tuhan Yesus turun dari kayu salib akan menjadi tanda bahwa Tuhan Yesus adalah benar-benar mesias. Tetapi, diatas kayu salib tidak ada mujizat sama sekali, diatas kayu salib Anak Allah itu bungkam, tidak bicara sama sekali; Tuhan Yesus sanggup menolong, menyembuhkan bahkan membangkitkan orang lain, tetapi menolong dirinya sendiri pun tidak bisa; karena itu Tuhan Yesus menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi.
Hari ini, epistemologi ini ditarik oleh golongan karismatik, tanpa mempedulikan mujizat itu dari Tuhan atau dari setan. Yang benar adalah: mujizat hanyalah tanda, bukan penentu kebenaran.
Walaupun bagi orang Yahudi, Kristus adalah batu sandungan, bagi orang percaya Kristus adalah batu penjuru.
b. Epistemologi orang Yunani : hikmat adalah penentu kebenaran. Orang yang berhikmat adalah orang yang bisa berpikir dengan baik dan menemukan jalan keluar dari persoalan. Bagi mereka, kalau berhikmat pasti mengandung kebenaran.
Diatas kayu salib, tidak ada hikmat yang keluar dari mulut Tuhan Yesus, tidak ada satu katapun yang muncul yang bisa membawa banyak orang yang hadir waktu itu untuk percaya bahwa Tuhan Yesus adalah mesias. Bagi orang Yunani, bagaimana mungkin seorang yang tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri bisa menyelamatkan orang lain/ menjadi juru selamat. Mana hikmatnya? Orang Kristen adalah orang yang bodoh bagi orang Yunani.
Paulus dalam 1Korintus 1:21 mengatakan: Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Kalimat diatas bersifat paradoks, kebodohan Injil justru yang menyelamatkan. Paulus tidak merasa malu walaupun bagi orang Yunani hal ini merupakan suatu kebodohan, bagi Paulus adalah hikmat Allah yang melampaui segala hikmat manusia.
c. Epistemologi orang Roma : kekuasaan adalah penentu kebenaran. Orang yang punya kuasa berhak menjadi penentu benar atau salah.
Orang Roma tidak berani kepada orang Yahudi, orang Yahudi diberi hak istimewa karena percaya kepada Yahwe; orang Yunani juga diakomodasi oleh orang Roma sehingga muncul kebudayaan Grego Roman. Filsafat dikuasai oleh orang Yunani, kekuasaan dipegang oleh orang Roma. Kaisar Roma mengharuskan semua orang dalam wilayahnya menyebut kaisar sebagai Tuhan, kaisar adalah juru selamat. Orang yang tidak mau mengakui hal itu, hukumannya adalah hukuman mati. Hukuman salib dibuat oleh orang Roma untuk memberikan penghinaan yang paling hina bagi penjahat dengan kejahatan yang paling besar. Hukuman salib adalah hukuman yang sangat mengerikan.
Pada waktu Tuhan Yesus diadili, tidak ditemukan satu kesalahanpun pada DiriNya, Pilatus cuci tangan, tetapi Pilatus tetap menghukum Tuhan Yesus. Pilatus menuliskan satu kalimat dalam 3 bahasa yaitu INRI yang berarti Yesus orang Nazaret raja orang Yahudi. Tulisan ini dipasang diatas Tuhan Yesus, kebiasaan waktu itu tidak ada nama yang dicantumkan diatas kayu salib karena nama yang bikin malu seluruh keluarga itu hendak dihapuskan. Nama Tuhan Yesus dicantumkan dalam 3 bahasa untuk menjadi peringatan bagi bangsa-bangsa non Roma untuk tidak main-main/ bertindak sok jadi raja seperti Tuhan Yesus. Nama Tuhan Yesus dicantumkan juga untuk mempermalukan Tuhan Yesus.
Bagi Paulus, Injil tidaklah memalukan walaupun orang Roma bermaksud mempermalukan Tuhan Yesus dengan mencantumkan nama Tuhan Yesus diatas kayu salib. Jadi sebelum Paulus dan para rasul yang lain pergi ke berbagai tempat, nama Tuhan Yesus sudah dikenal dimana-mana. Inilah persiapan Injil. Seringkali kita merasa malu menjadi orang Kristen, kita malu untuk datang kebaktian sampai-sampai Alkitab kita bungkus kertas Koran.
Hari ini ada suatu gerakan yang dinamakan New Missiology yang memiliki 3 pre suposisi yaitu:
a. Anda tidak perlu menjadi Kristen, anda boleh menjadi penganut agama apa saja, bahkan anda boleh tidak beragama asalkan tambahkan Yesus, misalnya saya Budha tapi dalam hati saya percaya Yesus.
b. Tidak perlu pergi ke gereja, tapi berdoa dalam nama Yesus, misalnya tetap melakukan sholat tapi dalam nama Yesus.
c. Tidak perlu mengakui dengan mulut bahwa anda percaya kepada Tuhan Yesus, cukup dengan mengakui dalam hati, Yesus dengar isi hati anda.
Paulus tidak malu akan Injil walaupun harus berhadapan dengan 3 epistemologi besar zaman itu. Kalau kita merasa malu akan Injil, perlu dipertanyakan: apakah kekristenan kita termasuk kekristenan yang tanpa Kristus di dalamnya.
Paulus mengemukakan epistemologi Kristen dengan tidak takut dan tidak malu untuk mengabarkan Injil/ kabar sukacita karena 3 alasan yang sangat kuat yaitu:
1. Injil bukanlah injil manusia melainkan Injil Kristus.
1Korintus 1:24: tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 1Korintus 2:7: Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
Injil adalah injil Mesias yang berisi tentang Mesias yang dinanti berabad-abad sejak Adam jatuh ke dalam dosa sampai sekarang. Tuhan memberikan satu-satunya kalimat sukacita ketika manusia jatuh ke dalam dosa yaitu: Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Inilah yang disebut dengan proto evangelium, artinya benih Injil yang pertama. Jadi orang zaman PL juga hidup dalam iman sehingga dapat diselamatkan. Orang zaman PL beriman kepada Yesus yang akan datang, yang akan mati dan yang akan bangkit; sedangkan orang zaman sekarang ini beriman kepada Yesus yang sudah datang, yang sudah mati dan yang sudah bangkit.
Epistemologi Kristen : karena kita beroleh wahyu dari Allah maka kita boleh percaya kepadaNya, bukan karena mujizat, bukan karena hikmat dan juga bukan karena kekuasaan. Injil ini adalah Injil Kristus. Yesus datang dari atas sehingga Dia bisa memberitahukan tentang siapa itu kebenaran. Malukah kita memberitakan Dia?
2. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.
Injil bukan dari manusia, bukan diberitakan oleh kekuatan manusia, melainkan merupakan kekuatan Allah yang bersifat dinamis yang digerakkan oleh tangan Allah sendiri yang memakai setiap orang untuk menjadi alat di dalam tanganNya. Injil adalah dinamit spiritual yang menghancurkan kuasa-kuasa setan dan membebaskan orang dari belenggu setan. Inilah kekuatan Allah. Kekuatan Allah ini untuk menyelamatkan semua orang, semua suku, semua bangsa dan bahasa yang percaya kepada NamaNya.
Tidak ada satu kuasapun yang bisa menghentikan gerak Injil. Satu-satunya yang boleh menghentikan Injil adalah Allah sendiri yang empunya Injil itu. Kalau pintu sudah ditutup, tidak ada orang yang bisa membukanya; kalau pintu masih dibuka, marilah kita bekerja sebaik-baiknya. Hari ini adalah hari/ masa anugerah, ada waktunya nanti pintu ditutup, kita tidak bisa lagi beritakan Injil. Mari kita beritakan Injil selama Tuhan masih membukakan pintu.
1Petrus 1:3-5 menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang diberitakan dengan kuasa Allah, memelihara hidup kita sampai keselamatan itu dinyatakan dengan sempurna dalam hidup kita. Maukah kita beritakan Injil?
3. Injil menyatakan kebenaran Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
Roma 1:17: Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
KJV : ...dari iman menuju kepada iman...
NIV : ...pertama iman, sampai kepada akhirnya, iman...
Kata “kebenaran Allah” yang dipakai disini adalah dikaiosune Theo yang menyatakan tindakan penyelamatan dari Allah yang membenarkan, tindakan yang menyatakan kebenaran Allah untuk menyelamatkan manusia melalui iman di dalam Yesus Kristus. Kata dikaiosune dalam PL dikaitkan dengan perjanjian kerja dari Israel dimana orang yang taat kepada Tuhan akan menerima janji Tuhan yaitu Tuhan akan menyatakan kebenaranNya dan membenarkan dia. Kata ini sekarang dipakai oleh Paulus bukan untuk menyatakan perjanjian kerja melainkan perjanjian anugerah. Kita tidak lagi tergantung oleh perbuatan kita untuk dapat dibenarkan oleh Allah tetapi semata-mata hanya tergantung pada anugerah Allah yang sudah memberikan Yesus Kristus mati diatas kayu salib untuk menggantikan kita orang yang berdosa.
Roma 3:21-22 menegaskan hal diatas, menyatakan: Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.
Roma 5:18-19 menyatakan bahwa melalui kematian Kristus diatas kayu salib maka kita boleh beriman di dalam Dia dan boleh dibenarkan.
Roma 3:25-26 menyatakan bahwa kematian Kristus menyatakan kebenaran Allah karena dosa pada saat itu mendapatkan hukumannya; Dia menggantikan kita; kebangkitan Kristus menyatakan kebenaran Allah karena memberikan keselamatan bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
Inilah hasil dari Injil yaitu:
1. Orang benar akan hidup oleh iman, bukan karena membeli surat pengampunan dosa, bukan karena melakukan dekrit dari Paus untuk menaiki tangga Pilatus. Orang benar hidup karena anugerah melalui iman di dalam Kristus Yesus.
2.oleh iman orang akan benar-benar hidup. Kita harus hidup di dalam iman demi iman.
3.oleh iman orang akan hidup benar.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak malu memberitakan Injil selama hari siang, karena akan datang malam; selama pintu masih terbuka, akan ada waktu pintu ditutup dan kita tidak bisa lagi memberitakan Injil. ?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)