|
Ringkasan Khotbah : 23 Maret 2008
Nats: Mat. 26:31-35; Mrk. 16:9-15 Pengkhotbah : Rev. Aiter |
Pada hari Paskah ini kita akan merenungkan apa yang terjadi setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Pada malam sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Tuhan Yesus mengatakan:"Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai... (Mat. 26:31). Padahal gembala itu merupakan pengharapan daripada kawanan domba sebab jika gembala dimatikan, kawanan domba akan tercerai berai dan diterkam binatang buas. Bukankah para murid mempunyai iman yang sangat kuat sehingga tidak seharusnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa iman mereka akan tergoncang? Tuhan Yesus seharusnya mengatakan kalimat-kalimat indah sebelum Ia disalibkan. Namun bukan kalimat indah yang keluar dari mulut Tuhan Yesus justru kalimat tajam yang muncul itu dimana kalimat itulah yang menerobos hati para murid yang paling dalam. Sejak dulu, Tuhan Yesus sudah memahami bahwa para muridnya adalah orang-orang yang tidak beriman namun yang mengherankan justru Tuhan Yesus begitu sabar terhadap para murid, Dia mengajar sampai para murid memahami dan mengalami kebenaran sejati. Dia tidak mengeluarkan para murid dan mencari murid yang lain. Tidak! Seandainya hal ini dilakukan oleh Tuhan Yesus maka para murid yang baru ini tidak akan lebih baik, iman mereka tidak beda dengan para murid.
Sama halnya dengan orang Farisi, meskipun mereka telah melihat banyak tanda yang membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias namun mereka masih terus meminta tanda. Tuhan Yesus memberikan tanda nabi Yunus (Mat. 12:38-41). Hari inipun orang masih terus meminta tanda supaya mereka percaya pada Tuhan Yesus. Tanda nabi Yunus diberikan untuk mengembalikan seluruh pemikiran ke Perjanjian Lama. Yunus melarikan diri dari perintah Tuhan untuk pergi ke Niniwe memberitakan Firman Tuhan dan mempertobatkan seluruh kota. Yunus adalah satu-satunya hamba Tuhan yang tidak taat tapi khotbahnya berkuasa besar. Perhatikan, semua itu bukan dari dirinya tapi Tuhan yang bekerja. Yunus lari ke ujung dunia dimana dia beranggapan Tuhan tidak ada. Ternyata Yunus salah, Allah ada dimanapun bahkan di tempat dimana orang berpikir ia berada di tempat paling tersembunyi, di sana Allah pun ada.
Tuhan mengirim seekor ikan besar dan menaruh Yunus di dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam. Yunus mengatakan dari dalam dunia orang mati aku berteriak ini berarti selama 3 hari 3 malam dia seperti berada dalam kubur yang sangat gelap. Sungguh luar biasa cara Tuhan bekerja, tubuh Yunus tidak hancur ketika ia keluar dari perut ikan. Salah satu televisi, discovery channel menemukan seorang di dalam perut ikan sudah mati ketika ditemukan, asam lambung telah menghancurkannya. Hal ini membuktikan satu hal, Tuhanlah yang bekerja di balik semua kejadian; Yunus tidak mati meski 3 hari dalam perut ikan, orang-orang Niniwe mendengar khotbah Yunus dan mereka bertobat. Apa yang terjadi pada Yunus merupakan gambaran Tuhan Yesus ketika Ia berada dalam rahim bumi selama 3 hari 3 malam, Tuhan Yesus berada dalam dunia orang mati. Yunus di perut ikan tubuhnya tidak rusak, Yesus waktu bangkit juga tubuh-Nya utuh, tidak ada bekas luka. kAlktab mencatat rupa Yesus tidak seperti manusia lagi, Ia penuh dengan kemuliaan. Lalu apa hubungan Tuhan Yesus dengan tanda nabi Yunus? Kalau Yunus seorang yang tidak taat tapi Allah masih berkenan memakai dia sehingga Niniwe bertobat maka Tuhan Yesus lebih daripada Yunus, Tuhan Yesus taat pada Bapa dan Dia telah melakukan banyak tanda yang menyatakan Dia adalah Mesias namun mereka masih menginginkan tanda.
Para murid sulit menerima realita bahwa Tuhan Yesus akan mati dan pada malam menjelang akhir Yesus mengatakan malam ini kau akan dicerai beraikan. Pastilah Tuhan Yesus mengatakan dengan sangat sedih tentang hal itu namun Petrus dengan lantang mengatakan: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak" dan Petrus juga berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.Pastilah semua murid yang lain berkata sama seperti Petrus karena mereka sungkan. Dan benar, ketika Tuhan Yesus ditangkap Alkitab mencatat seluruh murid tercerai berai, mereka sangat kecewa. Tuhan Yesus mati pukul 3 dan sisa waktu 3 jam maka hari berubah dari hari 14 nisan ke 15 nisan, dari jumat menuju sabat. Para murid yang kecewa ingin kembali pulang ke kampung halaman mereka namun perjalanan jauh berarti akan melanggar hukum sabat maka para murid menunggu hingga sabat lewat.
Tuhan Yesus berulang kali mengatakan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga tetapi para murid tidak mengerti. Alkitab mencatat setelah Yesus bangkit, pada hari pertama Dia menampakkan diri pada Maria Magdalena namun ia tidak mengenali Tuhan Yesus. Maria Magdalena telah sekian lama bersama-sama dengan Tuhan Yesus namun ironis, ia tidak mengenali wajah dan suara Tuhan Yesus. Celakanya, hari ini banyak orang yang tidak pernah tahu wajah Tuhan Yesus sebelumnya namun ketika melihat sekilas bayangan langsung mengklaim sebagai Tuhan Yesus. Ironis, bukan? Maria Magdalena bahkan menyangka Tuhan Yesus sebagai penjaga taman dan tidak cukup sampai disitu, ia menuduh Tuhan Yesus sebagai pencuri mayat. Bayangkan, kalau ada jemaat yang tidak mengenali pendetanya, hal itu pastilah sangat menyakitkan si pendeta. Maria Magdalena meminta supaya “si pencuri mayat” itu untuk mengembalikan mayat Tuhan Yesus. Seandainya benar mayat Tuhan Yesus dikembalikan toh Maria Magdalena tidak mungkin bisa menggendong-Nya seorang diri. Banyak orang ingin menolong Tuhan tetapi justru malah merepotkan. Inilah sikap orang Kristen waktu melayani Tuhan, jangan pikir, Tuhan akan senang. Sungguh merupakan suatu anugerah kalau kita dapat melayani Tuhan.
Tuhan Yesus pun mencelikkan mata rohani Maria Magdalena dan ia dipakai menjadi utusan injil pertama untuk para rasul yang tidak beriman. Namun murid-murid masih belum percaya padahal tentang kebangkitan sudah dikatakan-Nya. Tidak hanya Maria Magdalena dan para murid yang telah menyakiti Tuhan Yesus karena iman mereka yang lemah tetapi 2 orang yang sedang dalam perjalanan pulang ke Emaus. Mereka sengaja menunggu Sabat lewat untuk kembali pulang. Tuhan Yesus meluangkan waktu untuk mengunjungi mereka. Hal yang sama juga seringkali terjadi pada orang Kristen, sambil beribadah sambil merencanakan suatu hari nanti akan melarikan diri dari hadapan Tuhan. Perhatikan, beberapa orang sengaja Tuhan Yesus kunjungi secara pribadi seperti perempuan Samaria, orang yang kerasukan setan di Gerasa dan Tuhan memakai mereka sebagai pemberita Injil. Tuhan Yesus mengunjungi orang-orang yang justru dianggap tidak penting. Lain halnya dengan Nikodemus, dia yang datang mengunjungi Tuhan Yesus pada malam hari.
Tuhan Yesus menampakkan diri pada dua orang yang sedang menuju ke Emaus. Ketika Tuhan Yesus menanyakan apa yang terjadi, mereka mengatai Yesus sebagai orang asing sebab mereka merasa aneh bagaimana mungkin Ia tidak tahu apa yang terjadi di Yerusalem. Mereka menceritakan kembali tentang kehebatan dan kedahsyatan Tuhan Yesus tetapi akhirnya, mereka dikecewakan karena sekarang Ia mati. Lihat, banyak orang mengakui kehebatan Kristus dan dalam doa, orang menyabut Tuhan Maha Pengasih, Maha Kasih, dan masih banyak lagi sebutan yang lain tetapi ujung-ujungnya, ada sesuatu yang diingini dari Tuhan. Orang memanipulasi Tuhan demi egois diri. Demikian pula halnya dengan kedua ini, mereka mengharapkan sesuatu dari Tuhan Yesus namun berakhir dengan kekecewaan sebab apa yang mereka harapkan ternyata tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Hati-hati, hari ini banyak ajaran palsu menjanjikan kenikmatan duniawi sesaat tetapi semua itu semu belaka.
Tuhan Yesus pun membukakan mata rohani mereka dan akhirnya mereka menyadari Dia adalah Yesus Kristus yang disalibkan itu dan kini telah bangkit. Hati mereka pun berkobar-kobar lantas mereka pun kembali ke Yerusalem dan mengabarkan berita kebangkitan Kristus Yesus ini pada murid yang lain. Padahal hari itu mereka sangat letih setelah berjalan kaki cukup lama untuk mencapai Emaus. Semua keletihan berubah langsung hilang namun sambutan yang diterima tidak seperti yang diharapkan, para rasul tidak percaya akan berita kebangkitan Yesus. Maka hari paskah adalah hari yang sangat menyedihkan. Siapa yang menjadikannya seperti itu? Tidak lain adalah orang-orang percaya. Orang beranggapan gereja seperti layaknya tempat laundry, tempat membersihkan diri dari dosa lantas berbuat dosa lagi dan ke gereja lagi. Orang seperti demikian ini makin beribadah justru makin berdosa, ia memanipulasi Tuhan.
Setelah bangkit, Tuhan Yesus menampakkan diri pada para Rasul dan mereka mengira Dia itu hantu. Dua kali mereka mengira Yesus sebagai hantu, yakni ketika Tuhan Yesus berjalan di atas danau dan setelah kebaktian. Petrus mau bukti terlebih dahulu baru percaya. Perhatikan, tidak lama setelah Petrus berjalan di atas air, ia pun tenggelam. Inilah iman yang didasarkan pada pengalaman. Tuhan Yesus menegaskan hantu tidak berdarah dan berdaging dan mereka pun percaya namun Tomas yang tidak hadir hari itu menganggap semua itu hanya tipuan. Tomas ingin bukti, baru percaya. Alkitab mencatat Tomas baru bertemu Tuhan Yesus pada hari ke-8, berarti hari-hari sebelumnya, ia mengalami hari yang paling gelap, penuh dengan keraguan dan pertanyaan yang berkecamuk. Demikian pula halnya dengan orang-orang yang berada di bawah salib yang mengatakan: ”Jikalau Engkau Anak Allah turunlah dari salib.” Hari ini banyak orang yang menuntut Tuhan untuk mengabulkan doa, baru percaya; Tuhan layaknya seorang penyembuh. Tuhan Yesus adalah Allah Pemilik semesta alam, Dia lebih dari sekedar seorang penyembuh. Tuhan Yesus pun menampakkan diri pada Tomas dan mempersilahkan dia untuk mencucukkan jari-jarinya pada bekas luka salib. Tuhan Yesus sudah siap untuk dilukai kembali. Tomas pun menjadi percaya: ”Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Luk. 20:29).
Tuhan Yesus mengumpulkan domba-domba yang tercerai berai. Cobalah kita tengok di sekeliling kita, dimanakah teman sepelayanan kita dahulu? Apakah mereka terhilang? Sudahkah kita mencari dan membawa mereka kembali pada Tuhan? Dimanakah teman-teman kita yang dahulu mengambil komitmen untuk dipakai menjadi hamba Tuhan? Tuhan Yesus telah memberikan teladan indah pada kita, Ia mencari Tomas untuk kembali. Sungguh amatlah disayangkan, banyak anak Tuhan yang menyeleweng dari panggilan Tuhan yang mula-mula sekaligus bergerak di dunia sekuler. Pertanyaan kuasa darimanakah yang ia dapat ketika berkhotbah? Apakah hatinya sepenuhnya tercurah penuh pada Firman? Momen paskah adalah saat yang tepat untuk mengingatkan mereka kembali akan kasih Kristus yang besar dan membawa mereka untuk bertobat. Inilah tugas yang Kristus Yesus ingin kita lakukan, yakni menjadi utusan Tuhan dan mengabarkan Injil ke seluruh dunia.
Hari itu Tuhan Yesus mempersiapkan para murid untuk menjadi seorang penginjil, yakni: kelompok pertama menginjili secara intern maka janganlah kita takut untuk menginjili sesama orang Kristen bahkan pada seorang pendeta sekalipun. Maria Magdalena dipakai Tuhan untuk menginjili para Rasul demikian pula halnya dengan dua orang yang sedang dalam perjalanan ke Emaus, ia dipakai untuk menginjili para murid Kristus yang lain yang tercerai berai. Anak bungsu terhilang di luar rumah tetapi anak sulung juga terhilang di dalam rumah. Orang yang terhilang di dalam ini justru paling sulit diinjili; kelompok kedua pergi memberitakan Injil sampai ke ujung bumi.
Tuhan Yesus telah berkorban, Ia disengsarakan demi memperdamaikan kembali manusia dengan Allah. Dia telah memberikan anugerah keselamatan maka janganlah sia-siakan anugerah-Nya. Mungkin kita pernah merasa kecewa pada Tuhan tapi pernahkah kita berpikir kalau sesungguhnya, Tuhan lebih kecewa pada kita; sebab anugerah telah diberikan tapi kita telah menyia-nyiakannya. Keselamatan jiwa adalah harta terbesar yang diberikan Tuhan pada kita namun banyak orang tidak menyadarinya, mereka justru membuang harta terbesar dan menggantinya dengan hal yang sia-sia.
Sebagai ilustrasi, seorang ibu bekerja keras demi membiayai anak sekolah di luar negeri tapi suatu ketika, ia sakit keras dan tidak dapat mengirim uang ke luar negeri. Si anak pun menjadi marah dan ia pun pulang ke gubuk dimana mamanya yang sedang sakit keras terbaring tak berdaya dan ia mengambil televisi, harta yang tinggal satu-satunya. Betapa bodohnya si anak! Tuhan Yesus sudah dicambuk dan dilukai sedemikian rupa demi kita, betapa bodohnya kita kalau kita masih meminta hal lain yang tidak perlu. Di hari paskah, Tuhan Yesus telah menelan begitu banyak kepahitan dari orang-orang yang katanya mengasihi Dia, yang katanya tidak akan menyangkali dan meninggalkan Dia namun di saat Ia membutuhkan, mereka justru lari, tercerai berai meninggalkan Dia. Sungguh besar kasih Tuhan Yesus pada kita manusia berdosa, Ia datang dan mencari mereka kembali. Biarlah kasih pengorbanan Tuhan Yesus yang maha dahsyat ini menyadarkan kita dan membawa kita kembali bertobat dan dipakai menjadi saksi-Nya untuk mengabarkan Injil-Nya. Amin ?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)