|
Ringkasan Khotbah : 12 Maret 2006
Nats: Mrk. 5:1-10; 18-20 Pengkhotbah : Ev. Hendry Ongkowidjojo |
Pendahuluan
Injil Markus di pasal pertama dan ketiga juga mencatat tentang Tuhan Yesus telah mengusir setan. Namun tentang orang Gerasa ini, Injil Markus mencatatnya secara mendetail tentang kondisi orang yang berada di bawah kuasa roh-roh jahat. Kalau kita bandingkan dengan keempat Injil yang lain, Injil Markus adalah Injil yang paling singkat dan hampir sebagian besar peristiwa yang dicatat dalam Injil Markus sudah dicatat sebelumnya dalam tiga Injil yang lain akan tetapi meski demikian kita tidak boleh memandang remeh Injil Markus karena Tuhan telah memberikan pada kita empat Injil membuktikan keempat Injil tersebut sangat penting dan tidak ada satu Injil pun dapat tergantikan oleh Injil lain, masing-masing Injil mempunyai keunikan dan kelebihannya tersendiri. Namun perhatikan, ketika keempat Injil mencatat satu peristiwa yang sama maka catatan dalam Injil Markuslah yang paling detail. Peristiwa tentang orang Gerasa yang kerasukan setan ini juga dicatat dalam Injil Matius 8:28-34 dan Injil Lukas 8:26-39 namun kita akan merenungkannya dari Injil Markus.
Kondisi Orang yang Kerasukan Setan
Ada tiga ciri yang menjadi kondisi dari seorang yang kerasukan setan, yakni: pertama, mencelakakan hidup orang lain (Mark. 5:3). Karena itu, ia harus diikat namun tidak ada seorangpun yang sanggup mengikatnya sekalipun dengan rantai sehingga ia harus diusir pergi, jauh dari tempat pemukiman penduduk dan tempat yang dianggap tepat adalah kuburan; kedua, mencelakakan dirinya sendiri (Mark. 5:5); ketiga, orang yang kerasukan setan mempunyai derajat lebih rendah bahkan dibandingkan dengan seekor binatang peliharaanpun derajatnya masih jauh lebih rendah maka dapatlah dikatakan orang yang kerasukan setan tak ubahnya seperti binatang liar yang terbuang karena tidak ada seorangpun yang dapat mengikatnya, menjinakkannya dan ia berkeliaran siang-malam.
Gambaran dari kondisi orang yang kerasukan setan ini sama seperti kondisi kita ketika kita masih berada dalam kuasa dosa dan hari ini roh-roh jahat itu masih bekerja di antara orang-orang durhaka – orang yang berada di luar Kristus (Ef. 2:1-2). Mungkin kita akan bertanya-tanya kenapa gambaran yang mengerikan ini tidak kita lihat sekarang? kita tidak melihat adanya kesamaan atay kesejajaran antara orang yang berada di luar Kristus dengan orang Gerasa yang kerasukan setan akibatnya orang mulai meremehkan Tuhan dan tidak memandang serius akan dosa. Ada beberapa aspek yang dibukakan Firman Tuhan dimana orang seharusnya menyadari hal ini, yaitu:
Pertama, secara fenomena, memang kita tidak melihat adanya perbedaan namun secara esensi, ternyata ada kesamaan antara kondisi orang Gerasa dengan kondisi orang-orang yang berada di luar Kristus, yaitu sama-sama mendatangkan celaka bagi orang lain. Hari ini mungkin kita tidak melihat hal yang ekstrim seperti yang terjadi pada orang Gerasa, secara fisik kita tidak disakiti namun hari ini justru jauh lebih mengerikan orang sambil tersenyum dapat merencanakan hal yang jahat. Dapatlah dikatakan manusia menjadi serigala atas sesamanya, homo homini lupus. Suatu kali, di Amerika diadakan suatu survei, yaitu jika ada kesempatan memerkosa dimana untuk tindakan ini orang tidak akan dihukum dan tidak dipermalukan di depan umum maka apakah anda akan tetap melakukannya? Sangatlah mengejutkan, ternyata sebagian besar orang menuliskan: ya, kami akan mengambil kesempatan itu. Hal ini membuktikan bahwa orang yang berada dalam kuasa roh jahat akan sangat membahayakan orang lain; Kedua, secara fisik, memang kita tidak melihat tubuh yang terluka tetapi sesungguhnya lebih dari itu, dosa akan mencelakakan diri kita, seperti iri hati, dengki, sakit hati itu telah mencelakakan diri kita sendiri, Ketiga, dalam diri orang-orang tertentu yang terbilang dalam penjahat kelas kakap seperti diktator, koruptor maka ia semakin sulit untuk dikendalikan. Bukankah gejala ini sama seperti kondisi orang Gerasa ini yang sulit dijinakkan? Betapa sangat mengerikan kondisi orang yang berada di bawah kuasa roh jahat dan itulah kondisi kita dahulu sebelum kita diselamatkan oleh Kristus.
Ketika Kuasa Kegelapan Bertemu dengan Kuasa Kristus
Kalau kita membaca sekilas di ayat 7 sepertinya iblis menantang Tuhan Yesus tetapi menurut bahasa aslinya lebih tepatnya iblis ini merasa kaget dan shock atas kedatangan Tuhan Yesus maka reaksinya ia langsung menyembah pada Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi. Kejadian ini sama seperti kita berhadapan dengan seorang penjahat. Bayangkanlah, kalau hari ini kita bertemu dengan penjahat apa yang akan kita lakukan? Seorang yang mempunyai nyali besar pastilah akan melawannya sedang seorang yang mempunyai sedikit nyali maka ia akan lari menghindar dari hadapan musuh dan orang yang tidak mempunyai nyali sama sekali, ia akan bertekuk lutut di depan musuh. Kalau kita boleh berimajinasi maka pertemuan yang mengagetkan ini seperti seorang penjahat yang tiba-tiba muncul di hadapan kita padahal sebelumnya kita merasa aman karena penjahat itu telah tertangkap dan dipenjarakan. Inilah situasi dan kondisi yang terjadi dalam pertemuan antara iblis dan Tuhan Yesus.
Si iblis ini juga memohon supaya Tuhan Yesus tidak menyiksanya padahal pada saat yang sama ia sedang menyiksa orang Gerasa yang ia rasuk tersebut. Dengan kata lain, iblis memohon pada Tuhan Yesus supaya Tuhan Yesus tidak menyiksanya sama seperti yang ia lakukan, yaitu menyiksa orang Gerasa tersebut karena iblis tahu, Tuhan Yesus mempunyai kuasa untuk melakukan itu, iblis tahu kuasa Tuhan Yesus lebih besar dibandingkan dengan kuasa segala roh yang ada di dunia. Perhatikan, iblis tidak takut pada manusia tetapi iblis sangat takut pada kuasa Tuhan Yesus. Ironis, hari ini kita justru mendapati manusia tidak takut pada Tuhan yang berkuasa tetapi justru lebih takut pada kuasa roh jahat. Ironis, bukan?
Adalah wajar kalau kita menjadi sangat takut pada roh-roh jahat yang menjadi penguasa atas dunia ini tetapi satu hal yang menjadi kesalahan kita adalah kita tidak menyadari bahwa ada penguasa lain yang lebih besar dan lebih berkuasa dari penguasa dunia dan kepada-Nya kita sepatutnya menyembah, yaitu kepada Kristus. Paulus sangat menyadari bahwa dunia ini memang sangat jahat dan selama kita masih hidup dalam dunia maka kita akan hidup dalam masa yang jahat. Akan tetapi meski hidup dalam dunia yang jahat, Paulus berani menyatakan imannya, ia menjadi terang bagi dunia meski untuk iman inilah ia harus menderita aniaya dan siksa. Hal ini disebabkan karena Paulus tahu ada roh lain yang lebih berkuasa dalam hidupnya dan kepada-Nya ia menyerahkan seluruh hidupnya, yaitu Kristus Tuhan.
Kristus satu-satunya Jalan Keselamatan
Injil Markus memberikan gambaran yang mendetail tentang kuasa roh jahat yang berkuasa atas hidup manusia tetapi di sisi lain, Markus juga menggambarkan dengan detail akan kuasa Kristus Tuhan yang berkuasa atas manusia dan iblis – Kristus Tuhan telah membuat iblis bertekuk lutut. Hal ini menjadi pengharapan bagi manusia dan memberikan kelepasan bagi orang yang berada dalam kuasa iblis. Di luar Kristus tidak ada jalan keselamatan dimana di dalam-Nya orang beroleh keselamatan sebab di luar Kristus tidak ada kuasa yang lebih besar yang lebih berkuasa yang dapat melepaskan manusia dari belenggu iblis dan membawanya ke dalam keselamatan kekal. Hanya Kristuslah satu-satunya jalan keselamatan itu. Ingat, bahkan perbuatan baik kita tidak dapat membawa kita pada keselematan kekal itu sebab barang siapa yang ada di bawah kuasa roh jahat maka ia berada dalam kejahatan – orang menjadi serigala bagi sesamanya. Jadi bagaimana mungkin perbuatan baik kita dapat membawa keselamatan dalam diri kita? Mustahil! Sebab secara natur, hal ini sudah berlawanan dengan natur kita yang adalah manusia berdosa yang selalu berbuat jahat karena kita berada di bawah kendali si iblis. Orang yang berada di bawah kuasa roh jahat tidak akan dapat mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri justru sebaliknya malah mendatangkan celaka bagi orang lain dan bagi dirinya sendiri. Sesungguhnya manusia sadar akan realita ini namun dengan berbagai macam alasan, orang tetap berkeras hati untuk menolak Kristus Tuhan.
Sesungguhnya, kalau orang mau jujur dan menyingkirkan sejenak perdebatan yang menyatakan bahwa semua agama itu baik, maka kita akan menemukan suatu realita yaitu orang beragamalah yang justru paling banyak melanggar ajaran agama. Hal ini membuktikan bahwa sangat mustahil orang yang berada di bawah kuasa roh jahat dapat mendatangkan kebaikan bagi orang lain dan dirinya meskipun orang itu telah diperlengkapi dengan agama sebaik apapun tetap tidak akan dapat menyelamatkan dirinya. Pertanyaannya sekarang adalah perbuatan manakah yang lebih banyak kita lakukan perbuatan jahat ataukah perbuatan baik? Kalau kita mau jujur sesungguhnya manusia lebih banyak melakukan perbuatan jahat dari pada perbuatan baik. Hal ini semakin membuktikan bahwa manusia yang dikuasai oleh roh jahat itu tidak mungkin mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri apalagi bagi orang lain.
Satu-satunya jalan supaya kita dapat diselamatkan, kita dilepaskan dari kuasa roh-roh jahat yang hari ini sedang bekerja di tengah-tengah kita adalah datang kepada Kristus Tuhan yang berkuasa itu mengakui akan segala kelemahan dan dosa kita, mengakui bahwa pada hakekatnya kita adalah seperti orang Gerasa ini dan membiarkan darah-Nya yang tercurah di kayu salib itu menyucikan hidup kita barulah kita mendapat keselamatan kekal.
Hidup menjadi Saksi Kristus
Seorang penafsir menyatakan inti Injil Markus pasal yang kelima ini terletak pada ayat 19: “...beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau.“ Dalam terjemahan lain ayat tersebut berbunyi demikian: beritahukanlah kepada sesamamu betapa besar, betapa dahsyat dan betapa berkuasa-Nya Yesus Kristus atas apa Ia nyatakan di dalam engkau dan betapa Ia sangat mengasihani engkau. Ada beberapa hal yang menjadi perenungan kita, yaitu:
Pertama, setiap orang yang mengaku telah percaya pada Yesus Kristus dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam hidup kita maka hendaklah ia sadar bahwa betapa dahsyat kuasa Tuhan kita yang telah dinyatakan pada waktu Dia menyelamatkan kita dari kuasa roh jahat dan Ia menjadikan kita sebagai anak-Nya yang terkasih dan betapa Tuhan telah mengasihi kita sehingga Dia mau mati dan menjadi tebusan bagi kita. Ingatlah, hari ini kalau kita dapat percaya dan menjadi anak Tuhan maka itu bukan karena kebaikan dan jasa kita. Tidak! Tapi semata-mata karena kuasa Tuhan yang Maha Dahsyat yang telah dinyatakan terlebih dahulu dalam diri kita. Kondisi kita dahulu sebelum diselamatkan adalah sama seperti orang Gerasa yang kerasukan setan itu. Gambaran ketakberdayaan dan keputusasaan dari orang Gerasa ini juga menjadi gambaran dari kondisi kita sebelum Tuhan memanggil kita namun kuasa Tuhan yang dahsyat itu telah menyelamatkan kita maka hal ini seharusnya memberikan keberanian pada kita untuk menghadapi semua tantangan di dunia. Berhati-hatilah dengan berbagai hal yang seringkali kita dengar, kita lihat melalui media elektronik yang memperlihatkan bahwa orang benar selalu hidup sengsara, kita juga selalu diperlihatkan bagaimana kuasa Tuhan selalu dikalahkan oleh kuasa roh jahat. Semua itu tidaklah benar. Kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa dunia dan kuasa Tuhan yang Maha Dahsyat itu telah dinyatakan atas kita. Kitalah bukti nyata dari kebesaran kuasa Tuhan; kuasa Kristus telah melepaskan kita dari cengkeraman kuasa iblis – kuasa iblis telah dikalahkan. Hal ini harus kita nyatakan berita sukacita ini kepada seluruh dunia.
Kedua, sungguh merupakan hal yang sangat unik dimana Tuhan Yesus melarang orang Gerasa ini untuk mengikut Dia. Tuhan justru ingin supaya ia pergi dan memberitakan tentang segala hal yang dilakukan oleh Tuhan Yesus atas dirinya kepada orang-orang sekampungnya. Hal ini disebabkan karena Tuhan Yesus tahu bahwa setelah kejadian itu, orang akan membenci diri-Nya karena orang merasa dirugikan berarti tidak ada kesempatan lagi bagi Tuhan Yesus untuk memberitakan hal tentang Kerajaan Sorga di daerah itu. Inilah tugas dari setiap orang yang diselamatkan untuk menjadi saksi Tuhan dimanapun ia berada dan dalam berbagai aspek, yaitu: 1) perilaku hidup kita terhadap sesama, ketika orang melihat kita apakah ia tidak melihat diri kita sebagai ancaman yang mendatangkan bahaya baginya? Sudahkah kita menjadi berkat bagi orang lain? Dunia telah dikuasai oleh roh jahat sehingga tidak ada manusia yang dapat mengasihi sesamanya dengan tulus maka Tuhan Yesus menyatakan ketika kita saling mengasihi maka orang akan melihat bahwa kamu adalah murid-Ku, 2) perubahan dalam diri, orang melihat ada perubahan dalam hidup kita, memang kita belum sempurna tapi biarlah orang dapat melihat bahwa kita mau menuju pada kesempurnaan itu, 3) memberitakan Injil pada setiap orang yang berada di sekitar, memberitakan bagaimana Tuhan telah menyelamatkan kita dengan demikian orang lain juga dapat merasakan kuasa Tuhan yang Maha Dahsyat. Amin. ?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)