Ringkasan Khotbah : 30 Oktober 2005

Di atas Bukit telah Disediakan Tuhan

Nats: Kej. 22:1-14; Yoh. 8:56

Pengkhotbah : Pdt. Thomy J. Matakupan

 

Kejadian 22: 1-14 merupakan bayang-bayang Injil Tuhan. Perjanjian Lama banyak menyatakan berita Injil menurut konteks jaman itu. Berita Injil sangat penting untuk dipahami. Inilah berita bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi korban pengganti, mati di kayu salib bagi orang-orang berdosa. Inilah berita yang mengubahkan hidup manusia di sepanjang abad & tempat Berita yang mengubah nasib kekekalan manusia, mengubah jalannya peradaban manusia. Para rasul berusaha menjaga kemurnian berita Injil. Bapa-bapa gereja abad pertama berjuang untuk menjaga kemurnian berita Injil. Gereja adalah gereja jikalau gereja menjaga kemurnian berita Injil. Berita Injil juga melampaui ruang & waktu, menuju ke depan & sekaligus juga ke masa lampau. Kejadian pasal 22 ini sarat akan berita Injil Yesus Kristus. Tiga representasi berita Injil Perjanjian Baru, muncul di dalamnya, 1) Abraham menjadi representasi dari Allah Bapa, 2) Ishak adalah representasi dari Kristus, 3) perjalanan Abraham & Ishak selama tiga hari menuju tanah Moria menjadi gambaran Yesus Kristus ada di dalam kubur selama tiga hari. Alkitab jarang mencatat pergumulan Allah Bapa ketika mengutus Anak-Nya datang ke dalam dunia. Sosok Abraham menyatakan pergumulan Allah Bapa dalam penetapan mengutus Anak-Nya untuk mati bagi penebusan dosa. Tidak mudah menggambarkannya secara sempurna, tetapi setidaknya kita mencoba melihat bayangan pergumulan itu. Ada empat catatan tentang Allah menyediakan, God will provide. Kata Jehovah Jireh dapat di terjemahkan, “melihat.“ Karena Allah melihat maka Allah menyediakan. Perhatikan, istilah ini diberikan oleh Abraham setelah mengalami berbagai kejadian. Abraham tidak tahu bagaimana Allah menyediakan.“Jehovah Jireh“ menjadi refleksi imannya. Abraham melihat Allah yg melihat kepadanya, Allah yg memperhatikan semua kebutuhannya. Ia adalah Allah yg penuh kasih yg menyiapkan segala keperluan kita. Jehovah Jireh merupakan manifestasi diri Allah didalam pengalaman iman Abraham. Pertanyaannya, pd waktu Abraham melewati semua pengalaman ini, apakah merupakan pengalaman yg mudah untuknya? Bagaimana reaksi Abraham ketika perintah Allah datang padanya?

Bukankah mendapatkan seorang anak, Abraham & Sarah harus melewati waktu yg panjang & jatuh bangun didalam iman mereka? Tuhan berjanji akan membuat keturunan Abraham sangat banyak seperti bintang di langit & pasir di laut tapi kini kenapa Ia meminta Ishak, anak tunggalnya itu untuk dikorbankan? Tafsiraan mengatakan usia Ishak pd saat ia hendak dipersembahkan itu sekitar 10 tahun. Dapatlah dibayangkan, setelah 25 tahun penantian, kelahiran Ishak menjadi  sukacita tersendiri & kini 10 tahun kemudian Allah datang memintanya untuk dipersembahkan! Apakah Abraham memiliki problem untuk mau taat atau tidak taat?  Kisah Abraham di dalam Alkitab menunjukkan ia adalah orang yang taat. Kurang lebih tiga kali Tuhan memerintahkan Abraham untuk pergi & Abraham pun taat. Jadi, problem bukan pada kesulitan melakukan kehendak Tuhan, melainkan pada kesulitan memahami perintah Tuhan yg meminta anaknya untuk dikorbankan. Perintah ini sangatlah sulit untuk diterima. Perjalanan menuju gunung Moria penuh dengan pergumulan. Bagaimana ia mempertanggung jawabkan & mengatakan pd Sarah. Bagaimana menjawab orang banyak yg tahu kepergiannya bersama Ishak ke gunung Moria. Bagaimana orang akan menilai dirinya? ia akan dicap sebagai “ayah yg membunuh anaknya.“ Dari tangan yg dipakai menggendong Ishak, membelai dengan penuh kasih, dari tangan yg itu pula darah anaknya akanmengalir. Bahkan Sarahpun tidak tahu akan pergumulan suaminya ini. Apa yg dilakukan oleh Abraham itu kemudian dilihat semua orang di sepanjang abad & segala tempat & ia disebut sebagai bapa orang beriman. Bagaimana cara Abraham “memperdamaikan“ perintah Tuhan ini berkaitan dengan realita yg sedang dihadapi? Bagaimana dalam situasi sulit ini, Abraham dapat mengatakan bahwa Allah itu baik, Allah melindungi, Allah memelihara? Bagaimana melihat perkataan iman di satu pihak dan realita di lain pihak. Ada perkataan iman yg dikatakan tetapi tidak ada kandungan realita yg dihadapi. Mudah mengatakan Allah menyediakan, Allah memelihara, penuh kasih melindungi tetapi tidak ada kandungan pergumulan. Perkataan iman ini mengesampingkan atau bahkan meniadakan realita. Hal ini tidak lebih hanyalah sebagai perkataan iman yg kosong. Bagaimana mengatakan, “Allah baik“ kalau tidak mengetahui kebaikan Allah di dalam realita kesulitan yg dihadapi. Realita tidak terubahkan. Perintah untuk mengorbankan anak tidak akan pernah berubah. Tuhan tetap menuntut ketaatan. Mengapa Abraham tidak berargumentasi dengan Tuhan? Hal ini dilakukannya pd peristiwa Sodom & Gomora. Lalu, didalam kasus ini tidak ada sedikitpun argumen dari Abraham, ia seakan-akan pasrah? Mungkin sekali argumen itu disampaikannya tetapi kemudian ditutup dengan kepercayaan kalau Tuhan dapat memberikan Ishak maka Tuhan juga yg akan mengembalikan Ishak. Ia adalah satu-satunya patriakh di dalam PL yg mempunyai konsep tentang kebangkitan walaupun belum ada kenyataannya. Abraham mengingat janji Allah, dari keturunanmulah seluruh bangsa ini akan diberkati. Inilah iman tentang kebangkitan. Abraham berharap itu terjadi walaupun realita kebangkitan belum pernah ada. Kalau Allah dapat mengatasi segala ketidakmungkinan seperti menghadirkan Ishak maka Allah juga pasti dapat mengembalikan Ishak kembali. Inilah kesimpulan imannya. Penulis kitab Ibrani menyebutkan hal ini. Argumen yang mencoba berdebat dengan Tuhan, mencoba mengajukan berbagai pilihan pd Tuhan merupakan suatu langkah ekspresi pengalaman keagamaan seseorang tapi ketahuilah, Allah tidak pernah bisa diajak untuk berkompromi ataupun mengikuti semua nasehat kita. Sekali Tuhan memberikan perintah maka perintah itu tidak pernah dicabut. Mempunyai iman seperti Abraham bukanlah hal yg mudah. Alkitab tidak mencatat secara detail pergumulan itu. Yang penting kesimpulan dari pergumulan itu yg dicatat. Setiap orang beriman pasti mempunyai pergumulan namun pertanyaannya adalah bagaimana hasil akhir dari pergumulan kita? Apakah mempunyai catatan yg baik, ketaatan, kepatuhan yg menyenangkan hati Tuhan? kita akan melihat lima hal catatan pergumulan iman Abraham yang dikaitkan dengan konsep Jehovah Jireh.

1. Pertolongan Allah datang pd saat yg paling ekstrim dalam hidup seseorang.

Berbagai titik ekstrim terjadi di dalam peristiwa ini. Abraham tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Ishak ketika ia bertanya dimanakah korban persembahannya? Momen ekstrim lain, saat ia bersiap mempersembahkan Ishak. Semua momen ini tidak bisa dihindari. Sebuah lukisan menggambarkan kisah ini. Abraham berdiri di atas Ishak & memegang kepala Ishak yg terdongak & tangan yg lain siap menyembelih dengan pisau terhunus namun pandangan mata Abraham menuju ke atas dengan ekspresi wajah yg kaget karena melihat malaikat TUHAN menghalangi tangannya. Malaikat TUHAN (Kej. 22:11). Apakah Ishak pd saat itu berada dalam bibir kematian daripd kondisi orang berdosa yg dekat dengan bibir neraka? Tuhan hadir di saat yg paling ekstrim. Dia hadir dalam tubuh inkarnasi Yesus Kristus. Tidak ada cara lain yg dapat menyelamatkan manusia. Hari dimana kita menyadari diri sebagai manusia berdosa yang di tepi jurang kematian, di saat itulah Tuhan menyelamatkan kita dari kematian. Saat itu menjadi momen yg paling ekstrim dalam relasi kita dengan Allah; momen yg tidak pernah dilupakan seumur hidup. Allah menunjukkan kasih-Nya pd kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Pd waktu pintu kematian & pintu neraka dibuka dengan lebar maka di sana ada mujizat Allah yg menahan pintu kematian.

2.  Pertolongan Allah berlangsung secara spontan.

Abraham tidak pernah berpikir sedikitpun kalau ada cara lain yg Tuhan berikan & tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya kalau Allah akan menyediakan korban. Allah secara spontan menyediakan korban pengganti itu. Orang berdosa tidak pernah berpikir untuk berdoa supaya Allah menyediakan korban pengganti bagi dirinya. Mereka hanya menolak Tuhan. Kehadiran-Nya dianggap sebagai ancaman. Mereka tidak mau mempertanggung jawabkan segala yg dilakukannya, karena itu mencoba meniadakan Allah.  Mungkin tidak ada kalimat-kalimat penolakan seperti yg diungkapkan oleh Voltaire atau Nietzche tapi semua penolakan kita sama kualitasnya dengan mereka. Allah secara spontan menyediakan korban pengganti yg tidak pernah terpikirkan oleh kita manusia berdosa. ini satu-satunya cara yg Allah berikan untuk menyelamatkan semua orang yg dikasihi-Nya? Yesus Kristus harus meninggalkan kemuliaan-Nya, menerima penghinaan, penolakan. Kalau John Milton dalam sebuah buku yg berjudul “Paradise Lost“ menuliskan pemberontakan manusia kepada Allah, maka Allah menuliskan suatu buku lain, “Paradise Recovered“ Kristus harus menempati posisi orang berdosa menanggung murka Allah Allah menyediakan domba sebagai korban pengganti bagi Ishak. Alkitab tidak pernah mencatat  darimana asal domba itu. Inilah cara spontan yg Allah buat. Orang berdosa tidak pernah berpikir mau bertobat tetapi Allah membawa orang berdosa pd suatu titik, yaitu ia menyadari bahwa hanya Yesus Kristus sajalah jawaban yg dapat memenuhi semua kebutuhan kita, Jehovah Jireh.

3. Semua yg Allah sediakan untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Allah menyediakan Allah, God provided God. Kristus adalah Allah & Kristus adalah manusia yg sempurna; semua orang harus mengakui & tunduk pd-Nya, He is the Man. Perhatikan, setelah Abraham melihat domba pengganti itu, ia mempersembahkannya sebagai korban bakaran. Memang, pd saat itu Abraham hanya mengenal satu model korban, yaitu korban bakaran karena bentuk korban yg lain, seperti korban penghapus dosa, korban pendamaian, & lain-lain itu muncul setelah hukum Taurat diberikan. Kristus bukan saja menjadi korban bakaran tetapi Dia merangkum semua bentuk korban PL di dalam kematianNya. Pribadi Kristus di dalam Kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya menyatakan kemuliaan Allah. Seluruh hidupnya menunjukkan ketaatan sempurna kepada Allah. Itulah sebabnya korban Kristus adalah korban yg paling agung yg tidak pernah ada dalam sejarah karena itu, Kristus tidak perlu mati berkali-kali di atas kayu salib untuk menebus manusia.  Kristus hanya mati satu kali saja sebab korban itu telah memenuhi semua tuntutan hukuman Allah. Abraham hanyalah sebuah tipologi apa yg akan Kristus lakukan. Allah menyediakan pertolongan & ini untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Abraham menamai tempat itu: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.“ Ini merupakan ekspresi penghormatan Abraham setelah ia menyaksikan kemuliaan Tuhan.

4. Semua hal yg Allah sediakan itu efektif untuk setiap orang yg percaya.

Tuhan tahu apa yang menjadi isi hati Abraham yang terdalam maka Dia menyediakan domba sebagai korban pengganti dengan demikian Ishak tidak perlu mati & saat itu juga berhentilah semua hal yg menjadi pergumulan Abraham. Bayangkan, andaikata Ishak benar dikorbankan maka pergumulan itu akan terus meliputi hati Abraham bahkan setelah ia turun dari gunung Moria, pergumulan itu tetap masih ada bahkan setelah ia menyelesaikan semua perintah Tuhan. Namun, di saat momen yg ekstrim itu Tuhan menyediakan pertolongan sehingga beban itu menjadi terangkat. Abraham tidak perlu lagi memberikan pertanggung jawaban kalau ia ditanya oleh Sarah maupun orang banyak tentang keberadaan Ishak, anaknya. Abraham akan pulang dengan sukacita & damai sejahtera; suara tawa Ishak akan terdengar kembali dalam rumahnya. Kematian domba itu tidak sia-sia, kematian domba itu telah mengangkat semua hal yang menjadi beban Abraham. Pada saat Kristus mempersembahkan hidup-Nya di atas mezbah Tuhan maka pengorbanan itu tidak menjadi sia-sia. Setiap orang yang percaya hanya Kristus yang dapat menyelamatkan hidupnya  maka semua beban pergumulan kita diangkat. Allah Bapa melihat kebutuhan yg diperlukan oleh orang berdosa dengan menyediakan korban pengganti. Abraham adalah orang yg mencicipi sukacita berita Injil di dalam bentuk yg sangat sederhana maka tidaklah heran kalau Kristus berkata, “Abraham telah melihat hari-hari-Ku & ia bersukacita“ – Abraham telah bertemu dengan berita Injil yg baru muncul ribuan tahun kemudian – Abraham tidak pernah berpikir bahwa apa yg ia alami sekarang menjadi gambaran kelak proses penebusan yg Allah Bapa tetapkan & harus dilakukan oleh Kristus. Ada sukacita dalam diri Abraham oleh karena domba itu tidak mati dengan sia-sia, domba itu menyatakan ketaatan Abraham kepada Allah.

5. Apa yg Allah sediakan menjadi dasar semua bentuk penyediaan yg lain.

Firman Tuhan menyatakan Allah yg tidak menyayangkan anak-Nya, Dia juga pasti akan menolong kita di dalam berbagai macam bentuk pergumulan kita. Kristus adalah manusia sejati, Dia melewati berbagai pencobaan manusia, karena itu, Dia dapat memberikan pertolongan kepada setiap orang yg berada dalam kesulitan. Kristus mengetahui akan semua keperluan kita, anak-anak-Nya. Semua hal yg menjadi dasar pertolongan & pengharapan kita telah Allah siapkan. Allah Bapa telah menyediakan Kristus terlebih dahulu bagi kita. Dari sinilah kita baru memahami apa yg dinamakan sebagai berkat. Berkat disini haruslah dipahami Allah Bapa yang menyediakan Kristus bagi kita barulah kita dapat berharap pertolongan-pertolongan yg lain dari Bapa kepada kita. Jikalau kita tidak ada dalam konteks ini maka berkat itu tidak lebih hanyalah sebagai bentuk anugerah yg bersifat umum yang diberikan kepada setiap orang yg ada di bawah kolong langit. Akan tetapi, bagi orang-orang yg percaya ada pertolongan khusus yg hanya dimiliki oleh orang yg mengerti bahwa Allah telah menyediakan. Dimanakah berkat itu dapat diperoleh? Dimanakah pertolongan penyediaan itu dapat dimiliki? Jawabnya: di atas gunung Tuhan, di sana Tuhan telah menyediakan, disanalah kita akan mendapatkan kedamaian & semua berkat yg sudah Tuhan sediakan. Amin. ?

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)