Ringkasan Khotbah : 24 Oktober 2004

The Setting of Kingdom

Nats: Mat. 4: 23-25

Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno

 

Konteks Injil Matius adalah berbicara tentang hal Kerajaan Sorga yang hendak Kristus genapkan di dunia dan Yesus tidak melakukannya sendiri. Yesus memulai pelayanannya di sebuah kota kecil di Kapernaum dimana sebelumnya Ia dicobai iblis dan Yesus menang. Dengan caranya yang unik, Tuhan Yesus memilih para murid-Nya. Standar kualifikasi yang dipakai Kristus berlawanan dengan dunia. Bukan ahli Taurat atau para imam yang menjadi murid-Nya melainkan hanya seorang nelayanlah yang Yesus panggil untuk turut berbagian dalam menggenapkan Kerajaan Sorga di bumi. Cara Kristus yang berlawanan dengan dunia inilah yang menjadi kekuatan dan kesuksesan sehingga Kerajaan Sorga tidak dapat digagalkan oleh manusia – Kerajaan Sorga bertahan ribuan tahun hingga kini. Jadi, merupakan suatu anugerah kalau kita, manusia berdosa yang seharusnya dibinasakan tapi dipanggil-Nya untuk ikut berbagian dalam Kerajaan Sorga.  

Cara Allah memulai dan menata Kerajaan-Nya sangatlah tidak lazim bila dibandingkan dengan cara dunia. Kerajaan Sorga dimulai dari Yesus yang berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Yesus memberikan teladan bagi kita, yakni pelayanan hendaklah dimulai dari hal kecil terlebih dahulu. Yesus memulainya dari Galilea, kota kecil namun berita tentang Dia tersiar hingga ke seluruh negeri, yaitu Dekapolis, Yerusalem, hingga ke seberang sungai Yordan. Kerajaan Sorga kelihatan kecil namun di balik semua itu mengandung kekuatan/kuasa dahsyat. Janganlah  mudah terkecoh dengan opini dunia yang menganggap hebat segala sesuatu yang besar seperti kebesaran nama, kekayaan, kedudukan tinggi, dan lain-lain. Apalah artinya penampilan luar yang hebat kalau tidak ada isinya karena segala sesuatunya, yakni cara kita melangkah, kita melihat sesuatu, kita bertindak ditentukan oleh isi. Seperti halnya sebuah bom, kita harus waspada dengan yang berukuran kecil dibanding bom molotov yang berukuran besar karena biasanya yang berukuran kecil mempunyai kekuatan daya ledak besar.

Dalam mengatur Kerajaan-Nya di dunia, Kristus melakukan tiga hal dimana ketiga hal ini merupakan satu kesatuan yang berpusat pada misi Kerajaan Sorga dan tidak boleh dilepaskan dari Yesus yang adalah Raja yang sedang menata Kerajaan-Nya. 

I. Tuhan Yesus Mengajar dalam Rumah-rumah Ibadat.

Konsep pengajaran Kristus mutlak berbeda dengan yang diajarkan oleh ahli-ahli Taurat, orang Parisi, orang Saduki maupun ajaran Platonis, Aristotelian, dan filsafat Roma yang sedang berkembang pada jaman itu. Kerajaan Allah dimulai dari kebenaran Tuhan yang dinyatakan di dunia dan ini juga menjadi misi Kerajaan Allah. Ironisnya, manusia tidak suka dengan kebenaran karena itu jangan kaget kalau dunia akan membenci orang yang kembali pada kebenaran sejati. Hal ini pun juga sudah dikatakan Tuhan Yesus pada murid-murid-Nya (Yoh. 15:18-25). Kebenaran iman Kristen bukanlah campuran atau evolusi perkembangan dari berbagai pemikiran filsafat yang ada di dunia karena semua yang dinyatakan Alkitab berlawanan dengan yang dunia ajarkan. Pada jaman Perjanjian Lama, orang menyembah berhala – politeisme namun dengan tegas Tuhan menyatakan bahwa umat Allah harus menyembah pada Allah saja – monoteisme. Keagungan iman Kristen ini tidak akan pernah kita ketemukan di agama lain karena itu janganlah engkau mempermainkan Kristus Sang Kebenaran sejati.

Konsep allah atau dewa-dewa dalam budaya PL selalu bersifat lokal, contoh: dewa Asyur, dewa Babel, dan lain-lain maka tidaklah heran ketika mereka kalah berperang maka dewa merekapun akan diambilnya juga. Konsep inilah yang muncul pada jaman itu namun Allah Yahweh menyatakan bahwa diri-Nya bersifat universal, Allah tidak dibatasi oleh tempat maupun waktu, Dia berkuasa dimanapun dan kapanpun. Allah Yahweh adalah Allah yang Maha Tinggi, Allah yang berkuasa atas segala allah. Pengakuan ini keluar dari mulut Raja Darius ketika dilihatnya kalau Allahnya Daniel ternyata sungguh berkuasa, yaitu Ia telah menyelamatkan Daniel dari maut – gua singa. Sejak itulah Raja Darius mengeluarkan perintah supaya seluruh rakyat menyembah Allah-nya Daniel. Ketika semua orang berpikir bahwa cara A merupakan cara terbaik namun Tuhan justru menyatakan bahwa yang manusia pikirkan tersebut salah dan cara B-lah yang justru terbaik. Ketika kebenaran sejati dinyatakan di dunia maka seluruh manusia harus merombak cara berpikirnya dan mengubah seluruh konsepnya yang salah dan kembali pada kebenaran. Oleh karena itu, betapa pentingnya pengajaran Firman untuk kita pahami dengan demikian kita tidak akan mudah digoncangkan oleh berbagai macam pengajaran lain yang ada di dunia. Bagi sebagian besar orang sangat sukar untuk mengerti dan menyembah Allah yang tidak kelihatan sehingga orang merasa perlu mem-visualisasi-kan bagaimana bentuk Allah maka tidaklah heran kalau sejak jaman Perjanjian Lama hingga kini kita akan menjumpai berbagai bentuk dan rupa allah. Allah dengan tegas menyatakan: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku; jangan membuat bagimu patung...; jangan sujud menyembah kepadanya (Kel. 20).

Berulang kali Allah menegaskan bahwa manusia harus kembali pada Kebenaran sejati dengan demikian manusia akan peroleh sukacita kekal. Namun berulang kali juga, yaitu sejak kejatuhan manusia dalam dosa (Kej. 3) hingga Tuhan Yesus Sang Kebenaran itu sendiri datang mengajarkan kebenaran, manusia selalu menentang Dia dan kembali pada konsep mereka yang lama. Hal ini semakin membuktikan bahwa manusia memang berdosa. Mau tidak mau orang harus mengakui bahwa pengajaran Kristus berbeda dengan dunia. Sebagian besar orang pasti setuju apalagi orang Yahudi yang materialis yang hidup pada jaman itu kalau ada orang yang mengajarkan “berbahagialah orang yang kaya dan celakalah orang yang miskin“ namun ajaran Yesus berlawanan Ia justru mengajarkan  “berbahagialah orang yang miskin..., berbahagialah orang yang dianiaya..., dan masih banyak lagi ajaran Tuhan Yesus yang bertentangan dengan ajaran dunia. Itulah sebabnya mengajarkan kebenaran Firman Tuhan ini menjadi bagian pertama yang penting bagi Tuhan Yesus untuk menata Kerajaan-Nya di dunia.

Reformed theology menyadari pentingnya pengajaran, pentingnya kita mengerti wahyu Tuhan sehingga kita memisahkan wahyu dengan sangat teliti. Wahyu Tuhan ada dua, yaitu wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu umum dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu alam semesta sebagai wahyu pasif dan hati nurani sebagai wahyu yang bersifat aktif. Wahyu umum seharusnya membuat kita mengerti bahwa ada Allah yang mencipta dunia tetapi manusia tidak tahu siapa Allah sejati itu tetapi dilain pihak dalam diri manusia ada sense of deity, yaitu suatu perasaan ingin menyembah. Akibatnya manusia membuat berbagai bentuk allah dan menyembahnya. Wahyu khusus dibagi lagi menjadi dua, yaitu Firman yang berinkarnasi yakni Kristus dan firman tertulis dimana firman ini harus melihat pada Kristus sebagai pusat dengan demikian manusia dapat mengerti kebenaran sejati. Karena itu merupakan suatu anugerah kalau kita dapat berespon terhadap kebenaran Tuhan.

II. Tuhan Yesus Memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Tidaklah cukup manusia hanya sampai pada pemahaman akan kebenaran. Tuhan sudah mengajarkan kebenaran maka Tuhan ingin supaya kita yang sudah memahami kebenaran mendapatkan sukacita saat kita menghidupi kebenaran itu. Dan berita sukacita harus kita kabarkan pada seluruh bangsa dengan demikian semua orang akan merasakan sukacita karena turut serta berbagian dalam Kerajaan Sorga. Kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia berdosa, kita tidak layak turut berbagian dalam Kerajaan Sorga namun untuk itulah Tuhan Yesus datang dan membawa kita masuk dalam Kerajaan Sorga. Yesus datang untuk melayani dan menjadi tebusan bagi manusia (Mat. 20:28). Kuasa Injil yang dari Tuhanlah yang memampukan kita sehingga kita dapat hidup taat, hidup menjadi anak-anak Allah. Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yoh. 1:12). Anak Tuhan adalah orang-orang yang tidak mampu tapi dimampukan Kristus. Anak Tuhan juga bukanlah orang benar tapi dibenarkan Tuhan sehingga kita dapat hidup dalam kebenaran. Hari ini banyak orang salah mengartikan kata “kuasa“ akibatnya kuasa yang diberikan Tuhan disalahgunakan untuk melakukan segala perbuatan dosa. Kuasa sejati adalah kuasa dapat melepaskan diri dari dosa untuk hidup dalam kebenaran seperti yang Tuhan inginkan dan hanya kuasa Tuhan yang dapat mematahkan belenggu dosa yang mengikat kita. Inilah berita Injil. Tuhan tidak memperbaiki segala kerusakan tetapi melahirbarukan, mencipta ulang. Tuhan tidak menjanjikan hidup kita akan senang ketika kita menjadi anak Tuhan. Tidak! Tuhan menegaskan bahwa dunia akan membenci setiap orang yang hidup dalam kebenaran (Yoh. 15:19). Akan tetapi jangan pernah mengira bahwa hidup di luar Kristus, hidup kita akan enak dan nikmat. Tidak! Di luar Kritus juga ada beban yang harus kita pikul dan beban itu berat karena iblis menuntut sesuatu dari kita sehingga sukar bagi manusia untuk dapat keluar dari jeratan iblis dan hidup manusia akan berakhir dalam neraka. Berbeda kalau kita berada di dalam Kristus, kuk yang dipasang itu enak dan beban-Nyapun ringan (Mat. 11:30). Sayang, manusia tidak dapat melihat sukacita sejati dalam Kerajaan Sorga, manusia ingin mendapat sukacita sementara di dunia. Iblis tahu apa yang menjadi keinginan manusia, itulah sebabnya setan selalu menggunakan semua kemegahan dunia untuk menggoda manusia. Tuhan Yesus tahu akal licik si iblis sehingga Tuhan Yesus tidak jatuh dalam cobaan di padang gurun (Mat. 4:1-10). Sebagai anak Tuhan hendaklah kita hidup dalam kebenaran Allah dengan demikian kita selalu waspada terhadap segala akal licik iblis supaya kita tidak jatuh dalam jeratnya.

III. Tuhan Yesus Melenyapkan Segala Penyakit dan Kelemahan di antara Bangsa.

Kristus menunjukkan kuasa-Nya sebagai Tuhan yang menyatakan kebenaran dan menyatakan implikasi dari Injil, yaitu dengan membuat mujizat, menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa. Hal ini membuktikan memang benar bahwa Kristus adalah Tuhan dan Raja dari Kerajaan Sorga. Kristus tidak menunggu orang untuk meminta bukti terlebih dahulu barulah kemudian Ia membuktikannya. Tidak! Kebenaran sejati harus diuji dari dalam, yaitu oleh dirinya sendiri bukan dari luarnya kebenaran karena bila ada pihak dari luar yang membuktikan maka itu berarti dia yang lebih berkuasa. Berita kebenaran Allah, berita sukacita Kerajaan Allah, berita bagaimana hidup benar dalam Kerajaan Allah dinyatakan Kristus dengan cara melenyapkan segala penyakit, kesulitan dan kesengsaraan hidup manusia. Ketika Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran dan berita Injil di beritakan, orang tidak mempedulikannya maka ketika Tuhan membuat mujizat, orang orang berbondong datang pada-Nya minta disembuhkan.

Tuhan membuat mujizat bukan demi untuk kepentingan manusia tetapi mujizat untuk menyatakan kedaulatan Allah. Namun orang justru memanipulasi kuasa Kristus, yakni dengan membawa semua orang yang buruk keadaannya kepada-Nya untuk disembuhkan. Apakah mereka diselamatkan? Tidak! Apakah mereka disembuhkan? Ya. Mereka pikir bahwa mereka mendapatkan keuntungan tapi ternyata tidak, mereka justru masuk dalam kebinasaan kekal. Yesus adalah Raja atas segala raja karena itu seluruh penghuni jagad raya ini termasuk manusia dan setan pun harus tunduk pada-Nya. Manusia tidak mengerti tanda-tanda yang diberikan Kristus akibatnya manusia memanipulasi setiap mujizat yang Kristus lakukan. Orang hanya mau mujizatnya tetapi menolak Kristus Sang Pemberi mujizat. Alkitab mencatat setelah Tuhan Yesus membuat mujizat lima roti dua ikan, orang berbondong-bondong mengikut Yesus. Tuhan Yesus menegur dengan keras bahwa mereka mengikut bukan karena mengerti tanda, yaitu Firman itu telah berinkarnasi melainkan karena mereka kenyang sehingga satu per satu dari mereka pergi meninggalkan Yesus. Hal ini membuktikan bahwa mereka bukanlah anak Tuhan yang sejati.

Sejak awal mereka sudah menolak Kebenaran dan memanipulasi pernyataan Kerajaan Sorga. Lalu bagaimana sikap dan respon kita kalau mujizat itu terjadi atas kita? Mujizat seharusnya membuat kita bersyukur dan membuat kita bertekad untuk hidup bagi Kristus karena kita tahu bahwa mujizat merupakan tanda pernyataan Kedaulatan Allah, Sang Raja itu sedang menunjukkan kuasa-Nya. Berbagai macam respon manusia banyak kita jumpai seperti ada orang yang mau menerima Kebenaran, adapula orang yang mau bertobat namun ada juga orang yang menolak kebenaran dan hanya ingin mujizat demi untuk memenuhi egoisme dirinya. Kalau kita dapat mengkontraskan Kerajaan Allah dengan kerajaan dunia maka kita dapat menyadari siapa sesungguhnya diri kita, yaitu sebagai anak Tuhan atau anak setan. Anak Tuhan sejati seharusnya tahu apa yang menjadi kehendak Banpanya, perubahan drastis seperti apa yang harus kita kerjakan dan bagaimana seharusnya kita hidup bagi Tuhan. Ingat, Tuhan sudah beranugerah atas kita; Ia sudah memilih kita diantara berjuta manusia untuk menjadi pekerja-Nya sekaligus kita sudah menjadi warga Kerajaan Sorga karena itu biarlah seluruh hidup kita pakai untuk menggenapkan seluruh misi Kerajaan Sorga maka kita peroleh sukacita sejati. Amin. ?

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)