Ringkasan Khotbah : 28 Maret 2004

Bertobatlah!

Nats: Mat. 3: 1-5

Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno

 

Minggu lalu kita telah merenungkan sisi kehidupan Yohanes Pembaptis sebagai si pembawa berita dan pembuka jalan bagi Tuhan Yesus. Kalau kita bandingkan pada jaman sekarang, si pembuka jalan ini biasanya sangat diperlukan untuk melancarkan tugas seorang pejabat/pembesar ketika ia sedang melakukan kunjungan khususnya di daerah. Peranan si pembuka jalan ini sangat penting dan mengandung resiko tinggi karena ia harus berada di posisi depan, menjadi ujung tombak untuk membuka jalan yang kacau. Jadi, kita tahu sekarang, peranan Yohanes Pembaptis sangat berat dan sulit namun ia tahu dengan jelas apa yang menjadi rencana dan kehendak Tuhan karena itu dengan rela hati ia mengerjakan pelayanan ini.

Tuhan Yesus mau dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis membuktikan bahwa Ia sangat menghargai pelayanan yang dikerjakan Yohanes Pembaptis namun dengan rendah hati si pembuka jalan ini menyadari bahwa ia bukanlah siapa-siapa karena itu ia merasa tidak layak untuk membaptiskannya bahkan untuk melepas tali kasut-Nya (Mat. 3:11). Banyak orang Kristen mau melayani Tuhan tapi tidak mau resikonya. Namun Yohanes Pembaptis telah memberikan teladan yang indah; dia tahu konsekuensi menjadi si pembuka jalan dan untuk menggenapkan rencana-Nya, ia rela berkorban. Bagaimana dengan kita, maukah kita dipakai Tuhan menjadi alat-Nya untuk menggenapkan kehendak-Nya di muka bumi ini?

Menjadi pengikut Kristus tidaklah semudah seperti yang kita bayangkan. Berita kontroversi yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis, yaitu “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!“ tidak disukai oleh orang Yahudi pada jaman itu bahkan hingga saat ini orang masih membenci berita kontroversi ini. Dunia akan membenci anak-anak-Nya karena ia telah membenci Kristus lebih dahulu (Yoh. 15:18-19). Namun berita ini tetap harus disampaikan pada dunia berdosa yang humanis materialis. Maukah kita melayani dan dipakai Tuhan meski untuk itu kita harus berkorban?

Karena akan tiba waktunya dimana manusia tidak mau lagi membuka telinga bagi kebenaran. Dunia hanya suka mendengar berita-berita yang sedap didengar saja. Iblis telah berhasil meninabobokkan orang Kristen, membuatnya tertidur dan terlena dalam buaian mimpi. “Bertobatlah, Kerajaan Sorga sudah dekat!“ seharusnya membangunkan jiwa setiap orang Kristen dan mengingatkan kita akan tugas amanat Agung yang diberikan Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil dan menyadarkan manusia akan dosa.

Dunia ingin melarikan diri dari realita dengan cara membius diri dengan narkoba dan minuman keras. Manusia berdosa harus dibangunkan dari tidurnya yang panjang dan disadarkan bahwa dia adalah manusia berdosa. Menyadarkan manusia akan dosa justru dianggap sebagai penyerangan oleh kaum post-mo namun ironisnya mereka tidak merasa mengganggu orang lain dengan segala bentuk kekacauan (chaos) yang dituangkannya dalam bentuk lukisan, arsitektur, dan lain-lain bahkan moralitas pun telah dirusak dengan berbagai macam filsafat yang bertentangan dengan Firman. Karena itu berita “pertobatan“ sangat penting dan harus diwartakan ke seluruh dunia.

Pertama, Seseorang yang bertobat berarti dia sadar bahwa dirinya adalah seorang yang berdosa dan mau kembali pada kebenaran sejati. Hanya anugerah Tuhan kalau seseorang dapat bertobat, kembali ke jalan yang benar. Tugas setiap orang Kristen adalah terus menerus menyerukan berita pertobatan dan selanjutnya Roh Kudus yang bekerja. Roh Kuduslah yang dapat mempertobatkan seseorang karena itu kita menolak ajaran Arminianisme yang mengajarkan bahwa keselamatan tergantung dari pilihan manusianya, dari perbuatan baik yang dilakukannya. Orang Kristen seringkali menganggap pemberitaan Injil sebagai hal yang sia-sia karena kita tidak melihat hasilnya secara langsung. Ingat, kalau seseorang dapat bertobat, itu bukan karena kepandaian kita berkata-kata kalau. Tidak! Semua itu hanya karena anugerah. Orang menganggap seruan Yohanes Pembaptis agar manusia bertobat di padang gurun sebagai hal yang sia-sia namun Allah bekerja dengan luar biasa sehingga penduduk dari segala penjuru bertobat dan dibaptis (Mat. 3:5). Anak Tuhan yang sejati harus menyadari akan keberadaan dirinya sebagai manusia berdosa. Pengampunan dosa akan kita dapatkan kalau kita mau bertobat, yaitu kembali pada kebenaran. Setiap orang Kristen hendaklah menjadi seperti seorang anak dalam perumpamaan anak yang hilang, menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang tidak mempunyai hak sebagai anak. Pertobatan menyadarkan kita dari tidur panjang di siang hari bolong.

Biarlah kita mau dipakai Tuhan menjadi saksi-Nya, memberitakan berita pertobatan: “Bertobatlah Kerajaan Sorga sudah dekat“. Sudahkah kita memberitakan hal ini kepada rekan, teman maupun saudara kita? Dan biarlah karena kasih, mendorong kita untuk memberitakan kebenaran dan bukannya berkompromi dengan dosa. Tentu kita tidak mau orang-orang yang kita kasihi menjadi binasa, bukan? Kita tahu, bahwa semua manusia pasti berdosa akan tetapi hal ini janganlah menghalangi kita untuk bertobat. Kita harus membuktikan diri bahwa kita sudah bertobat terlebih dahulu sebelum kita memberitakan Injil pada orang lain sehingga orang dapat melihat kuasa Injil yang merubah hidup kita dengan demikian mereka menjadi percaya. Dan demi untuk mewartakan berita kebenaran itu, kita harus berani dan rela berkorban karena hati nurani dunia akan terusik ketika kebenaran dinyatakan.

Sebelum kita dipakai Tuhan untuk membangunkan orang dari tidurnya yang panjang, maka kita harus dibangunkan terlebih dahulu. Biarlah kita dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat, menjadi alatNya dimanapun kita berada untuk memberitakan ”Bertobatlah, Kerajaan Sorga sudah dekat”. Di jaman Perjanjian Baru, berita ini menjadi berita sentral dan berita ini pun tetap dan terus menerus harus kita kabarkan ke seluruh dunia. Jangan selewengkan kebenaran sejati dan juga jangan pernah berkompromi dengan dunia.  Maukah anda bertekad untuk memberitakan berita kontoversi ini dimanapun kita berada sebelum dunia berakhir? Ingat, pertobatan seseorang bukan karena jasa atau fasih lidah kita. Hanya Roh Kudus yang dapat menyadarkan manusia akan dosa dan membangunkan manusia dari tidurnya yang panjang.

Kedua, Berita kebenaran mutlak dan penting untuk didengar dan dikabarkan pada manusia, yaitu: semua manusia berdosa dan manusia pasti binasa jika mereka tidak kembali pada Yesus Kristus yang adalah satu-satunya jalan, dan kebenaran dan hidup. Dunia modern seringkali menyelewengkan berita utama, orang tidak dibawa untuk mengerti pada hal yang esensial karena dunia sendiri tidak dapat memberikannya, dunia hanya mengerti sebatas yang ekstensial. Pada dasarnya, semua manusia bahkan orang atheis sangat menyadari kalau dirinya berdosa. Manusia tidak dapat mengingkari realita tapi orang mencoba menipu diri dengan berpikir positif (positive thinking). Ironisnya, orang menjadi marah ketika kita menyampaikan kebenaran sejati. Orang lebih suka mendengar berita sekunder, berita yang enak didengar, yakni tentang dunia dan segala kenikmatannya.

Kekristenan menolak positive thinking yang diajarkan dunia, yaitu reality according to what you think, realita tergantung dari apa yang kita pikirkan. Tapi kita menerima ajaran positive thinking yang diajarkan dalm Filipi 4:8-9. Jadi, kalau kita berpikir sehat maka kita akan sehat meski saat itu kita dalam keadaan sakit dan sebaliknya kalau kita berpikir sakit maka kita yang sebelumnya sehat akan menjadi sakit. Tokohnya yang terkenal adalah Robert Schuler, Norman Vincent Peale, Anthony Robbins, Napoleon Hill. Pikiran kita yang selama ini salah tapi kita justru menganggapnya benar, sedikit demi sedikit akan dicerahkan kalau kita mau bertobat. Kita akan menyadari bahwa ternyata segala yang ditawarkan dunia hanya berakhir dengan kebinasaan dan kita akan melihat kebenaran sejati. Lalu kenapa kita sulit dan takut untuk memberitakan berita pertobatan?

Ketiga, Berita Injil merupakan berita kebenaran sejati yang harus diberitakan untuk membawa manusia kembali pada hal esensial yang paling dibutuhkan. Injillah jawaban bagi kekosongan jiwa, kepapaan dan kemiskinan rohani. Pascal menyadari bahwa di setiap hati manusia pasti ada kekosongan yang hanya dapat diisi oleh Tuhan saja. Manusia mencoba mengisi kekosongan dengan berbagai macam teori filsafat, dengan kekuasaan dan uang namun semua itu tetap tidak dapat menutup lubang yang kosong itu. Ingat, jangan mengutamakan kebutuhan jasmani lebih daripada kebutuhan rohani dan jangan karena hal yang jasmani pula kita tidak mau dan takut untuk memberitakan Injil. Tuhan pasti memelihara hidup kita, Dia tidak akan membiarkan anak-anakNya seorang diri menanggung beban penderitaan.

Di dunia modern ini kita masih menjumpai anak Tuhan yang egois, menghalalkan segala cara demi untuk mendapat kesenangan di dunia, seperti menjalankan MLM (Multi Level Marketing). Segala macam cara digunakan untuk menipu, yaitu menyelewengkan ajaran cinta kasih dalam Firman. Hati-hati, jangan tertipu dengan MLM yang seolah-olah menawarkan keuntungan. Itu semua hanya kebohongan belaka. Dengan sistim yang diterapkan MLM, sesungguhnya, semakin banyak orang yang menjadi anggota maka keuntungan orang yang berada di posisi atas semakin besar pula tanpa dia harus berusaha dan tidak ada resiko yang harus ditanggungnya. Apakah merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri seperti itu yang dinamakan dengan cinta kasih? Bertobatlah, jangan memanipulasi ajaran cinta kasih demi untuk memperoleh hal yang bersifat materi. Materialisme adalah musuh Kekristenan; cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan.

Uang seharusnya berada di bawah kekuasaan kita dan bukannya menguasai hidup kita. Yohanes Pembaptis sangat keras mewartakan kabar ”bertobatlah” di tengah-tengah bangsa Yahudi yang materialis humanis. Bertobat berarti berbalik dari yang salah dan kembali pada jalan yang benar. Pertobatan tidak menjadikan diri kita sempurna seratus persen, tanpa cacat dan tidak berdosa. Bukan! Karena itu janganlah kita menuntut orang Kristen yang lain untuk sempurna. Namun kita berhak menuntut orang Kristen untuk bertobat, kembali ke jalan yang benar kalau dia berbuat dosa. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” merupakan berita yang relevan hingga sekarang dan berita ini harus terus kita beritakan. Tugas kita, setiap orang Kristen untuk memberitakan berita kontroversi ini. Maukah anda dipakai Tuhan menjadi alat memberitakan Injil?  Amin. ?

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)