Ringkasan Khotbah : 21 Maret 2004

Yohanes Pembaptis

Nats: Mat. 3: 1-5

Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno

 

Matius mengakhiri berita kelahiran Yesus dengan berita kepindahan Yusuf ke Galilea di kota Nazaret supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret (Mat. 2:23). Matius tidak mencatat masa kecil Yesus seperti halnya Lukas; karena Matius merasa tidak ada sesuatu yang signifikan untuk manusia. Matius justru melihat signifikansi peranan Yohanes Pembaptis sebagai fore rider, dan dimulainya misi Kerajaan Allah untuk diberitakan pada manusia. Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi Tuhan Yesus, telah mencetuskan prinsip “Kerajaan Sorga“ terlebih dahulu. Semua ini tidak lepas dari campur tangan Allah yang telah menetapkan Yohanes Pembaptis sebagai fore rider termasuk kelahirannya yang 6 bulan lebih cepat dari Yesus dan hubungan kekerabatannya sebagai saudara sepupu.

Hubungannya yang dekat dengan Tuhan Yesus seharusnya bisa membuat dirinya menjadi “besar“, dia dapat menyombongkan diri namun dengan rendah hati ia mengaku di hadapan Yesus akan keberadaan dirinya yang tidak layak  (Mat. 3:11,14). Yohanes Pembaptis telah memberikan teladan yang baik bagi setiap orang Kristen to how to be a good Christian. Kenapa? Orang yang mempunyai jabatan/posisi tinggi, biasanya sulit untuk dia tidak menjadi sombong; sebaliknya orang akan menjadi rendah diri bila tidak mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan akibatnya orang akan berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, seperti jabatan atau kekayaan supaya dihormati. Dosa telah mencengkeram hidup manusia dengan kuat sehingga sukar bagi manusia untuk lepas.

Ironisnya, hari ini tidak hanya para pejabat atau orang kaya saja yang “belagu“, anaknya pun ikut-ikutan “belagu“ bahkan cenderung mempunyai pola tingkah laku rusak; mereka hanya mendompleng untuk menaikkan pamor dirinya. Sayang, mereka telah menyia-nyiakan semua kapasitas dan kesempatan yang ada pada dirinya. Padahal “anak“ itu sendiri mempunyai dua arti, yakni: 1) secara esensial, berarti ada kesamaan natur antara orang tua dan anaknya, contoh: anak kambing berarti induknya juga kambing 2) secara ekstensial, contoh: anak dokter, anak pejabat, dll bukan berarti dia seorang dokter. Semua arti ekstensial bila dipaksakan menjadi esensial pasti timbul kerusakan yang fatal. Matius ingin agar kita meneladani sikap hidup dan pelayanan Yohanes Pembaptis dengan demikian kita dapat menjadi seorang hamba Tuhan yang baik dan yang berkenan kepada  Allah. 

1. Low Profile Ministry

Dengan kelahirannya yang mengherankan seharusnya Yohanes Pembaptis bisa menyombongkan diri; ia dikandung oleh Elizabeth yang mandul, ayahnya bisu selama ia dikandung dan dapat berbicara kembali setelah dilahirkan; ia mempunyai hubungan saudara dengan Tuhan Yesus. Namun, keistimewaan tersebut tidak membuatnya menjadi tinggi hati, ia justru memandang dirinya rendah. Sama seperti Paulus yang menganggap semua kelebihan yang ada pada dirinya sebagai sampah karena pengenalan akan Yesus Kristus (Flp. 3:8). Dunia modern selalu menuntut kita agar mempunyai identitas diri/ sesuatu yang bernilai untuk menjadi kebanggaan tetapi melalui Yohanes Pembaptis kita disadarkan bahwa seorang hamba Tuhan yang baik harus low profile dan ingat, Tuhan memandang rendah segala sesuatu yang menjadi kesombongan manusia.   

Teladan lain yang ditunjukkan Yohanes Pembaptis, yaitu ia tidak mementingkan sarana dan prasarana disaat melayani; dia tidak berkhotbah di tempat yang besar seperti di Bait Allah tapi ia justru berkhotbah di padang gurun Yudea. Ironisnya, hari ini banyak hamba Tuhan lebih mengutamakan sarana daripada isi Firman, itulah sebabnya kita lebih memilih menggunakan istilah “mimbar“ daripada “pos PI“ karena kata “pos“ lebih menunjuk pada gedung. Kita harus mengutamakan hal yang primer maka dengan sendirinya semua yang sekunder tetap menjadi sekunder sebaliknya kalau hal-hal sekunder kita jadikan primer maka posisi menjadi terbalik. Jadi, Firman Tuhan lebih utama dibanding gedung gereja ataupun sarana yang lain.

Waspadalah dengan akal si iblis yang selalu ingin memutarbalikkan kebenaran. Hendaklah prinsip Yohanes Pembaptis yang sadar bahwa Dia yang harus makin bertambah dan dirinya harus semakin berkurang boleh menjiwai hidup pelayanan kita. Yohanes Pembaptis lebih mengutamakan misi Kerajaan Surga; dia tidak peduli dengan segala keistimewaan dan keunggulan yang ada pada dirinya. Paulus pun juga menyadari bahwa Kristus yang adalah Allah namun Ia telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Flp. 2:6-7). Biarlah kita mempunyai sikap rendah hati dalam pelayanan sehingga bersama-sama kita membangun tubuh Kristus.

2. Controversy Ministry

Di tengah-tengah kesombongan orang Yahudi yang selalu ingin menaklukkan setiap musuh-musuhnya dan menegakkan Yudaisme, Yohanes Pembaptis justru memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Berita ini sangat mengejutkan orang-orang Yahudi pada jaman itu bahkan sampai detik ini, berita ”Kerajaan Sorga sudah dekat” masih dianggap berita kontroversi. Banyak orang Kristen takut mewartakan kebenaran, yaitu semua manusia di dunia berdosa dan satu-satunya jalan supaya manusia diselamatkan hanya melalui Yesus Kristus. Inilah berita Injil yang sejati yang menjadi berita kontroversial sejak jaman Yohanes Pembaptis hingga sekarang. Kita dapat melihat hal ini dengan banyaknya perdebatan dan pertentangan yang timbul ketika gerakan Reformed hendak memberitakan ”Yesus Kristus Juruselamat Dunia” melalui KKR di beberapa kota.

Orang Kristen yang takut memberitakan berita Injil karena dianggap sebagai berita yang kontroversi tidak berhak menyebut dirinya ”Kristen”. Jangan pernah berpikir, suatu saat nanti berita Injil tidak akan menjadi berita yang kontroversi justru berita yang kontroversi itulah berita kebenaran yang sejati. Tuhan Yesus pun sama seperti Yohanes Pembaptis memberitakan berita yang kontroversi, yaitu: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat. 4:17); Dia tidak takut meskipun untuk itu banyak musuh dan dibenci dunia. Orang Kristen dapat menjalankan misi Kerajaan Allah bila ia mempunyai sikap rendah hati, low profile. Hati-hati rendah hati berbeda dengan rendah diri dan low profile jangan membuat low spiri. Orang rendah diri adalah orang yang ingin mencapai sesuatu yang bernilai tinggi supaya dapat dipakai untuk menyombongkan diri namun karena ia tidak dapat mencapainya akibatnya ia tidak mempunyai daya juang untuk mengerjakan segala sesuatu termasuk memberitakan berita kontroversi. Sebaliknya, orang yang rendah hati bukanlah orang yang kehilangan spirit tapi ia justru berani memberitakan berita kontroversi.

Filsafat timur berpendapat bahwa dalam menjalankan hidup, manusia harus menjadi seperti air yang senantiasa mengalir; kerikil bahkan batu sebesar apapun tidak akan membuat air berhenti mengalir. Kini, filsafat ini telah mempengaruhi dunia modern, sebagai contoh: gerakan new age telah menyebar ke seluruh dunia. Setiap kesulitan yang menghadang di saat berita Injil disampaikan tidak boleh membuat anak Tuhan menjadi ciut justru dengan kekuatan Tuhan kita harus berani menghadapinya. Jadi, filosofi ini tidak cocok untuk seorang anak Tuhan sejati. Jangan takut kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa dunia; Dia pasti akan memberikan kekuatan dan penghiburan ketika kita menghadapi tantangan. 

Hati-hati dengan ajaran liberal yang sudah merasuki kekristenan. Kaum liberal tidak mau memberitakan berita Injil yang utama, yaitu berita Yesus Kristuslah satu-satunya Juruselamat Dunia (Yoh. 14:6) karena dianggap sebagai berita kontroversi yang hanya akan menimbulkan pertentangan. Kebenaran sejati selalu dimusuhi oleh ketidakbenaran karena kebenaran sejati akan menelanjangi ketidakbenaran; kebenaran sejati akan mencoreng ketidakbenaran. Ironisnya, orang justru menganggap ketidakbenaran sebagai kebenaran dan kebenaran itu sendiri dianggap sebagai eksklusivitas. Ingat, jangan mudah terpengaruh dengan segala ajaran dunia karena semua yang diajarkan dunia pasti bertentangan dengan Firman Tuhan. Karena itu, bertobatlah, hai, engkau yang mengaku diri Kristen tapi telah menyelewengkan berita kebenaran.

Hanya iman sejati, yaitu iman dalam Yesus Kristus yang dapat membuat kita taat melakukan firmanNya. Manusia harus taat dulu barulah kemudian ia memperoleh pengertian sejati karena kalau logika manusia yang membuat orang taat pada Tuhan maka dapat dikatakan ia tidak mempunyai iman sejati. Justru karena kita tidak mengerti apa yang menjadi rencana dan maksud Tuhan itulah maka kita berjalan dengan iman setelah itu barulah kita akan memperoleh pengertian yang benar. Bukankah setiap hari setiap saat kita melangkah dengan iman  karena jalan Tuhan sukar dimengerti logika manusia? Sebagai anak Tuhan, kita harus berani menyatakan kebenaran meski kebenaran itu bersifat kontroversi, yakni setiap manusia di dunia berdosa dan hanya Yesus satu-satunya Juruselamat. Dosa adalah dosa, tidak ada setitik pun alasan yang dapat membenarkan kita untuk kita dapat berbuat dosa. Alasan dibuat manusia untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuatnya.

3. Sacrifice Ministry

Ketika melayani Tuhan, seorang Kristen sejati harus berani berkorban, berani menderita, dan berani menghadapi segala tantangan maupub resiko; orang Kristen harus berani melawan arus dunia. Pada umumnya, orang Kristen takut memberitakan Injil karena takut akan resiko yang harus dihadapi. Dunia menjuluki mereka sebagai ”smallman”, yaitu orang yang mau enak saja tetapi tidak mau susahnya, dia tidak mau bertanggung jawab, dia lari ketika menghadapi resiko. Sebaliknya orang yang berani menghadapi resiko sebagai akibat dari tanggung jawab yang harus dihadapinya disebut ”gentleman”, dialah orang bernilai tinggi. Orang Kristen harus menjadi seorang gentleman, berani berbuat harus berani bertanggung jawab dan menghadapi segala resiko. Di dunia bisnis, banyak orang yang takut rugi, tidak berani menghadapi resiko ketika hendak menjalankan bisnisnya sehingga solusi yang dianggap paling tepat adalah MLM (Multi Level Marketing). Ingat, orang Kristen tidak boleh menjalankan MLM. Apakah seseorang dapat dikatakan sukses bila kesuksesan tersebut didapat dari hasil berjudi?

Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang berani memperjuangkan segala hal tanpa harus takut menghadapi segala resiko. Akan tetapi orang yang demikian belum dapat dikatakan sebagai seorang Kristen sejati because he just do it by responsibility. Kristen sejati harus mempunyai komitmen, bukan sekedar tanggung jawab. Komitmen mengandung unsur inisiatif, kerelaan hati. Jadi, jangan mengerjakan tugas atau berkorban karena sebatas tanggung jawab. Yohanes Pembaptis tahu bahwa untuk membela kebenaran, ia harus berani berkorban. Yohanes Pembaptis rela berkorban nyawa, dipenggal kepalanya oleh Herodes demi untuk membela kebenaran. Bagaimana dengan kita? Relakah kita berkorban demi untuk Kerajaan Sorga diberitakan di muka bumi ini?

Orang yang berinisiatif, yaitu orang yang mengajukan usul demi untuk perbaikan dalam pelayanan, demi untuk mengembangkan Kerajaan Sorga di bumi maka dialah yang terlebih dahulu harus mengerjakannya dan ia harus berani menerima segala resiko. Pengorbanan yang agung itu dapat kita lihat dari teladan Kristus. Dia adalah Allah, Dia berhak menolak tapi karena kasihNya pada manusia membuatNya berinisiatif datang ke dunia dan menjadi serupa dengan dunia untuk menebus dosa. Itulah arti pengorbanan yang sesungguhnya; dengan kuasa yang ada pada diriNya Dia berhak dan tidak harus mati disalib tetapi karena kasihNya Dia rela berkorban untuk kita dan menggenapkan misi Kerajaan Sorga di bumi.

4. Godly Ministry

Sia-silah semua pengorbanan kalau dilakukan untuk dunia tetapi semua pengorbanan tidak akan menjadi sia-sia kalau kita melakukannya demi untuk kemuliaan Tuhan. Allah akan akan menghargai semuanya itu. Biarlah seluruh hidup dan pelayanan kita hanya berpusat pada Tuhan. Seperti Yohanes Pembaptis yang tidak hanya sekedar berteriak–teriak untuk sesuatu hal yang sia-sia tetapi ia tahu dengan jelas tujuannya, yaitu memberitakan misi Kerajaan Sorga. Banyak aspek yang masih harus dikerjakan oleh setiap anak Tuhan tapi adakah orang yang berani berkorban demi berita Injil yang kontroversif digenapkan di dunia? Hendaklah dalam segala aspek hidup, kita peka akan pimpinan Tuhan dan biarlah kita mau bertekad untuk mau hidup menyenangkan hati Tuhan sehingga hidup kita bukan hidup yang berambisi dan kemudian dibuang dunia. Untuk mengerti kehendak Tuhan kita harus bergaul erat dengan Tuhan dalam setiap aspek hidup kita termasuk hal yang kecil dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian kita menjadi seorang yang godly, saleh, yaitu orang yang mau taat pimpinan Tuhan, peka terhadap kehendak Tuhan dan hidup mau menyenangkan Tuhan. Biarlah hidup dan pelayanan Yohanes Pembaptis boleh menjadi teladan bagi kita dan memberi kekuatan dan keberanian pada kita untuk hidup melayani Tuhan di sepanjang hidup kita. Amin. ?

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)