|
Ringkasan Khotbah : 21 September 2003
Nats: Yoh. 16: 11 Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno |
Penghiburan sejati yang diberikan Tuhan adalah ketika manusia sadar akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Penghiburan yang ditawarkan dunia hanya bersifat hedonis dan kedagingan belaka. Firman Tuhan memandang penghiburan yang bersifat hedonis tersebut sebagai dosa yang menyengsarakan dan membinasakan manusia dalam dosa. Dunia sukar untuk mengerti konsep ini. Roh kudus juga menginsafkan manusia akan kebenaran sejati karena selama ini manusia menganggap hal-hal duniawi sebagai kebenaran. Orang duniawi pasti membenci hal-hal yang bersifat Ilahi. Hal-hal duniawi seringkali menjadi orientasi hidup manusia. Wajarlah kalau kita menjumpai orang yang selalu menentang bahkan melawan saat kebenaran Firman diberitakan.
Adalah natur manusia berdosa selalu menolak dan menentang kebenaran sejati. Hanya Roh Kudus yang dapat menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Munculnya ide teori evolusi, yaitu from nothing to everything merupakan bukti perlawanan manusia terhadap Tuhan. Mereka tidak mau mengakui Tuhan sebagai pencipta manusia dan alam semesta. Itulah sebabnya kita mendengar semboyan dari para filuf pencetus evolusi ini yang berbunyi, jangan pernah berkata tidak bisa melainkan berkatalah belum bisa karena suatu saat nanti manusia pasti dapat melakukan segala sesuatu yang belum dapat dikerjakan hari ini. Dari prinsip ini manusia bercita-cita ingin seperti dan menjadi Tuhan yang maha Kuasa dan Maha Tahu.
Pada abad pencerahan atau abad aufklarung manusia menganggap diri hebat dan berkuasa; Tuhan harus ditiadakan karena keberadaan Tuhan yang lebih berotoritas membuat manusia harus takut padaNya. Jadi, supaya manusia menempati posisi tertinggi maka Tuhan harus disingkirkan. Bukankah hal ini sering kita jumpai di dunia bisnis? Untuk mendapatkan posisi tinggi atau seseorang yang dirasakan mengancam kedudukan kita maka ia harus disingkirkan.
Ironisnya, dunia justru mengakui bahkan mengikuti teori-teori yang tidak masuk akal tersebut. Dunia merasa diri dapat berproses tanpa dibatasi oleh apapun juga, the borderness world. Buku-buku seperti Unlimited Process, Unlimited Powers, Unlimited Thinking membuktikan keinginan manusia menjadi “allah” dan menguasai seluruh alam semesta. Alkitab justru mengajarkan manusia adalah manusia berdosa dan Tuhan akan menghakimi manusia berdosa. Kebenaran ini dibenci manusia. Jadi, Roh Kudus selain menginsafkan manusia akan dosa, dan kebenaran, Ia juga menginsafkan dunia bahwa Tuhan itu ada dan penghakiman itu pasti datang.
Manusia menganggap dengan menjadi “allah” berarti kita akan memperoleh kebahagiaan seperti yang diidekan film Bruce Almighty. Ingat, itu bukanlah kebahagiaan sejati tapi kesengsaraan. Kebahagiaan justru akan kita peroleh dalam keterbatasan kita yang dicipta dalam ruang dan waktu. Penghiburan terjadi ketika manusia sadar bahwa ia berada dalam penghakiman Tuhan. Keadilan Tuhan itulah penghiburan dan kekuatan kita. Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh…tapi takutilah Dia yang yang mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka (Luk. 14:4,5). Bagaimana dengan kita? Siapakah yang lebih kita takuti? Dunia telah memutarbalikkan seluruh ajaran Firman. Kita seharusnya lebih takut Tuhan tapi celakanya, hari ini kita lebih takut pada manusia dan hantu lebih daripada kepada Tuhan.
Adalah tugas setiap orang percaya untuk memberitakan kebenaran, yaitu semua manusia berdosa dan Tuhan akan datang menghakimi manusia. Dunia modern sedikit demi sedikit mulai menghilangkan kebenaran Firman bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang setia dan adil; Tuhan mengasihi manusia berdosa tetapi Ia juga menyediakan neraka bagi orang berdosa yang tidak mau bertobat. Kalau kita hanya mengerti sebatas Tuhan mengasihi maka kita justru akan hidup dalam ketakutan. Kenapa?
Bayangkan, kalau Tuhan hanya mengasihi tetapi tidak adil berarti Ia juga mengasihi setan, pembunuh, pemerkosa, pembunuh tanpa ada hukuman yang harus ditanggungkan kepadanya, bukan? Puji Tuhan, Tuhan yang Kasih adalah Tuhan yang Adil; Ia akan menghakimi dan menuntut keadilan dari setiap kejahatan yang kita lakukan. Dunia berubah menjadi berbahaya dan mengerikan jikalau kita hanya berbicara dalam aspek cinta kasih dan meniadakan sumber keadilan. Jangan mempermainkan keadilan Allah, Ia tidak akan membiarkan kejahatan merajalela di muka bumi ini, Ia menuntut pertanggung jawaban dari setiap pelayanan yang telah kita lakukan. Benarkah setiap pelayanan kita didasari oleh motivasi yang murni?
Konsep kasih dan keadilan harus berjalan secara seimbang dan simultan; tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Takutlah pada Dia, Hakim yang Adil yang mempunyai kuasa menghakimi segala kejahatan lebih daripada kejahatan itu sendiri karena akar segala kejahatan, yaitu iblis telah dihukum. Kepala ular sudah diremukkan dengan kuasa salib Tuhan Yesus. Dunia seringkali mau mencoba menantang kita untuk makin berani berbuat dosa, seperti berani minum minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, korupsi, dll dan ironis, manusia tidak menyadari akal licik iblis tersebut. Firman Tuhan justru mengajarkan terbalik dari konsep dunia. Tuhan mengajarkan agar kita harus berani untuk hidup suci, kita harus berani melawan segala kejahatan dengan kebenaran, dan kita juga harus berani mengabarkan Injil meski untuk itu kita harus hidup sengsara. Bagaimana dengan saudara?
Orang lebih takut pada kemiskinan, sakit penyakit, dan kegagalan. Hati-hati dengan akal licik si iblis yang tidak pernah berhenti mengiming-imingi manusia dengan hal-hal duniawi dan berakhir dengan kebinasaan. Hanya Roh Kuduslah yang mampu menginsafkan dan menyadarkan manusia akan dosa. Ingatlah selalu akan judgement of God, penghakiman Allah yang pasti dan hendaklah hidup kita selalu berpaut pada Tuhan maka kita pasti akan merasakan sukacita sejati dari Tuhan. Tidak ada satu kekuatan atau kuasa apapun yang dapat melindungi kita kecuali satu, yakni Takutlah akan Tuhan. Tuhan berada dimanapun juga, Ia tidak terikat dengan ruang dan waktu bahkan Ia juga berada pada dunia orang mati. Biarlah kita selalu menguji hati kita, minta Tuhan menyelidiki hati kita agar kita selalu hidup benar di jalanNya (Mz. 139).
Saat penyaliban terjadi penguasa dunia telah dihukum (Yoh. 16:12). Kalimat ini menggunakan bentuk perfect tense. Kita menolak ajaran Yin dan Yang yang menyatakan bahwa kejahatan dan kebaikan setara, yaitu dimana ada kejahatan maka di situ ada kebaikan. Alkitab justru menyatakan kejahatan harus submissive, yaitu berada di bawah kebaikan. Jangan takut untuk menjalankan kebenaran karena:
1. Ada jaminan bahwa ada kebenaran sejati pasti ditegakkan.
Kita seringkali takut untuk hidup benar karena kita tidak tahu bahwa ada jaminan pasti dari Tuhan. Manusia hanya melihat secara fenomena saja, yakni orang yang hidup dalam kebenaran seringkali mengalami kesulitan dan penderitaan. Salah!! Justru orang yang hidup dalam kebenaran ia telah berada dalam pemeliharaan Tuhan dan Tuhan pasti akan menghukum segala kejahatan. Allah telah menang atas kejahatan; Ia telah menghancurkan belenggu kuasa iblis. Perhatikan orang yang berjuang karena ambisi pribadi, ia pasti mengalami kehancuran diri.
Hendaklah kita taat dan tunduk di bawah pimpinan Tuhan karena pimpinan Tuhan tidak akan pernah salah; Tuhan akan mengubahkan segala kesulitan menjadi batu loncatan. Jangan takut dengan halangan yang merintangi jalan kita karena Tuhan yang beserta akan menghancurkan semua rintangan tersebut. Paulus tidak takut akan bahaya ketika ia berada di Korintus; ia tahu dengan pasti pimpinan Tuhan. Percayalah jikalau Roh Kudus memimpin hidup kita maka tidak ada yang gagal. Jangan menggunakan nama Roh Kudus dengan sembarangan seperti membuat mujizat-mujizat palsu. Karena hal ini justru membuat orang semakin jauh dari Tuhan dan membenci Injil. Jikalau Tuhan berkehendak untuk menyembuhkan maka Ia pasti akan menyembuhkan dimanapun dan kapanpun sekalipun orang tidak percaya Dia seperti yang dialami oleh bujang perwira dalam Alkitab.
2. Ada final judgement, pengadilan akhir.
Dunia modern telah mempermainkan hukum dan keadilan begitu rupa demi untuk keuntungan sendiri sehingga pengadilan dunia sukar untuk dipercaya lagi. Kristuspun juga mengalami perlakuan yang sama; Kristus telah dipermainkan oleh keadilan di dunia. Pengadilan Kristus justru membuka kebusukan pengadilan dunia. Betapa malangnya manusia apabila menyandarkan diri pada pengadilan dunia. Puji Tuhan, kita tahu dengan pasti akan ada pengadilan terakhir dari Tuhan sehingga hal tersebut memberikan kekuatan kepada kita anak-anakNya untuk hidup benar dan suci.
Jangan pernah bermain-main dengan keadilan karena setiap kita akan diadili menurut perbuatan kita. Allah yang adil akan menghakimi setiap ketidakadilan yang ada di dunia. Puji Tuhan, Dia masih memberikan kesempatan pada kita untuk bertobat sebab itu jangan sia-siakan waktu yang ada, segeralah bertobat. Bayangkan andai Tuhan hanya adil saja tapi tidak ada kasih maka kita pasti akan dihukum terus menerus karena manusia seringkali melakukan kesalahan. Jikalau kita telah siap menghadapi pengadilanNya maka kita tidak akan takut ketika Dia datang sebagai Hakim yang adil.
3. Ada hukuman atau sangsi yang harus ditanggung.
Jangan hanya takut pada penghakimanNya tapi takutlah pada penghukuman kekal yang akan kita terima. Penghukuman dunia dapat kita manipulasi bahkan dapat kita hindari tapi ingat kita tidak bisa mempermainkan penghukuman Tuhan. Marthin Luther mengutuk keras perbuatan Johanes Tetzel yang menjual surat pengampunan dosa demi uang untuk pembangunan Basilia St. Peter di Vatikan Roma. Jika surat pengampunan dosa dapat menyelamatkan kita maka betapa murah kematian dan kebangkitan Kristus dan neraka pasti kosong, bukan? Kalau keselamatan bisa dibeli dengan uang maka semua pengorbanan Kristus, pengadilan dan hukuman Tuhan menjadi tidak berguna; orang menjadi tidak takut Tuhan. Penghukuman dunia terbatas dengan waktu tapi penghukuman kekal berlaku selamanya.
Jangan takut dan gentar bila kita menderita sengsara dan siksa karena menjalankan kebenaran sejati karena kita tahu Tuhan Maha Adil. Yang menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita adalah kebangkitan kuasa Kristus telah mengalahkan kuasa kematian sehingga tidak ada lagi kuasa dosa yang membelenggu kita karena penguasa dunia ini telah dihukum (I Kor. 15:54-56). Karena itu, saudara-saudara jangan takut dan goyah tetapi tetaplah giat dalam Tuhan, menjadi saksiNya dan memberitakan Injil sehingga banyak orang sadar akan dosa, kebenaran dan penghakiman Tuhan. Amin. ?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)