Ringkasan Khotbah : 14 September 2003

Insaf akan Kebenaran

Nats: Yoh. 16: 10

Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno

 

Kenaikan Kristus ke sorga adalah demi supaya kita dapat terus bersama Dia dengan cara yang berbeda dan lebih berguna. Ia yang telah naik ke sorga akan tetap hadir bersama kita dalam kemuliaan yang kita lihat dengan mata iman; Ia mengutus Roh Kudus kepada kita untuk menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Allah telah merencanakan hal ini sejak dari kekekalan demi untuk kepentingan umat Tuhan, yaitu untuk memurnikan kita dan memimpin kita dalam ketaatan pada kebenaran Allah dan Roh Kudus diberikan untuk menjadi pengudusan bagi kita. Akan tetapi manusia ingin Kristus tetap berada di dunia dan menjadi Raja yang bersifat keduniawian. 

Kerajaan Kristus tidak bersifat keduniawian tetapi bersifat spiritual. Kerajaan Kristus tidak hanya sebatas Timur Tengah tetapi meliputi seluruh dunia di sepanjang jaman dan bersifat kekal. Roh Kuduslah yang memampukan kita menjadi saksiNya sehingga  kerajaan Allah dapat tersebar ke seluruh dunia. Misi Roh Kudus dikirim Kristus ke tengah dunia adalah untuk menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Maka patutlah dipertanyakan jika orang dikatakan penuh Roh Kudus tetapi tidak sadar akan dosa. Benarkah ia sungguh-sungguh beriman pada Kristus ataukah beriman pada keinginan nafsunya sendiri tetapi mengatasnamakan Kristus. 

Kita menolak pendapat yang mengatakan kalau kita percaya Kristus maka kita akan mendapatkan segala keinginan kita. Pendapat ini semakin membuktikan manusia telah berdosa. Dosa berasal dari kata hamartia yang berarti melawan kehendak Tuhan. Dosa yang tidak terampuni ialah yang dengan sengaja menentang Roh Kudus dan menolak kebenaran Allah. Ketika seorang sadar akan dosanya, ia akan mulai merasa tidak nyaman terhadap dirinya, mengakui keadaannya yang celaka, dan menyesali keadaannya. Orang demikian akan dibuat menjadi rendah hati dan digentarkan oleh rasa takut kepada Allah, dan membuat ia memandang pada kebaikan Allah: kemurahanNya, anugerahNya, keselamatanNya yang tersedia dalam Kristus. 

Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Jadi, jangan ada seorangpun diantara kita yang menyombongkan diri. Hanya anugerah Tuhan kalau kita insaf dosa dan bertobat. Kesombongan membuat manusia tidak mau mengakui  dosa dan tidak mau tunduk pada kebenaran Firman. Secara pelan dan pasti kesombongan akan menggiring kita masuk neraka.  

Manusia seringkali melawan kebenaran sejati dan menganggap dirinya sebagai kebenaran. Oleh karena itulah misi Roh Kudus juga menginsafkan manusia akan kebenaran. Perkembangan humanisme memuncak di abad ke 17 salah satunya Jean Paul Sartre menegaskan bahwa manusia telah dewasa dan mampu melawan Allah tapi pernyataan ini justru menunjukkan bahwa manusia tidak ada pengharapan sehingga berakhir dengan kebinasaan.  Pada masa pencerahan manusia merasa diri hebat, manusia dapat menyelesaikan semua masalah dengan teknologi. Namun hal ini mulai disadari bahwa teknologi bukanlah jalan penyelesaian tapi masalah kejiwaan sehingga muncul ilmu psikologi tahun 1900-an. 

Hati-hati dengan ajaran sesat yang muncul di kekristenan seperti gerakan neo pentakostalisme yang beraliran mistik. Memasuki era postmodern ini orang semakin tidak peduli dengan kebenaran dan bersikap skeptis. Orang telah dipengaruhi filsafat postmodern yang menyatakan bahwa tidak ada kebenaran sejati di dunia. Kita juga menolak ajaran agnostisisme yang menyatakan (1) di dunia tidak ada pengetahuan sejati, (2) kalaupun ada maka pengetahuan tersebut tidak dapat dimengerti, (3) kalaupun kita dapat mengerti maka pengetahuan tersebut tidak akan dapat dikomunikasikan. Dan sebagai kesimpulan tidak ada pengetahuan sejati sehingga segala sesuatu kita anggap benar itulah kebenaran padahal sesuatu yang orang anggap benar bisa salah.  

Manusia merasa diri hebat dan pandai sehingga tidak butuh Tuhan. Benarkah manusia itu pandai? Apakah seseorang dapat dikatakan pandai bila ia lebih mempercayai teori evolusi dibanding teori penciptaan? Lalu mengapa “orang pandai” bisa mencetuskan teori evolusi? Hanya kuasa Roh Kudus yang mencerahkan akal budi manusia mengerti akan kebenaran. Dan juga merupakan karunia bila kita dapat mengerti rahasia kerajaan Sorga karena tidak semua orang diberikan karunia untuk dapat mengerti hal Kerajaan Sorga (bd. Mat. 10:11-13).  

Hal anugerah inilah yang membedakan antara christian education dan secular education. Hanya anugerah bila kita dapat mengerti saat kebenaran sejati diajarkan. Hal kebenaran ini sangat berkaitan dengan kepergian Kristus ke sorga. Yoh. 16:10 menyatakan bahwa Kristuslah satu-satunya kebenaran yang hidup. Kebenaran sejati bukanlah sekedar teori yang bisa salah dan dipatahkan dengan teori lain. Kebenaran sejati haruslah hidup dan bersifat kekal. Teori hanyalah benda mati dan bersifat material maka ia harus berada di bawah dan dikuasai oleh yang hidup. Suatu kesalahan fatal bila hidup kita dikuasai oleh materi. Jangan biarkan hidupmu dikuasai oleh materi atau benda mati karena hal itu berarti hidup kita diletakkan di posisi rendah.  

Kini hukum pun yang seharusnya menjadi kebenaran hanyalah sekedar teori. Orang mempermainkan hukum dan mengubah hukum dengan seenaknya demi untuk keuntungan diri. Hanya Kristus satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Kalimat ini bukan sekedar teori tapi Dia sungguh-sungguh hidup. Sebab itulah para ahli Taurat dan orang-orang Yahudi mengatur siasat licik untuk membunuh Yesus.  Jadi, untuk mengerti kebenaran sejati bukanlah hal yang mudah sehingga diperlukan: 

Pertama, iman yang sejati. Iman sebagai pengetahuan yang lebih tinggi. Ketika kita menyebut iman sebagai pengetahuan, itu bukan hanya apa yang dimengerti oleh pengertian akal budi kita, karena iman menjangkau lebih dalam dari itu. Kita harus mempunyai iman terlebih dahulu agar kita dapat mengerti kebenaran sejati. Iman didasarkan pada Firman Allah dan iman juga berarti ketaatan pada Firman Allah. Tokoh-tokoh dalam sejarah gereja seperti Paulus, Anselmus, Augustinus, Calvin mengakui I believe therefore I understand.  

Erich Form berpendapat seseorang yang tidak mau mempercayai apapun telah membuktikan bahwa sebenarnya ia telah mempercayai sesuatu yang tidak ia percayai tersebut. Mengerti dimulai dari percaya begitu juga dengan ilmu pengetahuan. Untuk dapat mengerti teori “bending the time” dari Stephen Hawkins diperlukan iman. Bagaimana kita dapat mengerti teori “seseorang dapat melompat dan berjalan-jalan dari waktu ke waktu”? Bukankah untuk mengerti teori tersebut diperlukan iman? Lalu termasuk teori ilmu pengetahuan atau agama? Ilmu pengetahuan tidak terlepas dari iman. Hati-hati pada saat kita percaya kita bisa salah karena iman sejati hanya ada dalam Kristus yang dicerahkan oleh Roh Kudus pada kita. Jika Roh Kudus tidak mencerahkan jangan pernah berpikir kita dapat percaya pada Kristus. Inilah signifikansi Roh Kudus dikirim pada kita sehingga kita mempunyai iman yang sejati.  

Kedua, Roh Kudus mencerahkan akal budi manusia pada the true knowledge, pengetahuan yang sejati. Amsal mengatakan permulaan pengetahuan adalah takut akan Tuhan. Kalau kita mau mengerti realita, tatanan dunia dan apa yang terjadi dalam sejarah maka hal penting yang harus kita perhatikan adalah Roh Kudus mencerahkan kita dengan interpretasi pengertian yang tepat yang terkait dengan iman dan takut akan Tuhan. Dunia seringkali mendestruksi diri dengan pengetahuan dan berakibat pada penghancuran diri sendiri. Kalau kita dapat mengerti akan pengetahuan sejati, true knowledge pastilah bukan karena kehebatan manusia melainkan karena anugerah. Jangan sombong kalau kita mendapatkan dan  mengerti akan pengetahuan sejati tapi hendaklah kita dengan rendah hati mengakui bahwa semua kepandaian asalnya dari Tuhan.  

Manusia hanya mengerti apa yang dunia mengerti dan dunia menganggap telah mengerti segala hal padahal pengertian dunia salah. Dunia telah mencapai pada tingkat hopelessness of the world, dunia tanpa pengharapan. Manusia telah menganggap diri pandai karena telah mengerti dan dapat menyelesaikan segala permasalahan. Dia tidak sadar bahwa sesungguhnya dia bodoh. Yang dimaksud dengan orang bodoh adalah orang tidak sadar dirinya bodoh tapi merasa diri pandai sedangkan orang yang sadar dirinya bodoh, dia sebenarnya tidaklah bodoh tapi dia adalah orang yang rendah hati dan mau belajar menunjukkan dia orang yang pandai.  

Di dalam setiap pergumulan hidup kita biarlah kita selalu memandang pada kebenaran Firman Tuhan sehingga kita dapat mengerti realita dunia. Biarlah semua pengetahuan dan kepandaian kita didasarkan pada takut akan Tuhan. Dunia bukanlah menjadi penentu kepandaian kita tapi kepandaian ditentukan dari interpretasi yang tepat terhadap dunia dari sudut pandang Tuhan. Dunia akan memuji kita pandai bila kita percaya teori evolusi. Salah! Justru dia adalah orang yang bodoh. Percaya pada teori penciptaan itulah orang yang pandai. Dunia juga menganggap bodoh bila kita percaya akan kebangkitan Kristus, dunia menganggap hal-hal yang bersifat ilahi sebagai suatu kebodohan. Justru yang dianggap dunia sebagai kebodohan itulah kebenaran yang sejati dan kepadaNya kita harus beriman. True knowledge butuh pencerahan Roh Kudus. Pengetahuan sekuler tidak dapat membuat manusia pandai justru pengetahuan duniawi membuat manusia hancur dan rusak. Hanya Roh Kudus yang dapat membuat orang menjadi bijak di dalam Tuhan.  

Ketiga, Roh Kudus memberikan kepada kita kuasa/kekuatan sejati, true power untuk menjalankan kebenaran iman yang sejati. Ajaran yang salah tentang kuasa Roh Kudus, yaitu sakit jadi sehat, miskin jadi kaya dll. Alkitab mengajarkan kalau Roh Kudus turun maka Dia akan memberikan kuasa untuk menjadi saksiKu mulai dari Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kuasa Roh Kudus memberikan kita keberanian untuk menyatakan iman sejati, kebenaran sejati. Kebenaran Firman bertugas untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (II Tim. 3:16). Pertobatan merupakan suatu karunia Allah. Kata pertobatan (repentance) dalam bahasa Ibrani berasal dari kata konversi atau berbalik. Jadi kita dapat mendefinisikan pertobatan sebagai berbalik dari diri sendiri dan kembali kepada Allah sengan sungguh; suatu tindakan berbalik yang muncul dari takut akan Allah yang murni dan sungguh. Untuk hal ini kita harus bersiap untuk dibenci karena jalan yang diambil berbeda. Dunia mayoritas sedang menuju pada kebinasaan kekal sedangkan anak Tuhan yang minoritas berjalan menentang mayoritas menuju pada jalan keselamatan kekal.  

Kuasa Allah sejati adalah kuasa untuk menjadikan kita sebagai anak-anak Allah yang menyatakan kemuliaan Allah, kebenaran Allah dan mau bertekad untuk hidup memuliakan Allah. Sebab itulah kita memerlukan kuasa Roh Kudus yang menginsafkan kita akan kebenaran dan yang memberikan keberanian untuk menjadi saksiNya. Kalau kita menyatakan diri sebagai orang Kristen, percaya Kristus sudahkah ada Roh Kudus dalam hidup kita yang kepadaNya kita beriman? Biarlah dalam setiap pergumulan kita mau mengutamakan apa yang menjadi kehendakNya dan bukan kehendak kita. Hati-hati untuk hal ini karena lebih baik terlambat tapi berjalan bersama Tuhan daripada kita salah melangkah. Hati-hati dengan kehendak Tuhan dan kehendak kita sebab seringkali manusia merasa kehendak saya adalah kehendak Tuhan. Hendaklah kita selalu taat dipimpin dan berada dalam jalanNya dan percayalah Tuhan tahu apa yang terbaik bagi setiap anak-anakNya. Mintalah pada Tuhan agar kita dapat mengerti rencanaNya dan peka akan pimpinanNya.  

Kepekaan ini akan kita peroleh jika kita mempunyai persekutuan yang indah melaui doa dan membaca FirmanNya. Pengertian Firman yang dicerahkan oleh Roh Kudus pada kita akan membukakan mata kita akan realita dunia dan menginterpretasikan dengan benar. Ingat, kebenaran pengetahuan Firman yang dicerahkan Roh Kudus pada kita tidak akan sia-sia. Godaan dunia begitu kuat sebab itulah kita butuh kekuatan dari Roh Kudus untuk memampukan kita dalam menghadapi segala godaan dunia.  Amin?

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)