|
Ringkasan Khotbah : 24 Agustus 2003
Nats: Yoh. 16: 5-11 Pengkhotbah : Pdt. Sutjipto Subeno |
Para murid mulai disadarkan kembali perihal konsep mereka yang salah dalam mengikut Kristus. Mereka beranggapan Yesus akan menjadi raja yang besar bahkan lebih besar dari kerajaan Romawi yang menjajah bangsa Yahudi pada waktu itu dan Kristus ingin mencerahkan pikiran mereka yang keliru dan salah, bahwa Yesus datang bukan untuk menjadi raja dunia tetapi Ia harus menjadi tebusan bagi manusia berdosa dengan mati disalibkan; dan mengikut Kristus berarti kita harus siap dalam menghadapi segala tantangan dan penderitaan.
Ironisnya seseorang yang melakukan penganiayaan terhadap anak Tuhan merasa diri telah berbuat bakti terhadap Tuhan. Hal ini disebabkan karena konsep Allah dalam pikiran mereka telah tercemar. Jangan takut dan kuatir ketika kita mengalami aniaya siksa Tuhan akan memberikan kekuatan, Dia akan selalu beserta dan memimpin dan Dia juga ingin supaya kita memberitakan kebenaranNya. Kristus mengetahui bahwa ajaranNya tidaklah sesuai dengan keinginan nafsu duniawi mereka oleh sebab itu Kristus perlu mendobrak dan mencerahkan pikiran para murid yang salah tersebut.
Kristus membukakan tentang peranan Roh Kudus di dunia dalam injil Yohanes pasal 14 dan 16 pada para murid dan hal ini tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Konteks ayat ini perlu kita pahami karena jikalau kita tidak mengerti maka penjelasan Kristus menjadi tidak bermakna dan berpotensi besar untuk diselewengkan. Maka tidaklah heran bila banyak orang mengetahui pelayanan Kristus hanya sebatas mengajar, memberitakan Injil, mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Di balik empat aspek ini Kristus punya misi besar yang hanya dimengerti dan dipahami oleh anak Tuhan yang sejati karena Kristus hanya mengajarkan secara ekslusif pada murid-muridNya yang sejati.
Pengajaran Kristus tentang kabar baik ini tidaklah sesuai dengan dunia harapkan. Dunia tidak suka dengan dengan kabar baik sejati; manusia tidak suka bila diberitahu kondisi mereka yang sesungguhnya, yaitu bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa dan jika manusia tidak mau taat maka hukuman Tuhan akan turun atas manusia berdosa dan satu-satunya jalan agar manusia diselamatkan hanyalah melalui Tuhan Yesus dan membiarkan diri di bawah pimpinanNya dengan mutlak. Bagi manusia berdosa kabar baik ini justru merupakan kabar buruk karena manusia tidak mau tunduk di bawah kuasaNya.
Hanya berkat-berkat Tuhan Yesus yang diterima manusia itulah yang merupakan kabar baik bagi manusia. Dari mujizat lima roti dan dua ikan muncul kesimpulan yang salah dari manusia yang humanis materialis, yaitu mengikut Yesus berarti tidak akan ada penderitaan melainkan kesuksesan. Dunia tidak mengerti bahwa mengajar, memberita-kan injil, mengusir setan dan menyembuhkan penyakit bukanlah tugas utama Kristus; misi terbesar dan yang paling utama adalah pergi ke Yerusalem menanggung penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, mati disalib dan bangkit pada hari ke tiga. Hanya Yesus, Allah yang berinkarnasi menjadi manusia yang dapat menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.
Hanya anugerah kalau kita dapat mengerti kehendak Tuhan lewat kebenaran pengajaran Kristus yang ekslusif di Yoh. 13:32-16:33. Tuhan Yesus untuk yang kedua kali kembali mengajar tentang doktrin Roh Kudus yang merupakan keunikan dari iman Kristen yang tidak dimiliki agama lain di dunia sehingga doktrin ini sangat mudah untuk diselewengkan. Agama-agama dunia juga mengajarkan konsep kemenangan dan kesuksesan dari tokoh agamanya dengan kenaikannya ke sorga. Amin.?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)