![]() |
Ringkasan Khotbah : 08 Desember 2002 Yesus Terang Dunia Nats: Yes 8:23-9:6; Yoh 1:4,5; 8:12 Pengkhotbah : Ev. Solomon Yo |
Sebentar lagi kita akan merayakan Natal, memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Apa makna kelahiran Yesus bagi dunia ini, bagi kita? Bagi Nabi Yesaya, kelahiran Yesus berarti datangnya terang yang besar bagi bangsa yang berjalan dalam kegelapan (Yes. 9:1). Tetapi ketika dikatakan bahwa kedatangan Yesus membawa terang, lalu apa artinya terang itu? Berkat dan anugerah apa yang dibawa masuk ke dalam kehiudpan kita melaui kedatangan-Nya? Apa artinya ketika Yesus berkata, “Akulah terang dunia” (Yoh. 8:12) Dalam renungan ini kita akan melihat beberapa pengertian pernyataan bahwa Yesus adalah terang dunia. Terang adalah konsep yang umum yang dipakai oleh banyak agama, namun mempunyai pengertian yang cukup rumit. Kita akan menghindari segala macam spekulasi filosofis maupun teologis, dan menggali arti kata ini sepenuhnya dari pemakaiannya di dalam Alkitab.
1. Dalam Yesus terang dunia, kita mendapatkan hidup kekal (hidup dalam segala keberkatan dari Allah), kelepasan dari penghukuman, pengampunan dosa, keselamatan serta shalom.
Bagi nabi Yesaya, Israel yang berada di dalam kehancuran di bawah penaklukan Asyur akibat dosa mereka tidak akan terus berada dalam keadaan yang terhimpit, sebab anugerah Tuhan akan dicurahkan kepada mereka. Mereka yang “berdiam di negeri kekelaman” atau “in the land of the shadow of death” (NKJV;NIV) atasnya terang telah bersinar (Yes 9:1). Jadi terang adalah kebalikan dari hukuman dan maut, yaitu hidup kekal, pengampunan dosa, keselamatan, dan shalom. Imam Zakharia yang mengutip nubuat ini menegaskan kembali pengertian ini ketika ia menubuatkan pelayanan anaknya, Yohanes Pembaptis. Ia memahami bahwa berkat yang dibawa Mesias kepada umat manusia ialah “keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa” (Luk. 1:77), bahwa terbitnya “Surya pagi dari tempat yang tinggi,” yaitu terang itu adalah “untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera atau shalom” (Luk 1:78c-79). Terang adalah keselamatan sempurna dari Allah yang dibawa masuk oleh Yesus Kristus.
Seluruh umat manusia telah berdosa. Kita semua berada di bawah kuasa dosa yang memperbudak kita dan membawa kita pada kematian. Keselamatan dari kuasa dosa dan maut adalah kebutuhan eksistensial setiap orang. Inilah yang menjadi alasan munculnya agama-agama. Tetapi siapakah yang dapat memberikan keselamatan sejati kepada kita? Hanya Allah sendiri yang dapat memberikan keselamatan sejati kepada kita. Di dalam diri Yesus Allah telah melakukan tindakan penyelamatan yang konkrit dalam sejarah manusia. Allah bukan ide yang jauh di sana, tanpa relevansi nyata dengan kenyataan hidup kita yang celaka. Dalam diri Yesus, Allah telah mendatangi kita sebagai terang yang mengusir kegelapan kita (perbudakan dosa, penghukuman, kehidupan yang hancur, dan kematian). Mesias yang menyelamatkan kita itu adalah Mesias ilahi, yaitu Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita (Yes 9:5).
Penegasan diri Yesus, “Aku adalah terang dunia” (Yoh. 8:12) adalah satu dari tujuh pernyataan “Aku adalah” (ego eimi) di dalam Injil Yohanes. Enam pernyataan lain ialah: “Akulah roti hidup” (6:35); “Akulah pintu” (10:7,9); “Akulah gembala yang baik” (10:11,14); “Akulah kebangkitan dan hidup” (11:25); “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (14:6); dan “Akulah pokok anggur yang benar” (15:1,5). Penyelidikan Alkitab menunjukkan bahwa penegasan yang unik “Aku adalah” yang ditegaskan Yesus dalam Injil Yohanes mempunyai kesejajaran arti dengan penegasan “Aku adalah Aku” dari Allah ketika ia menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan perjanjian (YHWH) kepada Musa dalam Keluaran 3:14. Jadi melalui penegasan “Akulah terang dunia,” Yesus sedang menegaskan identitas dan otoritas dan hak keilahian-Nya, sekaligus penyataan karakter diri dan tindakan penyelamatan-Nya bagi umat manusia. Ia yang adalah Tuhan Allah, adalah pemberi terang keselamatan kepada manusia berdosa. Penyataan diri Yesus ini juga harus kita lihat dalam latar belakang ungkapan orang saleh Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku” (Mzm. 27:1). Sekarang, terang itu, yaitu Tuhan sendiri, datang dalam diri Yesus, untuk membawa keselamatan kepada umat manusia. Inilah berita Injil yang dinubuatkan oleh Yesaya, yang direalisasikan pada malam natal di Betlehem.
Identitas diri dan pekerjaan Yesus sebagai terang dunia juga ditegaskan di dalam Yohanes 1:1-5. Dalam Yohanes 1:1-3, rasul Yohanes menegaskan bahwa Sang Firman, yaitu Yesus Kristus adalah Pribadi kedua dari Allah Tritunggal, yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sejak kekekalan, Dia sendiri bukanlah ciptaan, sebaliknya melalui Dialah segala sesuatu diciptakan, dan sebelum Dia menciptakan, belum ada suatu apa pun yang telah diciptakan. Dalam ayat 4 dikatakan bahwa “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Di sini Yesus ditegaskan sebagai sumber hidup, yang daripada-Nya seluruh alam semesta dan manusia memperoleh hidupnya.
Tetapi “hidup” di sini, bukan sekadar hidup biologis, melainkan hidup dalam berkat dan perkenanan Allah. Dalam bahasa Yunani, ada dua kata yang dipakai untuk kata ‘hidup’, yaitu ’bios’ dan ’zoe’. Bios ialah hidup biologis; sedangkan zoe ialah hidup ilahi, hidup dalam segala berkat ilahi. Orang bisa memiliki bios, hidup fisik, tanpa memiliki hidup ilahi, zoe. Dalam contoh kehidupan sehari-hari, banyak orang yang memiliki hidup, tetapi dalam penderitaan yang begitu berat, sehingga mereka berpikir lebih baik tidak pernah dilahirkan. Dalam arti rohani, bios tanpa zoe, kehidupan atau keberadaan tanpa berkat dan perkenanan Allah, inilah keadaan mereka yang dijauhkan dari hadirat Allah, mereka yang berada dalam penghukuman dan kebinasaan kekal.
Siapakah yang dapat memberikan zoe itu kepada kita? Yesus Kristus, sumber hidup manusia itulah satu-satunya yang sanggup memberikan zoe, hidup kekal, keselamatan sempurna kepada kita. Penebusan Yesus memungkinkan kita untuk hidup dalam segala berkat dan perkenanan Allah. Di zaman sekarang agama telah saling belajar. Walaupun kita memiliki agama yang sejati, tetapi mungkin umat telah gagal memahami dan menampilkan keunikan kekristenan. Sehingga orang mulai berpikir kekristenan sama dengan semua agama lain. Orang Kristen seharusnya punya zoe, hidup dengan kuasa ilahi yang memerdekakannya dari cengkeraman dosa, bukan sekadar datang beribadah dan melayani secara formal di Gereja tetapi tidak mengalami kuasa hidup yang memerdekakan.
2. Dalam DiriNya, orang Kristen menemukan pernyataan pengajaran/wahyu kebenaran Allah.
Inilah arti Terang yang dijelaskan di Mzm 119:105, Yes 2:5b dan Yes 51:4c-d. Berarti, itulah tuntunan atau jalan untuk menjalankan hidup. Firman, perintah, pengajaran dan wahyu Tuhan ialah Terang lalu puncaknya hanya dalam Kristus. Di zaman dulu, Allah telah memakai para nabiNya untuk menyatakan Diri. Manusia perlu dituntun.
Melalui pernyataan Yesus, orang mengenal Allah sejati (Yoh 14:9 dan Mat 11:27). Tanpa Kristus sebagai puncak kesaksian para nabi, ia hanya menemukan allah hasil imajinasi dan filosofi sesat. Bagi Martin Luther, itulah teologi kemuliaan yang justru tak membawa manusia kepada Tuhan. Terang yang dibawa oleh Yesus untuk menuntun langkah hidup umatNya.
Manusia berada dalam kegelapan/kesesatan/ignorance, bukan sekedar tak tahu. Kebodohan sering berakibat kesalahan dan juga terkait dengan kebebalan serta kejahatan/immoralitas. Orang yang berjalan dalam kegelapan tak dapat melihat secara jelas. Ia akan tersandung dan jatuh. Ia tak tahu arti dan tujuan hidupnya (Yoh 12:35). Orang Kristen seharusnya tak seperti yang ditulis oleh Paulus di Ef 2:12 dan Rm 1:21. Orang mungkin menyembah tuhan/dewa tapi tersesat tanpa Allah.
Manusia merasa sangat pandai tapi sebenarnya hati dan pikirannya jadi gelap, bebal serta bodoh bukan karena IQ rendah. Banyak orang terkenal dan punya IQ tinggi tapi tak memiliki Terang Firman, seperti Nietzsche yang cerdas luar biasa tapi hidupnya rusak. Ia merasa bijaksana. Tulisannya sangat sombong dan keras tapi melawan Tuhan. Ia berani menyatakan diri anti-Kristus lalu merusak orang lain. Ia menumpuk murka Allah. Pengetahuan Bertrand Russell sangat luas dan kepandaiannya luar biasa. Ia ahli Matematika, Filsafat dsb tapi tak percaya kepadaNya. Ia berpendapat Kekristenan pasti jatuh. Ia lebih bodoh daripada orang sederhana dengan kebijaksanaan. Seperti di Mzm 119:97-100, orang yang mentaati Firman akan lebih bijaksana daripada pengajar.
Banyak agama menawarkan jalan, ajaran, moralitas dsb tapi tak selalu membawa pencerahan pengertian kebenaran sejati. Di agama manusia ada banyak kepalsuan, kefasikan dan penyesatan. Dalam dialog antara Kristus dan pemuda kaya yang hebat di masyarakat, moralnya baik dan kebajikannya luar biasa (Mat 19:16-26) diketahui ternyata agama, kerohanian dan kesalehan manusia kosong belaka. Yesus menyatakan manusia itu hancur binasa, keji dan penuh kesesatan maka membutuhkan anugerah hidup baru yang hanya diberi olehNya. Mereka tak sungguh menjalankan kesalehan, kebajikan dan Firman. Ketika ditantang, mereka tak lebih mengasihi Allah dan sesama daripada uang. Pemuda tersebut mengatakan telah melakukan semua Firman. Tapi ketika Tuhan memintanya menjual dan memberikan hartanya pada orang miskin lalu mengikutiNya, ia dengan sedih meninggalkanNya serta mengabaikan sesama. Orang Farisi yang paling ketat berusaha melakukan Firman hanya punya keagamaan lahiriah. Tapi Kristus menunjukkan esensi agama dalam hati/motivasi terdalam. Ketika melakukan kebajikan, kesalehan, ibadah, puasa dan pengorbanan diri, orang beragama merasa sudah hebat sekali. Padahal hanya melalui Kristus, ia menemukan arti dan kuasa kesalehan sejati. Bukan dengan kekuatan sendiri. Ia tak mampu mengerti dan melakukannya. Hanya dengan anugerah yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri, ia baru dapat berjalan dalam TerangNya serta tahu kebenaran yang mendatangkan kesejahteraan dan berkenan kepada-Nya. Orang Kristen seharusnya tahu tujuan dan arah hidup yang berkenan kepadaNya sehingga beda dengan dunia karena tak lagi dikuasai oleh kegelapan.
3. Yesus datang bukan hanya mengajarkan tapi mewujudkan kehidupan yang paling berkenan kepada Allah.
Semua orang berdosa. Tak ada yang hidup berkenan kepadaNya. Di Mzm 8 ada ungkapan yang sangat indah mengenai manusia. Betapa luar biasa ia diciptakanNya. Ia juga ditempatkan hampir sama denganNya. Ia diberi mahkota dan kemuliaan. Tapi ia penuh kehinaan dan kehancuran. Hatinya sempit dan lebih mementingkan diri sendiri. Ia mudah terpikat oleh dosa. Tak ada yang memenuhi gambaran manusia di Mzm 8. Bahkan ia bisa jadi lebih buruk daripada binatang. Hanya Kristus yang menggenapi jadi manusia sejati (Mat 3:17). Ia datang tak hanya sebagai anak Allah tapi juga anak manusia untuk mewujudkan kehidupan sempurna agar Ia layak jadi korban penebusan/Juruselamat yang tak bercacat cela. Orang mungkin tahu hidup yang benar tapi hanya Yesus yang melaksanakannya. Mereka yang mengalami kuasa penebusan dan menerima inspirasi dariNya akan mewujudkan hidup yang berkenan kepada-Nya.
Yesus ialah Terang di dunia yang gelap, jahat dan beda denganNya meskipun sangat berat. Ketika menyatakan kesaksian hidup dalam Firman, orang Kristen merasa akan dilawan, ditindas, dimusuhi dan dihancurkan. Inilah yang dialami oleh Kristus ketika menyatakan hidup yang saleh luar biasa. Ia menghadapi segala resiko. Maka Ia dianggap idiot oleh dunia karena terlalu jujur, tulus, murni, sopan, baik dan pengampun. Akhirnya Ia harus mati.
Yoh 1:5 sangat luar biasa. Di dunia gelap dan bengkok, terang Kekristenan seharusnya bersinar. Kalau tidak, kegelapan mengalahkan dan menguasainya. Politik itu kotor. Bisnis harus berbohong agar dapat keuntungan dan jadi kaya. Kebanyakan orang berpendapat kalau tidak seperti itu, tak bisa hidup. Orang dapat keuntungan sebenarnya bukan karena berbohong melainkan berkat Tuhan. Kondisi jemaat Kristen pertama lebih sulit daripada sekarang. Mereka dihina tapi percaya kepada Mesias yang disalib dan harus menyaksikan iman tersebut serta menghadapi Romawi dan bangsa kafir meskipun mengalami kesulitan, desakan, siksaan dsb. Saat ini banyak orang pandai dan kaya jadi Kristen. Cukup membanggakan tapi mungkin kadang juga sangat memalukan. Orang Kristen seharusnya punya hati serta keberanian untuk bersaksi dan membayar harga, bukan jadi pengecut yang menjual Tuhan. Kalau tidak, takkan ada yang mengabarkan Injil. Kalau tak ada yang mengorbankan jiwa dan nyawa, takkan ada orang percaya. Mereka patut dikagumi dan harus diteladani.
Kalau Kristus tak memulai, takkan ada orang melakukan kebajikan dan pengorbanan diri untuk jadi terang bagi yang lain. Ia seperti lilin. DiriNyalah yang hancur. Seluruh hidupNya diserahkan dan dikorbankan bagi umatNya agar Terang itu bercahaya. Pelayanan membutuhkan pengorbanan. Ini terinspirasi dari Yesus. Tapi dalam beribadah dan memuji Tuhan kadang orang Kristen tak bersemangat. Di pelayanan mungkin juga mengadakan perhitungan. Pemberian orangtua pada anak yang dikasihinya merupakan hasil keringat dan darahnya.
Martin Luther King Jr. mengajarkan ketika mengalami berkat dan kondisi lancar, ingatlah orang yang telah berjuang serta berkorban memungkinkan semua itu dapat dinikmati. Manusia berada dalam waktu dan tak lepas dari orangtua serta generasi sebelumnya. Orang jadi Kristen karena ada yang mengabarkan Injil padanya. Ada yang melalui siaran radio meskipun tak jadi kaya karena ia sangat mengasihi jiwa. Tongkat estafet ini dimulai dari Kristus lalu diteruskan oleh Paulus dst.
Tiap kali melayani, Paulus menghadapi tantangan, penindasan dan kesulitan. Padahal ia juga menginginkan kesenangan dan kenyamanan. Tapi baginya sebagai hamba Tuhan, ia mempersembahkan seluruh hidupnya untuk mencari jiwa. Ia hidup untuk berkorban bagi orang lain.
Orang Kristen mungkin tak mencapai taraf luar biasa tapi harus meneruskan estafet dari Terang. Ia seharusnya membawa Terang ke sekitarnya dengan mengabarkan Injil serta menyaksikan kebaikan, kebajikan dan kejujuran meskipun sulit. Amin.?
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)