Ringkasan Khotbah : 13 Oktober 2002

Pembangunan Tubuh Kristus melalui Pelayanan Bersama

Nats: Ef 5:25b-27; 4:11-16

Pengkhotbah : Ev. Solomon Yo

 

Tuhan menganugerahkan dorongan alamiah dalam diri setiap orangtua untuk mengasihi anak-anak mereka, itulah sebabnya mereka rela untuk memberikan begitu banyak perhatian dan hal-hal terbaik yang dapat mereka berikan kepada anak-anak mereka. Tetapi sangat disayangkan, tidak semua kasih sayang orangtua menjadikan anak-anak mereka baik dan bahagia, bahkan tidak kurang yang menjadi orang yang brengsek dan hidup dalam kehinaan. Sungguh ironis, kasih sayang yang indah memberi hasil yang begitu buruk. Para pendidik menunjukkan bahwa tidak semua kasih sayang orangtua diwujudkan dengan cara yang bijaksana, inilah alasan mereka gagal membangun anak-anaknya dalam kebenaran dan kebaikan.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Allah kepada kita. Ia mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita; setelah itu, Ia masih terus bekerja dalam diri kita untuk menghasilkan pertumbuhan seperti yang telah Ia tetapkan bagi kita. Kasih Allah sedikitpun tidak bersifat merusak, sebaliknya kasih-Nya yang kudus dan mulia itu memiliki tujuan untuk membawa kita ke dalam kesempurnaan menurut kepenuhan Kristus. Bagaimana ini diwujudkan? Ini diwujudkan melalui pelayanan semua anggota tubuh-Nya. Inilah yang akan kita pelajari dalam renungan hari ini.

1. Allah mengasihi Gereja dengan kasih yang kudus dan bertujuan

Efesus 5:25b-27 menunjukkan bahwa Allah tidak berhenti dengan menebus kita melalui pengorbanan diri Anak-Nya, walaupun kita sering menyakiti hati-Nya dengan ketidaksetiaan kita, tetapi Dia tidak pernah menyerah terhadap kita. Ia terus mengerjakan pengudusan dalam diri kita “untuk menempatkan kita di hadapan diri-Nya dengan cemerlang, tanpa cacat atau kerut yang serupa itu, tetapi supaya kita kudus dan tidak bercela.” Tujuan pengudusan ini ialah untuk membawa kita sebagai mempelai Kristus yang kudus dan tidak bercacat,

Allah begitu memperhatikan pertumbuhan gereja-Nya sehingga Ia mengaruniakan hamba-hamba-Nya bagi gereja untuk melayani mereka. Pelayanan mereka akan dihakimi dan diberi balasan setimpal, “jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah” (1Kor. 3:14). Ia melindungi gereja yang Ia kasihi, “jika ada yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah adalah kamu.” (1Kor. 3:16-17). Peringatan untuk tidak merusak gereja, tidak hanya tertuju kepada non-Kristen, tetapi juga kepada orang Kristen. Mereka tidak boleh melakukan perbuatan tidak pantas yang dapat mencemarkan tubuh Kristus. ”Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!” (1Kor. 6:15). Demi tujuan Allah bagi gereja-Nya dapat diwujudkan, Paulus rela bersusah payah dan mengalami banyak penderitaan, inilah yang ia katakan, ”Hai, anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu” (Gal. 4:4:19).

Orang Kristen adalah manusia eskatologis, yang hidup di dalam ketegangan dua realitas. Kita adalah orang beriman yang hidup berdasarkan pengharapan masa depan yang dijamin kepastiannya oleh kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus; mata kita tertuju ke atas, ke masa depan yang menantikan kita. Oleh anugerah-Nya gereja pasti akan ditransformasi ke dalam kemuliaan. Inilah visi gereja yang seharusnya memotivasi bagaimana kita menjalani hidup kita. Tetapi di pihak lain, kita menghadapi realitas lain, yaitu fakta bahwa kita yang masih hidup di dunia ini adalah orang-orang yang penuh dengan kelemahan, kekhilafan, kesalahan dan dosa. Tatanan dunia sekarang yang jahat ini terus berusaha menyeret kita ke dalam kehinaan, dan menjauhkan kita dari maksud Allah. Selama hidup dalam dunia ini, kita harus berjuang untuk hidup sesuai dengan visi Allah bagi gereja-Nya. Kasih Tuhan yang dicurahkan kepada kita bukanlah alasan bagi kita boleh hidup melampiaskan nafsu jahat, sebaliknya itu harus menjadi dorongan untuk mencapai tujuan Allah bagi kita.

Rasul Paulus rela melayani dengan berjerih lelah, menghadapi banyak kesulitan dan penderitaan, bukan karena gereja itu sempurna, baik, dan menarik, tetapi supaya ia dapat menempatkan gereja di hadapan diri-Nya kudus, indah dan cermerlang. Inilah yang Allah kehendaki bagi gereja yang dikasihi-Nya, yaitu diproses terus menuju kesempurnaan.

 2. Kristus mengaruniakan hamba-hamba-Nya (para rohaniwan) untuk memperlengkapi Gereja di dalam membangun tubuh Kristus

Siapakah yang akan dipakai oleh Allah untuk membangun gereja-Nya? Jawabannya ialah semua anggota tubuh Kristus. Tetapi mereka baru dimungkinkan untuk terlibat dalam pembangunan tubuh Kristus ini kalau mereka sendiri telah bertumbuh dalam iman, pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan kepenuhan Kristus (Ef. 4:13). Dan meneguhkan mereka dan memperlengkapi mereka bagi pelayanan pembangunan tubuh Kristus, Tuhan mengaruniakan hamba-hamba-Nya bagi gereja. 

Kita harus menyambut panggilan untuk bertumbuh dan diperlengkapi bagi pelayanan pembangunan tubuh Kristus ini dengan sukacita. Sebab ini adalah kehendak Allah yang baik kita. Kita mengerti bahwa kalau kita gagal untuk bertumbuh, maka dengan tidak adanya pengetahuan yang benar, iman yang teguh dan karakter yang kuat, kita akan selalu mengambil keputusan-keputusan yang salah dan merugikan diri kita sendiri. Kita akan selalu diombang-ambingkan oleh berbagai tipu daya si jahat. Dan akhirnya kita bukan saja merusak diri kita sendiri dan dijauhkan dari sejahtera yang dimaksudkan Allah bagi kita.

Allah tidak kekurangan berkat bagi kita, tetapi yang menjadi penghalang bagi kita untuk betul-betul menikmati berkat Allah ialah kesalahan-kesalahan kita sendiri. Allah menerbitkan matahari dan memberikan hujan kepada orang benar dan orang tidak benar, Ia menganugerahkan berbagai kebaikan kepada seluruh umat manusia, tetapi kesesatan kita telah mengubah berkat Allah menjadi kutuk bagi kita. Selama hati kita masih rusak, semua berkat Allah tidak akan memberi manfaat sejati bagi kita. Inilah alasan mengapa kita harus bertumbuh dalam kebenaran Allah, karena hanya dengan demikian kita dipersiapkan untuk menyambut berkat Tuhan.

Penolakan untuk bertumbuh dan diperlengkapi bagi pekerjaan pembangunan tubuh Kristus, bukan saja mengakibatkan kita akan jatuh ke dalam berbagai kesalahan, tetapi juga akan mendukakan hati Tuhan. Anak yang menolak nasehat yang baik dari orangtuanya, bukan saja ia akan didera oleh kegaga­an, kemiskinan, dan penderitaan, tetapi juga ia akan membuat orang­tuanya berdukacita dan dipermalukan. Sebaliknya anak yang mau menurut nasehat orang­tuanya untuk bertumbuh dalam kebenaran dan kebajikan akan mendapatkan kesejahteraan dan kemuliaan, serta memberikan kebanggaan dan kemuliaan kepada orangtuanya.

Gereja Reformed Injili telah menyediakan berbagai sarana bagi setiap jemaat untuk bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Allah dan untuk diperlengkapi bagi setiap pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah. Kita mempunyai kelas STRI-S, berbagai seminar, dan Ready Bread, jika kita mengabaikan semua itu sehingga gagal untuk bertumbuh, maka hidup kita adalah suatu ironi yang menyedihkan.  

3. Allah menetapkan Gereja bertumbuh melalui pelayanan bersama semua anggotanya.

Gereja bagaikan satu keluarga, di dalamnya ada orang yang lemah, dan ada yang lebih kuat; ada yang kekanak-kanakan, dan ada yang lebih dewasa. Allah berkehendak untuk memakai anak-anak-Nya yang sehat untuk merawat yang sakit dan terluka, yang lebih dewasa membimbing yang lemah, sehingga seluruh bagian tubuh Kristus bertumbuh menjadi dewasa dalam Kristus.

Melalui pelayanan orang-orang yang setia dalam mengerjakan penyiaran radio Kristen, penerbitan literatur, saya dapat mengenal Yesus dan diselamatkan. Ketika saya masih sebagai orang Kristen baru yang lemah, Ia memakai hamba-hamba-Nya untuk membangun iman saya melalui pengajaran firman, bimbingan dan perhatian mereka. Tetapi Ia juga memakai orang Kristen lain yang lebih dewasa untuk mendukung saya untuk mengalami pertumbuhan, dengan menyambut saya sebagai saudara seImannya, sahabatnya, dan rekan pelayanannya. Adanya pertumbuhan dalam diri saya, memungkinkan saya untuk mulai melayani. Salah satu pelayanan yang saya lakukan ialah membimbing seorang yang belum pernah mengenal Yesus untuk menjadi orang percaya. Pelayanan yang ia terima melalui saya dan anggota tubuh Kristus yang lain juga menghasilkan pertumbuhan rohani dalam dirinya, sehingga akhirnya ia juga turut ambil bagian dalam pelayanan, dan dapat memberi kesaksian yang indah bagi Kristus melalui kehidupan yang mengutamakan Tuhan dalam usahanya.

Allah tidak hanya memakai para rohaniwan dalam pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus. Walaupun para rohaniwan memiliki peranan yang khusus, seperti memberikan pengajaran firman dan kepemimpinan rohani, tetapi rancangan umum Allah bagi gereja-Nya ialah supaya setiap orang percaya dengan peranan mereka yang unik melayani orang Kristen lain. Inilah alasan kita harus saling melayani.

Melalui pelayanan bersama satu terhadap yang lain, kita membangun tubuh Kristus. Setiap orang di sekitar kita adalah anggota tubuh Kristus yang harus kita kasihi, karena mereka dikasihi Allah. Segala sesuatu yang kita lakukan bagi orang Kristen lain adalah pelayanan kita bagi Kristus. Dengan membantu orang lain bertumbuh, kita membangun tubuh Kristus, sebaliknya setiap perlakuan yang melukai orang Kristen lain adalah serangan atau dosa terhadap Kristus.

Kita harus melayani sesama kita, karena ketika kita membantu orang lain bertumbuh dalam Kristus kita sedang memperluas kerajaan Allah dan mengalahkan kejahatan. Orang-orang yang kita menangkan bagi Tuhan, suatu hari akan dipakai oleh Tuhan menjadi saluran berkat Allah bagi banyak. Sebaliknya orang-orang yang gagal kita jangkau mungkin suatu hari akan menjadi bencana bagi kemanusiaan dan gereja. Kegagalan gereja menjangkau orang-orang seperti Karl Marx, Sigmund Freud, Friedrich Nietzsche, dan lainnya, mengakibatkan gereja harus menghadapi serangan yang begitu sengit dari mereka. Bagaimana wajah dunia sekarang dan di masa mendatang, terkait erat dengan bagaimana kita memberi pengaruh Kristen kita kepada orang-orang di sekitar kita.

Kita harus harus melayani, karena di dalam melayani orang lain untuk bertumbuh, kita pun mengalami proses pertumbuhan yang signifikan. Untuk dapat melakukan pelayanan yang efektif dan efesien, kita harus banyak belajar dan bertumbuh, untuk dapat mengatasi begitu banyak kesulitan dalam melayani orang lain, kita mengalami banyak proses pembentukan, dan melalui semua ini, kita bertumbuh.

Banyak orang tidak mau melayani karena takut dirugikan; mereka tidak sadar bahwa melayani Tuhan tidak pernah rugi. Semua yang kita lakukan bagi Tuhan bukanlah pengorbanan karena justru di dalamnya kita benar-benar diberkati. Justru orang yang tidak melayani, dan yang tidak melayani dengan sungguh-sungguh adalah orang yang merugi. Saya pernah membaca satu ilustrasi yang sangat berkesan mengenai dua bidang tanah. Tanah yang pertama rela untuk digarap dan ditanami, dan itu berarti gangguan dan kesakitan, tetapi hasil akhirnya ialah ia lahan yang menghasilkan tanaman yang indah dan berhasil guna, dan itu membuatnya sangat bahagia. Tetapi tanah kedua tidak mau diganggu, maka ia hanya menghasilkan onak duri yang tidak berguna. Semakin lama, ia semakin terlantar, sesak dan terlihat jelek. Ketika tanah yang pertama bersukacita atas keindahan dan manfaat yang dapat ia berikan, tanah kedua hanya dapat menyesali keadaannya yang buruk. Amin.?

 (Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhot­bah)