RESENSI BUKU

Back To Basic

David G. Hagopian (ed.), P&R Publishing, 1996.

Kontributor :   Douglas J. Wilson,  Douglas M. Jones III,  Rober Wagner,  David G. Hagopian.

317 hal.

                       oleh: Sutjipto Subeno S.Th., M.Div.

Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang berpusat pada Allah, mengakui kedaulatan Allah atas seluruh ciptaan, dan pada akhirnya akan kembali mempermuliakan Allah. Itulah yang menjadi tesis dari bu­ku ini. Dengan dimulai oleh prakata Dr. R.C. Sproul, buku ini men­coba melihat kesulitan kehidupan Kristen apabila keluar dari pu­sat Kekristenan, yaitu kedaulatan Allah itu sendiri.

Buku ini dimulai oleh Douglas Wilson dengan mem­bi­ca­ra­kan awal kehidupan Kristen yaitu pertobatan yang sejati. Kemudian dilanjutkan oleh Douglas M. Jones III yang membahas perlunya ke­hi­dupan Kristen diproses di dalam kaitan Perjanjian (Covenant), yang menjadi inti di dalam ajaran pertumbuhan Kristen, dan ke­hi­dupan bergereja dibahas oleh Roger Wagner, serta ditutup oleh David Hagopian sendiri membicarakan keindahan kehidupan Kris­ten.

Sekalipun terlihat sampul mukanya kurang menarik, tetapi isi buku ini sesungguhnya sangatlah luar biasa. Hal itu bisa sekilas kita lihat dari para komentator yang adalah para tokoh Kristen di kelas dunia, seperti Dr. R.C. Sproul (profesor dan pendiri Ligonier Ministries), Dr. James Kennedy (yang mempopulerkan Evangelism Explosion), John Frame (murid Dr. Cornelius Van Til, profesor sistematik di Westminster Theological Seminary), Marvin Olasky, Jay E. Adams, John Montgomery Boice, G.I. Williamson (semua penulis buku yang sangat terkenal di dunia internasional).

Keistimewaan buku adalah kekuatannya membukakan dan meluruskan kesalahan konsep bahwa teologi Reformed hanyalah teologi yang kaku dan hanya menimbulkan perdebatan sengit tanpa pengaruh dalam kehidupan. Teologi Reformed adalah teologi yang justru secara konsisten membicarakan kaitan antara pengenalan akan Allah yang ketat dengan aplikasi kehidupan yang integratif. Melalui buku ini, para penulis membukakan keindahan kehidupan Kristen yang kembali kepada Alkitab berdasarkan konsep teologi Reformed. Dengan demikian, kita bisa melihat betapa indahnya pe­nge­nalan akan Allah yang sejati dengan kehidupan Kristen sehari-hari. Dimulai dari pertobatan sampai keseharian, kehidupan Kristen merupakan satu rangkaian yang simultan dan menyatu. Semuanya kembali kepada kedaulatan Allah yang mengikat seluruh bagiannya. Maka untuk kita bisa menikmati keindahan kehidupan Kristen yang sesungguhnya, kita perlu Back to Basics (Kembali ke Asas-Asas Dasar).

Buku ini sungguh memberikan wawasan kehidupan Kristen yang akan sangat berguna bagi setiap orang Kristen. Sasaran buku ini sangat luas, dari mulai seorang Kristen pemula, sampai seorang teolog sekalipun.?