|
www.griis.org/readybread.htm |
|
||||
| 4 | |||||
|
Lukas 9:18 - 11:28 |
|||||
| 4 - 10 Februari 2002 | |||||
| PENGANTAR | |||||
|
“Menurutmu siapakah Aku?” merupakan pertanyaan Yesus yang paling penting kepada setiap orang, karena nasib (destiny) kita ditentukan oleh pengenalan kita terhadap Pribadi yang satu ini dan bagaimana kita meresponiNya. Alkitab membuat jelas bahwa Yesus mau kita mengenal siapa diriNya yang sebenarnya (Lk 9:18-20). Pengenalan mengenai siapa Yesus sangat penting karena seluruh karya Kristus (mujizatNya, dan semua tindakanNya yang lain seperti penderitaan dan kematianNya) baru mendapatkan makna yang sebenarnya dalam kaitannya dengan siapa Dia yang melakukan mujizat itu. Berbeda dari Musa, Elia dan nabi-nabi lain yang melakukan mujizat yang luar biasa, semua mujizat yang dilakukan Yesus bukan hanya tindakan belas kasihan Allah atas umatNya melalui hamba-hambaNya, tetapi merupakan peneguhan mengenai Pribadi Yesus Kristus sebagai Mesias ilahi, Anak Allah, dan pernyataan bahwa kuasa penyelamatan ilahi telah tiba kepada manusia. Melalui mujizat membangkitkan anak Yairus dari kematian, Ia mau menyatakan bahwa Dialah Sang Pemberi Hidup itu (8:40-42, 49-56; band Yoh 11); dengan menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan dan orang-orang lain yang sakit, Ia menyatakan bahwa Dialah Pencipta tubuh manusia, yang sekarang memberikan keutuhan (pemulihan) kepada anak-anakNya. Saat meneduhkan badai lautan Dia sedang menyatakan bahwa Dialah Tuhan yang berkuasa atas alam. Tetapi pada saat yang sama, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Mesias yang menderita. Ia bukan mesias duniawi seperti yang diharapkan oleh orang banyak. Berkat terbesar yang yang dicurahkan Allah kepada umat manusia dibawa masuk oleh Mesias yang menderita. Pengampunan Allah, kelepasan dari belenggu dosa terjadi melalui karya penebusan Yesus. Dengan sabar Yesus mengajarkan hal ini kepada para murid yang tidak dapat mengerti hal seperti ini, baru setelah kebangkitan Kristus mereka menjadi jelas. Fakta mengenai Mesias yang menderita menjadikan Kekristenan suatu agama yang bersifat upside-down, bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. Kehidupan diperoleh melalui kematian (terhadap diri dan dosa), kemuliaan didapatkan melalui kehinaan (karena ketaatan kepada Allah). Kekristenan yang duniawi tidak sesuai dengan pribadi dan karya Kristus. Kekristenan sejati adalah Kekristenan yang menapaki jejak Kristus, yang siap menyangkal diri dan memikul salib dan mengikuti Dia dengan komitmen yang sepenuhnya. |
|||||
|
|
|||||
| RENUNGAN MINGGU INI | |||||
|
|
|||||
|
Senin | 4 Februari 2002 Lukas 9:18-36 (1) Ay. 18-21. Menurut Anda, siapakah Yesus dan apa arti penting Yesus dalam hidup Anda?; (2) Ay. 22-27. Apa karakter dari misi Kristus, dan bagaimana Ia mencapainya?; (3) Apa konsekuensi dari mengikuti Mesias yang menderita; Apa arti tuntutan Yesus dalam mengikutiNya ini dalam kehidupan Kristen? (4) Ay. 28-36. Apa yang ditegaskan melalui peristiwa transfigurasi mengenai pribadi dan misi Yesus, apa arti penting peristiwa ini?
|
|||||
|
|
|||||
|
Selasa | 5 Februari 2002 Lukas 7:37-56 (1) Ay. 37-45. Di saat orang terkagum-kagum oleh kuasa penyembuhanNya Yesus memberitahukan para muridNya mengenai penderitaanNya (43), apa urgensi pemberitahuan ini bagi para murid?; (2) Apa yang kita pelajari mengenai sifat Kekristenan melalui kenyataan mengenai Mesias yang menderita ini?; (3) Ay. 46-48. Kegagalan untuk memahami penyataan Yesus, berakibat para murid mempeributkan hal yang bodoh? Apa yang dapat kita pelajari supaya tidak mengulangi kesalahan ini? (4) Ay. 51-56. Apa yang Yesus ajarkan kepada kita dalam menghadapi sikap permusuhan orang lain?
|
|||||
|
|
|||||
Rabu | 6 Februari 2002Lukas 9:57-10:12 (1) Ay. 57-62. Apa koreksi Yesus terhadap salah pengertian dari ketiga orang yang mau mengikuti Dia?; (2) Mengapa Yesus menuntut komitmen total dari orang yang mau mengikut Dia? Apa akibatnya terhadap pengikutan kita jika hal ini belum dibereskan?; (3) 10:1-12. Mengapa misi penginjilan adalah sesuatu yang mendesak? Apa yang harus kita lakukan untuk menggenapkannya?
|
|||||
|
|
|||||
Kamis | 7 Februari 2002Lukas 10:13-24 (1) Ay. 13-16. Mengapa ketidakpercayaan penduduk kota-kota yang dilayani Yesus mendapatkan hukuman lebih berat? Band. Ibr 2:1-3? Sejauh mana kita mengerti keseriusan pelayanan yang kita lakukan dalam mengabarkan Injil Yesus Kristus?; (2) Mengapa kenyataan bahwa nama kita tercantum di sorga yang harus membuat kita lebih bersukacita daripada kuasa pelayanan mengusir roh-roh jahat (20)?; (3) Ay. 21-24. Apakah kita menyadari hak istimewa apa yang kita peroleh dalam Yesus Kristus?
|
|||||
|
|
|||||
Jumat | 8 Februari 2002Lukas 10:25-42 (1) Apa yang salah dalam sikap dan pemahaman ahli Taurat ini mengenai isi kitab Taurat yang harus kita hindari?; (2) Siapakah “sesamaku” dan bagaimana kita seharusnya menyatakan kasih kepadanya?; (3) Apa yang menyebabkan kedua rohaniwan Yahudi ini gagal menjalankan perintah Allah? (4) Ay.38-42. Untuk menjaga keseimbangan pelayanan kita, apa tidak boleh kita abaikan, khususnya saat kita menjadi anggota panitia suatu kegiatan rohani?
|
|||||
|
|
|||||
Sabtu | 9 Februari 2002Lukas 11:1-13 (1) Ay.1-4. Dalam doa yang diajarkan Yesus bagi para murid, apa yang seharusnya menjadi keprihatinan utama kita dalam berdoa?; (2) Ay.5-8. Melalui perumpamaan ini apa mau diajarkan Yesus mengenai doa?; (3) Ay. 9-13. Menurut Yesus bagaimana Allah menanggapi doa kita, bagaimana hal ini mendorong kita lebih giat berdoa?
|
|||||
|
|
|||||
|
Minggu | 10 Februari 2002 Lukas 11:14-28 (1) Ay.14-26. Apa yang membedakan kuasa penyembuhan Yesus dengan para pembuat mujizat palsu?; (2) Apa arti penting tindakan Yesus mengusir roh-roh jahat berkenaan dengan misiNya (ay.20 dan 21-22)?; (3) Kebodohan apa yang harus kita hindari dan hal krusial apa yang tidak boleh kita abaikan (ay.24-26)?; (4) Ay.27-28. Menurut Yesus seperti apakah orang yang berbahagia itu?
|
|||||
|
|
|||||
|
|
|||||
| ARTIKEL MINGGU INI | |||||
|
Arti Mengenal Allah dan Tujuan Pengenalan akan Allah
Ketika berbicara mengenai pengetahuan tentang Allah, kita tidak boleh berhenti hanya pada pandangan bahwa ada suatu Keberadaan demikian. Pengetahuan tentang Allah yang benar mesti membawa kita kepada kesalehan dan hubungan yang benar dengan Allah. Tidak cukup bagi kita hanya mengakui Dia sebagai Pencipta alam semesta, yang memelihara isi dunia ini dengan kuasa, hikmat dan kemurahanNya yang tak terbatas, dan yang memerintah kehidupan manusia dengan keadilan dan hukum, tetapi kita juga harus mengakui bahwa segala kebaikan yang kita terima berasal dari Dia semata, dan dengan demikian terdorong untuk menyembah Dia dalam kerendahan hati dan ucapan syukur. Pendek kata, kita mesti memiliki takut akan Tuhan yang timbul dari kasih melalui pengetahuan demikian. Sebab hanya setelah kita mengerti bahwa kita bergantung kepada Allah dalam segala sesuatu, baik hidup maupun mati, dalam hal besar dan kecil, kita baru dengan suka rela menyembah dan mengabdi kepada Dia. Semua spekulasi yang kering mengenai esensi Allah tanpa pengertian yang hangat terhadap sifat-sifat Allah yang baik itu harus ditolak. Misalnya, Epicurus mengajarkan mengenai suatu Allah yang tidak mempedulikan dunia ini dan selama-lamanya tinggal diam, dan tidak campur tangan terhadap kehidupan manusia. Apa gunanya ajaran demikian bagi kita? Pengetahuan kita akan Allah mestinya membangkitkan dalam kita rasa takut dan hormat kepadaNya, dan mendorong kita untuk bersandar kepada pemeliharaanNya yang penuh kasih dengan rasa syukur dan pujian. Pengetahuan tentang Allah mestinya membangkitkan dalam diri kita pengabdian dan ketaatan kepada pimpinan dan otoritas-Nya. Pengenalan kita akan Allah harus membawa kita untuk takut kepada Dia sebagai Hakim, yang akan memberikan anugerahNya kepada mereka yang saleh dan menghukum yang jahat. Pengenalan akan Allah mendorong kita untuk menjauhkan diri dari dosa, bukan karena takut akan hukuman Allah tetapi timbul dari kasih dan pengabdian. Karena kita mengasihi Dia sebagai Bapa dan Tuhan kita, maka walaupun tidak ada neraka, kita akan merasa jijik terhadap pikiran untuk menyakiti hatiNya. Kita tidak takut kalau Ia menyakiti kita lebih daripada kita menyakiti hatiNya. Akibat pengetahuan yang telah diterangi ini kita akan mempersembahkan kepadaNya seluruh hati kita untuk menyembah Dia, inilah agama sejati yang sulit sekali didapatkan. Sebab kita lihat dalam kebanyakan ibadah hanyalah upacara dengan segala formalitas dan tata caranya saja. (John Calvin, Institutes of the Christian Religion, I.ii. Disadur oleh syo)
Christ hath no disciples where he is not counted the only master. |
|||||
|
"KRISTUS TIDAK MEMPUNYAI MURID, YANG TIDAK MENGAKUI DIA SEBAGAI SATU-SATUNYA PEMIMPIN." – John Calvin. |
|||||
|
|
(c) 2003, GRII-Andhika , Andhika Plaza C/5-7, Jl. Simpang Dukuh 38-40 Surabaya, Indonesia Tlp. +62-31-5472422 Fax. +62-31-4549275 Site: www.griis.org Email: info@griis.org |
||||