renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

27 Des 2004 - 02 Jan 2005 | Wahyu 19-22

Printer Friendly Version

  155

 

 

<< previous

 

 

 

 

Wahyu 19:1-22:21. Kehancuran Babel disambut dengan pujian haleluya di sorga. Himpunan besar orang di sorga menyatakan bahwa dalam menghakimi pelacur besar itu, Allah telah menyempurnakan keselamatan umat-Nya; bahwa dengan menghukum Babel, keadilan Allah telah dinyatakan, karena pelacur ini telah mencemarkan seluruh dunia, dan ia telah membunuh orang-orang kudus Allah; sekarang Allah telah membalas kejahatan mereka (19:1-5). Kedua puluh empat tua-tua (yang melambangkan seluruh Gereja) dan keempat makhluk (yang melambangkan seluruh malaikat/kerubim) memuji Allah karena Dia telah menyatakan diri dalam kemuliaan-Nya yang sepenuhnya. Umat Allah bersukacita karena semua perlawanan terhadap Allah dan kejahatan kepada umat Allah telah dipadamkan, hati mereka dipenuhi dengan sukacita dan pujian kepada Tuhan. Kini umat Allah siap dibawa masuk ke dalam pernikahan Anak Domba (19:6-10).

Jika sebelumnya ditunjukkan kebinasaan Babel, selanjutnya penghukuman ilahi dijatuhkan ke atas binatang itu dan nabi palsunya yang menyesatkan bangsa-bangsa di bumi (19:11-21). Yesus Kristus yang sebelumnya ditampilkan sebagai Mempelai Pria atau Anak Domba (ay. 7, 9), kini datang sebagai “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan” disertai tentara sorgawi-Nya untuk menghakimi bumi dengan adil dan memerangi musuh-musuh-Nya. Ia mengalahkan binatang itu dan nabi palsunya dan melemparkan mereka ke dalam lautan api; dan semua pengikutnya dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut-Nya (ay. 20-21). Ini adalah gambaran kekalahan total musuh-musuh Allah dan hukuman kekal yang dijatuhkan pada mereka.

Selanjutnya diperlihatkan kekalahan dan destini akhir Iblis (20:1-10). Iblis telah dikalahkan dan diikat selama masa seribu tahun dan dilemparkan keluar dari sorga. Pada masa seribu tahun ini, para martir memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus (Perhatikan: Yohanes tidak mengatakan tentang pemerintahan semua orang percaya). Setelah masa seribu tahun itu, Iblis akan dilepaskan dan ia akan memimpin semua pengikutnya dalam pemberontakan terakhir, tetapi perlawanannya segera dihancurkan, dan ia akan dilemparkan ke dalam lautan api. Penghukuman Allah mencapai puncaknya ketika kitab-kitab dibuka dan setiap orang dihakimi (20:11-15). Dalam penghakiman akhir ini, semua orang yang namanya tidak terdapat dalam kitab kehidupan (mereka yang tidak memiliki hidup kekal dalam Kristus) akan dilemparkan ke dalam tempat penghukuman abadi.

Konflik masa kini akan diikuti oleh damai sejahtera (21:1-22:5). Setelah semua kejahatan dipadamkan, Allah akan memperbarui segala sesuatu. Yohanes berbicara tentang langit dan bumi yang baru. Umat tebusan akan dibawa masuk dalam keadaan akhir (final state) yang penuh kemuliaan; di dalamnya tidak akan ada lagi air mata; maut dan dukacita pun telah dilenyapkan; sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Inilah keadaan yang penuh kemuliaan, kesempurnaan, dan kebahagiaan kekal yang disediakan oleh Tuhan bagi kita. Kitab Wahyu ditutup dengan penegasan kepastian kedatangan Tuhan dan dorongan dan berkat bagi setiap orang yang setia dalam menyambut wahyu Tuhan.