renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

20 - 26 Desember 2004 | Wahyu 12-18

Printer Friendly Version

  154

 

 

<< previous

 

 

 

 

Wahyu 12-14 berisi tujuh simbol kejadian historis yang bertujuan untuk memberikan penghiburan kepada orang Kristen yang sedang mengalami penderitaan. Kebenaran yang hendak ditegaskan dalam bagian ini ialah bahwa Allah telah mengalahkan Iblis. Sejak semula Iblis (naga) terus-menerus menentang Kristus dan berusaha membinasakan-Nya untuk menggagalkan rencana keselamatan Allah, tetapi selalu gagal (12:1-6). Dia bahkan telah diikat dan dilemparkan keluar dari sorga; dia tidak lagi mendapat tempat di sorga (12:7-12). Di bumi, kuasanya yang terlihat begitu menakutkan bagi orang-orang percaya yang dianiayanya (12:13-17), bukanlah tanda kemenangan dan kekuasaan. Sebaliknya, justru ia telah dikalahkan dan tahu bahwa waktunya singkat dan telah ditetapkan. Iblis memperalat kerajaan/pemerintahan dunia yang bengis (binatang dari laut) untuk memusuhi Allah dan menganiaya umat Allah (13:1-10), ia juga memunculkan nabi-nabi palsu yang dengan licik berusaha menyesatkan umat Allah dengan agama dan filsafat palsu (13:11-18). Namun Allah yang berdaulat dengan setia melindungi umat tebusan-Nya sehingga mereka tidak disesatkan (14:1-5), dan pada akhirnya Allah menjatuhkan hukuman-Nya kepada para pembuat kejahatan ini (14:6-20).

Wahyu 15-16 berisi penglihatan mengenai tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir. Berbeda dengan malapetaka sebelumnya, yang dibicarakan di sini ialah malapetaka yang terakhir. Pada akhir zaman, Allah akan menghukum musuh-musuh-Nya dan kejahatan mereka yang banyak terhadap Allah akan mendapatkan balasan yang setimpal; dan tidak ada seorang pun yang akan lolos dari penghakiman Allah yang adil. Sebaliknya umat Allah akan bersukacita di hadapan Allah (15:3-4). Di dunia ini, kejahatan terlihat merajalela dan umat Allah mengalami penganiayaan oleh si jahat, tetapi sesungguhnya, pemerintahan yang sejati berada di tangan Allah. Kejahatan yang dilakukan oleh musuh-musuh Allah bukanlah tanda kemenangan dan kekuasaan, tetapi usaha terakhir Iblis yang telah dikalahkan dan yang waktu hukumannya telah ditetapkan. Mereka yang disesatkan oleh Iblis dan menjadi alat kejahatannya akan turut menerima nasib yang sama bersamanya.

Wahyu 17-18 berbicara mengenai penghukuman terhadap Babel (kota Roma dan seluruh kerajaan kafir) yang telah melakukan berbagai pencemaran, penyesatan, penghujatan terhadap Allah, dan menganiaya umat Allah. Babel yang besar dan kaya dan digjaya, yang menjadi pusat dunia, secara tak terbayangkan, hancur dengan begitu dahsyat dan tidak dapat dipulihkan kembali. Hal ini membuat bangsa-bangsa lain meratapinya. Namun umat Allah bersukacita atas hal ini, karena dengan demikian, keadilan Allah telah dinyatakan. Kejahatan Babel yang besar terhadap Allah dan penganiayaan yang dilakukan terhadap umat Allah telah dibalaskan.