renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

6-12 Desember 2004 | Wahyu 1-3

Printer Friendly Version

  152

 

 

<< previous

 

 

Garis Besar Kitab Wahyu

I.    Pendahuluan (1)

Prolog, Salam dan Pujian, Penglihatan Kristus Sang Hakim

II.   Surat kepada ketujuh jemaat (2-3)

Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia

III. Penglihatan Sorgawi (4:1-11:19)

Allah Sang Raja dan Kristus Sang Anak Domba (4-5)

Tujuh meterai dibuka dan umat tebusan (6:1-8:5)

Tujuh sangkakala dan kesaksian hamba Allah (8:6-11:19)

IV. Tujuh Simbol Kejadian Historis (12:1-14:20)

V.  Tujuh Malapetaka terakhir (15:1-16:21)

VI. Kemenangan Allah Yang Mahakuasa (17:1-20:15)

Penghakiman atas Babel (17:1-19:5)

Pernikahan Anak Domba (19:6-10)

Kemenangan Akhir (19:11-20:15)

VII. Langit dan Bumi Baru (21:1-22:5)

VIII. Nasihat Penutup dan berkat (22:6-21)

 

 

 

 

Kitab Wahyu berisi wahyu Yesus Kristus kepada gereja-Nya yang sedang mengalami penganiayaan. Kitab ini kemungkinan ditulis pada masa pemerintahan Kaisar Dominitian (95 M), dan ditujukan kepada ketujuh gereja di Asia Kecil (1:4, 11; kini, Turki bagian barat). Penganiayaan telah menimpa umat Allah, dan masih akan datang lagi. Pemerintahan Roma berusaha untuk memaksa orang-orang Kristen untuk menyembah kaisar, dan ajaran bidat berusaha untuk menarik orang Kristen untuk berkompromi dengan kekafiran. Dalam semua kesulitan ini, Yesus Kristus meyakinkan orang-orang percaya bahwa Dia mengetahui keadaan mereka, dan menyerukan mereka untuk berdiri teguh menghadapi segala pencobaan itu dengan penuh kemenangan. Mereka dapat menang dengan bersandar pada darah Anak Domba (12:11). Pada waktunya, Kristus akan kembali untuk mengalahkan si Iblis dan semua pengikutnya (19:11-20:10), dan umat Kristus akan menikmati damai sejahtera yang kekal di hadirat-Nya (21:3-4). Kitab Wahyu memberikan kepada kita gambaran tentang sejarah umat Allah, dilihat dari perspektif sorga. Kemenangan secara pasti berada di tangan Allah yang berdaulat, maka umat Allah memperoleh penghiburan dan kekuatan untuk menjalankan kehidupan mereka di tengah-tengah dunia ini.

Terdapat berbagai pandangan yang berbeda dalam menafsirkan kitab ini. Kaum “preteris” menganggap bahwa kitab ini berbicara mengenai kejadian pada masa ketika kitab ini ditulis; jadi bagi kita, semua itu merupakan kejadian yang telah lewat. Kaum “historisis” melihat bahwa kitab ini berbicara mengenai seluruh sejarah umat manusia, khususnya umat Allah, dari masa sebelum dan sesudah kejatuhan Roma hingga akhir zaman. Kaum “futuris” melihat selain pasal 2 dan 3 yang berbicara mengenai Gereja, kitab ini terutama berbicara mengenai hal-hal yang akan terjadi menjelang kedatangan Kristus. Kaum “idealis” melihat bahwa kitab ini tidak memberikan suatu gambaran tentang kejadian sejarah yang spesifik, tetapi memberikan prinsip peperangan rohani, yang berlaku di sepanjang sejarah gereja. Penafsiran yang baik perlu memperhatikan semua pandangan ini: (1) kitab ini memiliki berita yang riil bagi para pembaca pertama; (2) pelajaran yang diberikan berkaitan erat dengan sejarah gereja Kristen; (3) kitab ini juga mengandung nubuat tentang kejadian masa depan.