renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

29 Nov - 5 Dec 2004 | Mazmur 140 - 150

Printer Friendly Version

  151

 

 

<< previous

 

 

 

 

 

Mazmur 140-143 mengungkapkan tema yang sama, yaitu respons orang benar dalam menghadapi musuh yang jahat, tetapi memperlihatkan sisi yang berbeda. Mazmur 140. Pemazmur yang mengalami kesesakan akibat fitnahan musuh yang hendak membinasakannya tidak mencari keadilannya sendiri, tetapi menyerahkan dirinya dalam tangan pemeliharaan Tuhan. Ia percaya akan keadilan Allah. Mazmur 141. Selain mempercayakan dirinya dalam pemeliharaan Allah, pemazmur juga menegaskan tekadnya untuk memelihara integritas dirinya, sebab ia tidak mau menjadi sama dengan orang fasik. Mazmur 142. Ketika pemazmur terjepit oleh kejaran musuh yang hendak mencabut nyawanya, ia menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang menghiraukan nasibnya dan yang dapat ia harapkan pertolongannya. Karena itu, ia hanay berharap kepada Tuhan. Mazmur 143. Saat kesulitan memuncak dan nyawanya semakin terancam, pemazmur merenungkan karya Tuhan di masa lampau sehingga ia dikuatkan untuk semakin mempercayai Allah sebagai yang sanggup untuk menyelamatkannya. Sadar akan ketidaklayakannya membuatnya bersandar pada anugerah Allah dan hidup menurut tuntunan Tuhan. 

Mazmur 144. Allah patut dipuji, karena Dialah yang memberikan perlindungan dan kemenangan kepada umat-Nya. Dia yang mahabesar dan mulia berkenan menolong manusia yang hina dan tidak layak; ini merupakan pernyataan kasih dan anugerah Allah yang tak terhingga yang harus kita syukuri. Mazmur 145. Allah adalah Raja atas seluruh ciptaan. Perbuatan-perbuatan-Nya menyatakan kebesaran-Nya. Kasih dan kebaikan-Nya menjadi alasan kita untuk memuliakan selamanya.

Mazmur 146-150 merupakan kumpulan mazmur haleluya yang disusun menjadi penutup Kitab Mazmur. Mazmur haleluya/pujian juga muncul dalam bagian sebelumnya (lihat Mzm. 113-118 dan 135-136). Kelima mazmur ini tidak memuat sepatah kata pun permohonan bagi kebutuhan pribadi. Segala sesuatu ditujukan kepada Tuhan, sebagai satu-satunya yang layak dipuji. Setiap mazmur mengungkapkan beberapa aspek khusus dari pujian ini. Mazmur 146. Allah adalah satu-satu yang layak dipuji. Manusia fana tidak tidak dapat disandari, hanya Allah satu-satunya yang patut kita sandari, karena Dia saja yang sanggup menolong kita. Dia adalah Pencipta dan Pemelihara kita. Dia adalah Hakim yang memberikan keadilan kepada yang tertindas. Dia membebaskan yang terbelenggu. Dia menegakkan mereka tertunduk. Dia mengasihi orang yang benar. Dia memelihara orang-orang yang lemah. Dia menghakimi orang jahat. Mazmur 147. Tuhan memulihkan keadaan umat-Nya yang tercerai berai dan membalut mereka yang luka. Dia memberikan kepada umat-Nya anugerah yang khusus. Mazmur 148. Seluruh ciptaan di sorga dan di bumi patut untuk memuji Tuhan, terutama oleh umat pilihan-Nya yang Ia kasihi. Mazmur 149. Umat yang tebusan Allah patut untuk memuji Allah atas keselamatan yang dari pada-Nya dan atas kemenangan akhir yang disediakan Allah bagi kita semua. Mazmur 150. Dari hati yang bersyukur, kita dipanggil untuk menggunakan segala alat dan cara yang dapat kita lakukan untuk memuliakan Allah.