|
PENGANTAR |
15 - 21 April 2002 | Kejadian 45 - 50:32
|
|||||
| 14 |
|
|||||
|
|
Dalam diri Yusuf kita melihat satu pribadi yang penuh iman. Kerelaannya untuk menerima kehendak Allah dalam hidupnya, dan bukannya memberontak, walaupun itu penuh air mata, menghasilkan satu pribadi yang dibentuk menjadi begitu indah untuk dipakai Tuhan. Yusuf adalah contoh mengenai apa artinya percaya kepada Allah bukan hanya di dalam perkataan, tetapi di dalam kehidupan nyata. Ketaatan dan kesabarannya menantikan Tuhan membuahkan hasil yang luar biasa. Ia mengutamakan Tuhan di atas kenyamanan pribadi, keselamatan pribadi, ia adalah orang yang mau membayar harga dalam mengikuti Tuhan. Ia orang yang hidup berdasarkan visi, dan memiliki pandangan yang jauh, kepada maksud Allah yang lebih mulia, bukan pada kesenangan sesaat di hadapannya. Dengan hidup takut akan Tuhan, Yusuf tidak mengalami tekanan jiwa karena di kejar-kejar oleh dosa masa lalu seperti yang dialami oleh saudara-saudaranya. Dan ketika dalam kesulitan, ia beroleh kekuatan karena pengharapan akan janji Allah. Dan dengan hati yang memaafkan, dan memikirkan kesejahteraan saudara-saudaranya yang menyengsarakannya, ia menjadi salah seorang yang hatinya paling lapang di dunia. Selain itu, Yusuf juga adalah seorang yang memiliki kemampuan dan kebijaksaan luar biasa, yang dikaruniakan Roh Tuhan kepadanya. Sehingga ia dapat mengerjakan perkara besar dengan begitu bijaksana. Iia adalah seorang yang bekerja secara strategis dan diplomatis, tetapi tidak licik. Seorang memiliki hati yang lembut tetapi berkuasa dan mumpuni. Di mana saja ia berada selalu membawa berkat bagi orang lain di sekelilingnya. Kitab kejadian diakhiri dengan keluarga Yakub / Israel telah berada di Mesir, dan pemberian berkat Yakub kepada keduabelas anaknya, sebelum kematiannya. Kitab ini ditutup dengan kematian Yakub dan kemudian kematian Yusuf, disertai pesan dan nubuat bahwa ketika saatnya nanti Tuhan akan membawa mereka keluar dari Mesir menuju negeri yang telah dijanjikan bagi mereka, mereka harus membawa serta tulang-tulangnya ke negeri perjanjian itu. Melalui kisah patriakh ini: Abraham, Ishak, Yakub dan kedua belas anaknya, kita dibukakan mengenai asal dari bangsa pilihan yang akan dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi seluruh umat manusia.
|
|||||
|
|
||||||