|
PENGANTAR
|
3-9 Mei 2004 | Yer. 1-9 |
|||||
| 121 |
|
|||||
|
|
||||||
|
Garis Besar Kitab Yeremia I. Panggilan nabi (1) II. Nubuat tentang penghukuman atas Yehuda (2-20) (Panggilan untuk bertobat; nubuat penghukuman Tuhan yang sedang mendatang; kovenan Allah diingkari; keluhan Yeremia; Yeremia tidak menikah sebagai tanda mendatangnya hukuman Allah; perumpamaan-perumpamaan) III. Akhir dari dinasti Davidik: keselamatan hanya melalui pembuangan (21-24) (Nubuat penghukuman terhadap raja-raja; nubuat penghukuman terhadap nabi-nabi palsu; IV. Bangkitnya kekuasaan Babel atas bangsa-bangsa (25-29) (Pembuangan ke Babel selama 70 tahun; penangkapan terhadap Yeremia; nabi-nabi palsu) V. Janji Pemulihan (30-33) (Nubuat kembalinya umat ke Yerusalem; kovenan baru; kepastian tentang kelepasan dari Tuhan) VI. Hari-hari Akhir Yerusalem (34-39) (Penolakan terhadap Firman Tuhan; pemenjaraan Yeremia; kejatuhan Yerusalem) VII. Setelah Kejatuhan Yerusalem (40-45 (Gedalya menjadi gubernur di Yerusalem dan dibunuh; Yeremia dipaksa lari ke Mesir; Yeremia bernubuat di Mesir; janji kepada Barukh) VIII. Nubuat penghukuman atas bangsa-bangsa (46-51) (Nubuat mengenai Mesir, Filistin, Moab, Amon, Edom, Damsyik, Arab, Elam, dan Babel) IX. Tambahan: Kejatuhan Yerusalem (52)
|
||||||
|
|
Yeremia hidup pada masa pemerintahan Yosia (640-609 SM; 31 tahun), Yoahas (609 SM; 3 bulan), Yoyakim (609-596 SM; 11 tahun), Yoyakhin (598-597 SM; 3 bulan), dan Zedekia (597-586 SM; 11 tahun). Pelayanan kenabiannya mencapai 40 tahun lamanya, sejak panggilannya pada tahun 626 SM, tahun ke-13 pemerintahan Yosia, hingga jatuhnya Yerusalem pada 587 SM (1:2-3). Dari kelima raja itu, hanya Yosia yang setia kepada Allah. Yoyakim sangat memusuhi Yeremia, Zedekia walaupun secara personal bersahabat, tetapi seorang yang lemah dan terombang-ambing. Di bawah dua raja ini, Yeremia banyak mengalami penderitaan fisik di tangan musuh-musuhnya. Namun, hidupnya terpelihara, bahkan setelah pembuangan, ia diizinkan untuk tinggal dengan kaum sisa di dalam negeri, lalu kemudian dibawa ke Mesir (43:4-7).Yeremia melihat reformasi yang dimulai oleh Raja Yosia pada 628 SM, gagal untuk memberi dampak yang seharusnya terhadap kehidupan umat. Semakin hari ia semakin jelas bahwa seluruh bangsanya benar-benar telah rusak, kejahatan mereka terlihat di semua aspek kehidupan; dan para nabi palsu bukannya mengajar orang untuk mengenal Tuhan dengan benar, justru menawarkan damai palsu sehingga menyesatkan umat. Dalam situasi inilah Yeremia dipanggil Allah untuk menentang kesesatan mereka: menentang rakyat, raja, dan pemimpin agama. Yeremia menubuatkan penghukuman Allah yang akan menimpa mereka, sambil menyerukan mereka untuk bertobat. Yeremia hidup cukup lama untuk melihat penggenapan nubuatnya. Kerajaan Yehuda berakhir dengan pembuangan mayoritas penduduknya ke Babilon, terutama dalam dua kali invasi Raja Nebukadnezar (597 dan 586 SM) walaupun deportasi sebelumnya telah terjadi pada 605 SM (Dan. 1:1). Namun, dalam berita penghukuman itu Yeremia terkandung juga harapan keselamatan: dalam kasih kemurahan-Nya, Allah menjanjikan kovenan baru bagi mereka (31:31-34).
|
|||||