renungan>>

 

PENGANTAR

18 - 24 Maret 2002 | Kejadian 12:1 - 21

Printer Friendly Version

 

  10

 

 

<< previous

 

 

 

 

Dalam studi selajutnya kita akan menjumpai seorang pahlawan iman terbesar, yaitu Abraham. Dalam hidupnya kita dapat menyaksikan pemilihan anugerah Allah yang memanggil dia keluar dari penyembahan berhala untuk menjadi penyembah Allah sejati. Dari rumah orangtuanya di Ur, Allah memanggil dia pergi ke suatu negeri baru yang akan diberikan Allah kepadanya, supaya di sana ia dapat menyembah Allah sejati. Panggilan Allah ini disertai janji berkat Allah berupa: suatu keturunan yang banyaknya seperti bintang di langit; darinya akan lahir banyak bangsa, dan raja-raja akan lahir darinya; kepadanya akan diberikan suatu negeri menjadi milik kepunyaan mereka; mereka akan menjadi umat Allah, dan Allah akan menjadi Allah mereka untuk selamanya, kepadanya akan diberikan perlindungan dan kemakmuran, dan melalui Abraham dan keturunannya seluruh muka bumi akan diberkati, karena daripadanya akan lahir Juruselamat manusia.

Ketaatan Allah kepada panggilan Allah menjadi contoh teladan bagi setiap orang yang mengikutinya kemudian. Kepercayaan Abraham kepada janji Allah untuk memberikan keturunan di usianya yang sudah uzur merupakan suatu bentuk iman yang sangat diperkenan Allah (Kej 15:6). Kepercayaannya kepada janji Allah yang akan memberikan tanah untuk menjadi miliknya dan keturunannya sungguh luar biasa, karena sampai mati, dia  tidak pernah secara harafiah memiliki suatu wilayah sebagai miliknya seperti bangsa-bangsa lain, sebaliknya  seumur hidupnya ia hanya menjelajah dari daerah yang satu ke daerah lain. Karena memang dibutuhkan ratusan tahun, yaitu setelah keturunan menjadi suatu bangsa yang besar, tanah perjanjian itu baru diberikan menjadi milik mereka. Tetapi dalam semua itu kepercayaan Abraham kepada janji Allah tidak pudar. Itulah sebabnya ia disebut sebagai bapa orang beriman. Iman yang total kepada Allah sejati adalah rahasia kebesaran Abraham. Hanya mereka yang dengan sepenuh hati percaya kepada Allah akan menyaksikan pemenuhan janji Allah.

Abraham adalah manusia yang tidak terlepas dari kelemahan dan kesalahan – walaupun dalam dirinya kita melihat seorang yang memiliki karakter yang mulia – tetapi dalam semua itu, kita melihat anugerah Allah yang terus menerus menopangnya. Secara berulang kali Allah menampakkan diri kepadanya dan memberikan janji kepadanya, dan setiap kali diresponinya dengan iman yang penuh ketaatan.