renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

15-21 Desember 2003 | Yoel, Zafanya, Obaja, Habakuk

Printer Friendly Version

  101

 

 

<< previous

 

 

Garis Besar Kitab Yoel

1:1-2:17  Wabah belalang dan panggilan untuk bertobat

2:8-27  Belalang itu akan dibinasakan, dan tanah akan dikembalikan kesuburannya

2:28-32  Pencurahan Roh Kudus

3:1-21  Hari Tuhan; penghakiman bangsa-bangsa, dan berkat atas umat Allah

 

Garis Besar Kitab Zefanya

1:1-18  Mendekatnya hari Tuhan, dengan rujukan terhadap Yehuda dan Yerusalem

2:1-3:7  Panggilan bertobat, nubuat penghakiman terhadap segala bangsa; kegagalan Yerusalem

3:8-20  Sisa yang akan tetap bertahan melalui penghukuman, karakter dan felicity mereka

 

Garis Besar Kitab Habakuk

1:1-2:5  Pergumulan keadilan Allah, dan orang benar akan hidup oleh iman

2:6-20   Penghukuman Tuhan atas bangsa-bangsa dan umat-Nya

3:1-19   Umat yang beriman siap menghadapi kesulitan akan mendatangi bangsanya

 

 

 

Yoel. Berita utama Kitab Yoel ialah kedatangan hari Tuhan dan panggilan pertobatan. Nabi Yoel melihat wabah belalang yang mengakibatkan gagal panen yang parah itu (1:4,18-20) sebagai penghukuman ilahi atas ketidaksetiaan umat-Nya. Karena itu, ia menyerukan seluruh bangsa untuk bertobat agar keadaan mereka dipulihkan kembali. Pertobatan ini selain diungkapkan dalam perkabungan, ratapan, dan tangisan (1:13-14; 2:15-17), tetapi harus lebih dari ritual eksternal, yaitu dari hati yang tulus (2:12-13). Setelah itu, penghukuman akan dijatuhkan ke atas bangsa-bangsa lain atas kejahatan mereka kepada umat Allah. Allah akan berjaya dan Israel akan diberkati. Nabi Yoel memberikan visi yang lebih jauh, ia menubuatkan pencurahan Roh Kudus.

Zefanya. Tema nubuat Kitab Zefanya ialah Hari Tuhan yang akan tiba. Hari Tuhan akan datang sebagai hari penghukuman yang mengerikan, dalam gambaran perang dan invasi; dimana Yehuda dan Yerusalem akan dibersihkan dari orang-orang yang melakukan kejahatan (1:12). Penghukuman ini mencakup seluruh bangsa; ini adalah hari penghukuman universal. Ketika penghukuman telah selesai, akan ada sisa Israel, suatu umat yang rendah hati dan benar, yang mempercayai Tuhan dan bersuka di dalam perkenanan-Nya (3:12,17). Zefanya juga menubuatkan bahwa bangsa-bangsa lain akan “memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu membahu” (3:9). Beritanya ditandai dengan kedalaman pandangan dan pengertian yang luar biasa, dan perhatian yang besar akan masalah moral.

Obaja. Walaupun ini merupakan nubuat “tentang Edom” (1:1), tetapi ini diberikan kepada umat Allah sebagai Kitab Suci. Tujuannya lebih dari sekadar memperingati Edom atas hukuman terhadapnya yang semakin mendekat, tetapi meyakinkan umat Allah akan keadilan Allah yang akan memulihkan mereka dan memberikan kemenangan kepada mereka. Edom makmur, sedangkan Yehuda merana, sepertinya tatanan moral dunia dijungkirbalikkan oleh kekuatan yang jahat. Maka dengan beritanya Nabi Obaja menguatkan umat Allah bahwa yang menentukan arah sejarah manusia ialah keadilan Allah yang berdaulat, dan bukannya kehendak jahat manusia.

Habakuk. Pada mulanya Habakuk mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan umat yang jahat dibiarkan tanpa penghukuman Allah, sebab ini merupakan keadaan yang sangat berbahaya secara rohani. Tetapi ketika diberi tahu bahwa Allah akan memakai bangsa Kasdim sebagai alat-Nya untuk menghukum umat-Nya, ia masuk dalam krisis yang semakin dalam, bagaimana Allah yang adil dan kudus dapat memakai bangsa yang lebih jahat untuk menghukum umat-Nya yang lebih baik daripada mereka (1:13). Setelah diyakinkan bahwa sejarah berada di tangan Allah Isreal yang kudus dan berdaulat, maka dengan iman yang telah diteguhkan, ia menyatakan kesiapannya untuk menyambut segala kesusahan yang mendatangi bangsanya (3:16-19).