renungan >>

 

 

PENGANTAR

 

8-14 Desember 2003 | Filipi 1-4

Printer Friendly Version

  100

 

 

<< previous

 

 

Garis Besar Surat Filipi

1:1-2.  Salam

1:3-11.  Ucapan syukur dan doa syafaat yang penuh sukacita

1:12-26.  Keadaan pemenjaraan Paulus dan keutamaan tugas pemberitaan Injil

1:27-2:18.  Nasihat supaya hidup berpadanan dengan Injil Kristus

2:19-30.  Timotius dan Epafroditus sebagai dua pelayan teladan

3:1-4:1.  Peringatan terhadap bahaya penyesatan dan teladan iman dan hidup Paulus.

4:2-9.  Karakteristik seorang Kristen

4:10-20.  Penghargaan Paulus atas pemberian jemaat Filipi

4:21-23.  Salam dan Berkat

 

 

 

Filipi adalah kota pertama di Eropa yang dikunjungi Rasul Paulus dan Silas setelah mendapat visi panggilan Makedonia (Kis. 16:9-10), hasilnya ialah pertobatan Lidia dan kepala penjara Filipi, beserta keluarga dan kerabat mereka (16:14-15, 33-34, 40). Sejak itu, gereja yang masih muda ini tetap setia kepada Allah dan menunjukkan perhatian yang penuh kasih kepada Paulus. Paulus dapat melihat pendirian gereja ini sebagai tindakan Allah yang “memulai pekerjaan yang baik” di antara mereka (Flp. 1:6). Dari permulaan mereka telah terlibat dalam pelayanan Injil dan penderitaan bersama Paulus dengan dukungan finansial dan doa (1:5,19; 4:15-16). Beberapa saat sebelum surat ini ditulis, mereka mengirimkan suatu pemberian kepadanya yang sedang dipenjara di kota Roma (4:10, 14, 18), yang untuknya Paulus menyatakan penghargaannya kepada mereka. Ia juga menginformasikan keadaan pemenjaraannya kepada mereka, yang ternyata justru dipakai Allah untuk semakin memajukan pemberitaan Injil (1:12-14). Karena tidak bisa segera mengunjungi mereka, ia mengutus Timotius, seorang yang sangat memperhatikan kepentingan mereka. Ia juga mengirim Epafroditus yang telah pulih dari sakitnya kembali kepada mereka, karena mereka sempat menguatirkan keadaannya begitu mendengar ia jatuh sakit yang berat. Walaupun tidak jelas masa depan apa yang akan menimpanya, Paulus menyatakan keyakinannya bahwa apa pun yang akan terjadi padanya, baik hidup maupun mati, semua itu tidak masalah baginya, karena hanya akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah.

Walaupun tampaknya terlepas dari penyimpangan doktrinal dan kelemahan moral yang serius, dua bahaya ini harus diwaspadai oleh Gereja Filipi: (1) adanya perpecahan di antara anggota jemaat. Maka Paulus menasihati mereka untuk sehati sepikir di dalam Tuhan dan tidak mencari kepentingan diri sendiri, sebaliknya lebih mengutamakan orang lain, seperti teladan Yesus Kristus, Timotius, Epafroditus, dan Paulus sendiri. (2) adanya pengajar palsu dari kalangan Kristen Yahudi yang berusaha menjauhkan mereka dari Injil kasih karunia. Maka Paulus memperingati mereka agar tidak terjebak oleh kesalahan mereka yang membinasakan itu. Nasihat Paulus yang terutama dalam surat ini ialah agar jemaat hidup berpadanan dengan Injil Kristus (1:27). Dan hal ini hendaknya diungkapkan dalam kesetiaan iman mereka, dalam hidup persekutuan mereka, dalam pelayanan Injil yang setia, dan dalam keteguhan menghadapi segala kesulitan yang muncul karena Injil.

Surat ini didominasi oleh semangat sukacita dan damai sejahtera, dan merupakan kesaksian yang luar biasa tentang kuasa Kristus dalam mengangkat orang yang dibebani dengan kesedihan dan penderitaan dunia ini sehingga dapat bersukacita dan bergembira di dalam Tuhan.