|
PENGANTAR |
11 - 17 Maret 2002 | Kejadian 1:1 - 11
|
|||||
| 9 |
|
|||||
|
Garis besar kitab Kejadian: I. Sejarah Permulaan (1-11) 1. Penciptaan (1-2) 2. Kejatuhan dalam dosa (3-5) 3. Penghukuman melalui air bah (6-9) 4. Nuh dan bangsa-bangsa yang diturunkan darinya (10-11) II. Sejarah Bapa Leluhur (12-50) 1. Abraham (12-25) 2. Ishak (25-26) 3. Yakob (27-36) 4. Yusuf (37-50)
|
||||||
|
|
Kitab Kejadian ini dapat dibagi atas dua bagian utama. Pasal 1-11 mengenai sejarah utama; pasal 12-50 mengenai sejarah bapa-bapa leluhur. Bagian pertama (1-11) merupakan pendahuluan kepada sejarah keselamatan, yang menjelaskan mengenai asal mula terjadinya dunia ini, umat manusia, dosa, dan anugerah; bagian kedua (12-50) menuturkan asal mula sejarah keselamatan umat manusia, di dalam pemilihan Abraham dan keturunannya sebagai pengemban misi keselamatan Allah bagi seluruh umat manusia. Melalui Abraham dan keturunannya seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati. Allah meneruskan rencana keselamatanNya selanjutnya di dalam keturunannya, Ishak, Yakub, dan Yusuf. Sebagai kitab pertama dalam Alkitab, Kejadian merupakan kitab yang memiliki signifikansi teologis sangat besar karena memberitahukan kepada kita asal mula mengenai banyak hal penting. Allah adalah Pencipta dunia serta segala isinya. Dunia dan manusia dijadikan menurut rencanaNya yang baik. Karena itu, kita dapat menemukan makna dan harapan dan tujuan hidup kita dengan kembali kepada Allah. Sebagai ciptaan menurut gambar Allah, kita dimaksudkan untuk menikmati persekutuan denganNya dan menjadi hambaNya yang menjalankan kehendakNya di dalam dunia ini. Memuliakan Allah adalah tujuan kehidupan manusia. Namun semua ini dirusak oleh dosa manusia, yang mulai dari pemberontakan Adam dan Hawa, akibatnya kehidupan manusia menjadi kacau, kehilangan arah, dan penuh penderitaan. Bagaikan wabah penyakit, dosa manusia semakin menjadi-jadi, dengan kejahatan yang semakin bertambah, dan sebagai akibatnya, penghukuman pun dijatuhkan, mulai dari air bah di zaman Nuh (dan kota Sodom-Gomora di zaman Abraham). Hanya oleh kemurahan Allah semata, manusia terlepas dari kebinasaan. Dan dari antara mereka, Allah memilih Nuh, lalu Abraham, supaya janji keselamatanNya bagi umat manusia terpenuhi dengan lahirnya sang Juruselamat.
|
|||||
|
|
||||||