next >>

 

ARTIKEL MINGGU INI

  1

 

 

<< renungan

 

KELAHIRAN ANAK DARA

The Virgin Birth of Jesus

 

Lukas 1:26-38; Matius 1:18-25

Setelah malaikat memberi salam kepada Maria sebagai orang yang mendapat anugerah khusus dan kehadiran Allah, pemberitahuannya kepada Maria mengenai tujuan penampakannya dilakukan dalam dua tahap yang saling berkaitan. Yang pertama, menekankan kesinambungan Anaknya dengan masa lalu: Maria akan mengandungNya (ayat 30-34): Ia akan menjadi “besar” (dan disebut Anak Allah Mahatinggi, yang berkaitan dengan pekerjaan penyelamatan mesianisNya), dan Ia akan memerintah di atas takhta BapaNya, Daud. Dengan kata lain, Ia menerima dari IbuNya: kemanusiaanNya. Pada saat yang sama, Yusuf yang secara eksplisit dijelaskan sebagai keturunan Daud, dengan menamai Yesus (Mt 1:21,25) telah menerimaNya sebagai Putranya yang sah. Yang kedua, menekankan ketidaksinambunganNya: Roh Kudus akan menaungiNya (ayat 35), dan karena itu Anak yang akan dilahirkannya adalah unik, sebagai Yang Suci (berhubungan dengan ketidakberdosaanNya) dan Anak Allah (yang membuktikan pengertian lebih dalam daripada sebutan sebagai Mesias).

Dengan cara ini kepada Maria dinyatakan bahwa kemanusiaan dan kemesiasan anaknya akan keluar daripadanya, yang akan mengandung dan melahirkanNya, sementara ketidakberdosaan dan keilahianNya akan keluar dari Roh Kudus yang akan menaunginya dengan kuat kuasaNya. Kesinambungan akan terlihat pada kelahiran natural sang Mesias melalui Maria, dan ketidaksinambungan dengan kehamilan supranatural melalui Roh Kudus. Ia akan menjadi keturunan Adam melalui kelahiranNya, tetapi diangkat menjadi Adam kedua (kepala dari kemanusiaan yang baru) melalui dikandungNya dari Roh Kudus. Sebagai akibat dari kelahiran anak dara ini, maka Yesus Kristus secara bersamaan adalah Anak Maria dan Anak Allah, manusia dan ilahi, Mesias dari keturunan Daud sekaligus Juruselamat ilahi yang tidak berdosa bagi orang-orang berdosa. (John Stott)

 

 

Continual meditation on the word is not ineffectual ...

God, by one and another promise, establishes our faith.

 

   

"PERENUNGAN FIRMAN SECARA TERUS MENERUS TIDAK AKAN SIA-SIA ... ALLAH MEMAKAI SATU PERSATU JANJINYA UNTUK MEMBANGUN IMAN KITA."

– John  Calvin