Pdt. Sutjipto Subeno

 

 

 

 

 

Pdt. Sutjipto Subeno S.Th., M.Div. M.Th., dilahirkan di Jakarta pada tahun 1959. Beliau menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan ketika sedang kuliah di Fakultas Teknik Elektro Universitas Trisakti Jakarta. Menyelesaikan studi Sarjana Theologi-nya di STT Reformed Injili Indonesia di Jakarta tahun 1995 dan tahun 1996 menyeleselaikan gelar Master Divinity-nya di sekolah yang sama. Tahun 2012 beliau mendapatkan gelar Magister Theologi dari STT Reformed Injili Internasional di Jakarta. Sekarang beliau sedang di dalam studi Doktoral-nya di STT Reformed Injili Internasional yang bekerja sama dengan Westminster Theological Seminary di Philadelphia, USA

Setelah pelayanan di Malang dan Madura, sejak tahun 1990 beliau bergabung dengan Kantor Nasional Lembaga Reformed Injili Indonesia di Jakarta. Beliau melayani di bidang literatur yang meliputi penerjemahan dan penerbitan buku-buku teologi. Selain itu beliau juga mengelola Literatur Kristen Momentum di Jl. Tanah Abang III/1 (sejak tahun 1993) dan di Jl. Cideng Timur 5A-5B (sejak tahun 1995).

Beliau ditahbiskan sebagai pendeta pada Mei 1996 dan mulai Juni 1996 menjadi gembala sidang GRII Surabaya. Selain sebagai gembala sidang, saat ini beliau juga sebagai direktur operasional dari penerbitan dan jaringan toko buku Momentum dan direktur International Reformed Evangelical Correspondence Study (IRECS), sebuah sekolah teologi korespondensi untuk awam berbahasa Indonesia dengan jangkauan secara internasional. Selain itu beliau adalah dosen terbang di STRI Jakarta dan STT Reformed Injili Internasional di Jakarta. Beliau adalah co-founder dari Sekolah Kristen Logos di Surabaya, yang dimulai tahun 2005.

Beliau juga banyak melayani kotbah dan seminar di berbagai gereja, persekutuan kampus dan persekutuan kantor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri; seperti Medan, Batam, Singapura, Australia dan Eropa (Jerman dan Belanda), dan USA.

Beliau menikah dengan Ev. Susiana J Subeno dan dikaruniai dua orang anak bernama Samantha Subeno (1994) dan Sebastian Subeno (1998).