KEOTENTIKAN NASKAH PERJANJIAN BARU
PENGANTAR
Kritikus Alkitab mempertanyakan keotentikan/keabsahan Perjanjian Baru.
Ada yang bilang cerita Perjanjian Baru adalah rekayasa pribadi yang
tidak historis. Ada yang bilang Injil hanya mitos atau legenda. Atau
ada juga yang bilang Yesus memang ada, tetapi tidak pernah disalib
maupun bangkit.
Apakah Perjanjian Baru itu otentik, berasal dari sumber yang sah?
Mungkinkah ada distorsi sejarah yang mengubah peristiwa asli?
Ada 3 hal yang menentukan otoritas keotentikan naskah Perjanjian Baru
1. Penyelidikan manuskrip-manuskrip(naskah-naskah salinan
kuno) Perjanjian Baru.
2. Perbandingan manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru dengan
manuskrip-manuskrip kuno yang lain.
3. Penanggalan naskah asli Perjanjian
Baru.
PENYELIDIKAN
MANUSKRIP-MANUSKRIP YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERJANJIAN BARU
Ada banyak manuskrip yang berlimpah dan akurat untuk Perjanjian
Baru
dibandingkan dengan naskah-naskah kuno lainnya. Ada banyak
manuskrip
yang disalin dengan keakuratan lebih tinggi dan penanggalan yang lebih
awal daripada manuskrip naskah-naskah kuno lainnya.
Berikut kita bicarakan beberapa manuskrip penting.
The John Rylands Fragment.
Papirus ini berisi 5 ayat Yohanes 18:31-33, 37-38. Penulisan ini
ditulis antara tahun 117 - 138 M, sekarang disimpan di John Rylands
Library di Manchester, England.
The Bodmer Papyri.
Papirus-papirus ini ditulis sekitar tahun 200 M, berisi Yohanes, Lukas,
Yudas, 1 Petrus, dan 2 Petrus.
Codex Vaticanus.
Ditulis antara 325 - 350 M. Manuskrip yang ditulis pada kulit
binatang ini berisi seluruh Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.
Sekarang disimpan di Vatican Library.
Codex Sinaiticus.
Ditulis tahun 340 M berisi seluruh Perjanjian Baru dan sebagian
Perjanjian Lama. Sekarang disimpan di University
Library di Leipzig, Jerman.
Codex Alexandrius.
Ditulis tahun 450 M berisi seluruh Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.
Sekarang disimpan di National Library
dalam British Museum.
Codex Bezae.
Ditulis tahun 450 / 550 M berisi keempat Injil, Kisah Para Rasul dan
beberapa bagian dari 3 Yohanes.
Dan masih banyak lagi manuskrip-manuskrip berbahasa Yunani salinan
Perjanjian Baru yang bertanggal awal. Total manuskrip berbahasa
Yunani Perjanjian Baru ada sekitar 5000. Tidak ada naskah kuno
lainnya yang mempunyai manuskrip sebanyak Perjanjian Baru.
PERBANDINGAN
NASKAH PERJANJIAN BARU DENGAN NASKAH KUNO LAINNYA
Dari sisi dokumentasi, Perjanjian Baru memiliki bukti yang
sangat berlimpah dibanding naskah-naskah kuno lainnya. Tabel berikut
menunjukkan jumlah yang berlimpah, penanggalan yang lebih awal,
dan keakuratan lebih tinggi yang dimiliki Perjanjian Baru dibandingkan
buku-buku kuno lainnya.
|
Naskah |
Waktu Penulisan |
Manuskrip paling awal |
Jumlah Salinan |
Tingkat keakuratan salinan |
|
Caesar |
Abad 1 SM |
900 M |
10 |
- |
|
Livy |
Abad 1 SM |
- |
20 |
- |
|
Tacitus |
100 M |
1100 M |
20 |
- |
|
Thucydides |
Abad 5 SM |
900 M |
8 |
- |
|
Herodotus |
Abad 5 SM |
900 M |
8 |
- |
|
Demosthenes |
Abad 4 SM |
1100 M |
200 |
- |
|
Mahabharata |
- |
- |
- |
90% |
|
Homer |
Abad 9 SM |
- |
643 |
95 % |
|
Perjanjian Baru |
30 - 100 M |
130 M |
5.000 |
99 + % |
Beberapa pengamatan berhubungan dengan tabel di atas:
1. Tidak ada naskah kuno yang mempunyai manuskrip/salinan lebih dekat
dengan
naskah asli dan
jumlah lebih banyak dibanding dengan Perjanjian Baru.
2. Jarak antara penulisan pertama dengan penyalinan paling awal
untuk Perjanjian Baru adalah sekitar 30 tahun untuk yang
bersifat potongan dan kurang dari 250 tahun untuk keseluruhan
naskah. Bandingkan dengan naskah kuno lain yang jarak antara
penulisan pertama dengan penyalinan paling awal mencapai lebih
dari 1000 tahun.
3. Tingkat keakuratan salinan Perjanjian Baru lebih tinggi dibanding
naskah kuno lainnya yang dapat dibandingkan. Kebanyakan naskah tidak
mempunyai jumlah manuskrip yang cukup supaya perbandingan dapat
dilaksanakan. Penyalinan yang berjarak 1000 tahun dengan naskah
aslinya membuat para sarjana tidak mempunyai cukup keyakinan
untuk merekonstruksi naskah aslinya.
Bruce Metzger membuat perbandingan yang menarik antara Perjanjian Baru
dengan Homer dan Mahabharata.
Perjanjian Baru mempunyai 20.000 baris. Dari 20.000 baris ini
hanya ada 40 baris (400 kata) yang masih dipertanyakan. Ini
berarti keakuratannya :
(20.000 - 40) / 20.000 = 99,8 %.
Homer mempunyai 15.600 baris dengan 764 baris yang dipertanyakan. Ini
berarti keakuratannya :
(15.600 - 764 )/15.600 = 95 %.
Mahabharata mempunyai 26.000 baris yang 10% nya masih dipertanyakan,
yang berarti keakuratannya 90%.
Dengan demikian dari sisi dokumentasi, Perjanjian Baru mempunyai
dokumentasi yang jauh lebih baik dibanding dibanding naskah-naskah
kuno lainnya. Perjanjian Baru mempunyai lebih banyak manuskrip,
mempunyai jarak waktu terpendek antara salinan dengan naskah asli, dan
mempunyai tingkat keakuratan yang lebih tinggi.
PENANGGALAN
NASKAH ASLI PERJANJIAN BARU
Kematian Kristus terjadi antara tahun 29 - 33 M. Argumentasi
kehandalan catatan Perjanjian Baru berhubungan dengan penanggalan
naskah asli Injil.
Tulisan-tulisan
Paulus
Rasul Paulus mati martir saat Nero berkuasa pada tahun 67.
Tulisan-tulisan yang paling awal ditulis sebelum dipenjara di Roma
antara tahun 60 - 62 (Kisah Para Rasul 28). Dalam surat-suratnya
ditemukan hal-hal yang penting mengenai kehidupan, pengajaran, kematian
dan kebangkitan Yesus yang ditulis oleh saksi-saksi mata yang hidup
pada saat itu.
Paulus mengajarkan bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan (Galatia
4:4), Dia adalah sudah ada sejak semula dan pencipta alam semesta
(Kolose
1:15-16),
berada dalam rupa manusia dan rupa Allah (Filipi 2:5-8 ).
Yesus adalah keturunan Abraham dan Daud ( Roma 9:5; 1:3)
yang hidup di
bawah hukum Yahudi (Galatia 4:4),
yang dikianati pada malam Dia menetapkan perjamuan roti dan anggur (1
Korintus 11:23-26),
disalibkan di bawah pemerintahan Roma (1 Korintus 1:23; Filipi 2:8)
meskipun ini tanggung jawab pemuka Yahudi (1 Tesalonika 2:15).
Yesus yang sama dengan Yesus yang ada di Injil ini dijelaskan telah
dikuburkan selama 3
hari, telah bangkit dari kematian, telah dilihat lebih dari 500 saksi
mata, yang sebagian besar masih hidup pada saat Paulus menulis surat
ini (1 Korintus 15:4-6)
Paulus mengenal murid-murid Yesus secara personal (Galatia 1:17).
Petrus, Yakobus, dan Yohanes disebut sebagai 'tiang' dari komunitas
Yerusalem (Galatia 2:9). Paulus mengenal saudara laki-laki Yesus
dan tahu bahwa Petrus beristri ( 1 Korintus 9:5). Paulus mengutip
perkataan
Yesus (1 Korintus 7:10-11; 9:14; 11:23-26). Di tempat lain Paulus
menyimpulkan khotbah di bukit (Roma 12:14-21) dan mengajak mengikuti
teladan Yesus Kristus (Roma 13:14).
Secara singkat disimpulkan, "Garis besar berita Injil yang bisa kita
telusuri dalam tulisan Paulus sama dengan garis besar yang bisa kita
temukan di tempat lain di Perjanjian Baru dan dalam keempat Injil".
Beberapa penyelidikan mempertanyakan keotentikan Paulus terhadap naskah
Perjanjian Baru. Mengenai hal tersebut, ini bisa dijawab:
1. Meskipun Paulus bukan saksi mata kehidupan, kematian dan kebangkitan
Yesus, tetapi Paulus hidup pada zaman Yesus hidup.
2. Paulus menulis dalam 30 tahun setelah peristiwa-peristiwa kehidupan,
kematian dan kebangkitan Yesus terjadi. Waktu 30 tahun ini terlalu
singkat untuk terjadinya distorsi informasi. Di samping itu Paulus
menantang pembacanya untuk mengecek kebenaran apa yang ia tulis dengan
saksi mata yang sebagian besar masih hidup (1 Korintus 15:4-6). Tidak
ada
bukti sejarah yang menentang pernyataan Paulus, sebaliknya
tulisan Paulus khususnya surat Roma, Korintus dan Galatia makin
menegaskan keakuratan dan keotentikannya.
Injil
Yohanes
Injil Yohanes disebut ditulis oleh "murid yang dikasihi Yesus sedang
mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan
bersama duduk dekat Yesus..." (Yohanes 21:20). Dengan proses
penyisihan, murid ini pastilah Yohanes. Murid lain seperti Petrus,
Filipus, Tomas dan Andreas disebut sebagai orang ketiga (Yohanes 1:41;
6:8; 14:5,8). Lebih daripada itu, penulis adalah adalah salah satu dari
'inner circle' Yesus yang
terdiri dari Yakobus, Petrus dan Yohanes seperti dibuktikan "bersandar
dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya" (Yohanes 13:23-25), dia adalah
saksi mata dan mempunyai informasi 'dalam' (Yohanes 18:15), dan pada
kematian-Nya Yesus mempercayakan ibu-Nya dalam pemeliharaan Yohanes
(Yohanes 19:26,27).
Yakobus mati awal (tahun 44M), sedangkan Petrus disebut sebagai orang
ketiga (Yohanes 21:21). Dengan demikian dengan metode penyisihan,
penulis dari Injil keempat ini pastilah Rasul Yohanes.
Ada banyak bukti esksternal dan internal yang menunjukkan bahwa Injil
ini ditulis oleh rasul Yohanes, murid Yesus. Iranius, Tertulianus,
dan Clement dari Aleksandria setuju penulisnya adalah rasul Yohanes.
Pentingnya pernyataan Iranius karena murid Yohanes yaitu Polycarp
adalah guru Iranius.
Bukti internal kepenulisan rasul Yohanes untuk Injil keempat ini adalah
:
1. Identifikasi melalui metode penyisihan seperti yang telah dijelaskan.
2. Injil ditulis oleh saksi mata pertama (Yohanes 20:2; 21:4)
3. Penulis adalah seorang Yahudi yang mengenal detil kebiasaan Yahudi
dalam pembasuhan (Yohanes 2:6) dan penguburan (Yohanes 19:40),
perayaan-perayaan orang Yahudi, bahkan kelakuan mereka (Yohanes
7:49)
4. Penulis adalah seorang Yahudi di Palestina yang mengenal baik
geografi dan topografi daerah itu (Yohanes 2:12;5:2;19:17).
Semua bukti ini menunjuk kepada satu arah yaitu Yohanes, murid Yesus
Kristus.
Sarjana-sarjana sekarang menerima tradisi yang kuat mengenai
kepenulisan Yohanes, yang bertanggal tahun 30 -
66 M. Dengan demikian kita memiliki kekayaan sejarah, dari tangan
pertama, keterangan saksi mata mengenai kehidupan, pengajaran,
kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Injil
Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas)
Kunci penanggalan dari Injil-injil sinoptik adalah Injil Lukas.
Kunci
penanggalan Lukas adalah buku berikutnya setelah Injil Lukas yaitu
Kisah Para Rasul:
1. Kisah Para Rasul ditulis oleh rekan kerja Paulus yang ditunjukkan
dalam pemakaian "kami" ditulis dalam orang pertama (Kisah
Para Rasul 16:10-17; 20:5-21; 27:1-28:30).
2. Dengan proses penyisihan, satu-satunya rekan dekat Paulus yang
tidak dituliskan dalam bentuk orang ketiga adalah Lukas,
seorang tabib. Timotius, Silas, Markus, dan Barnabas semua
namanya disebut ( Kisah Para Rasul 15:39; 16:1,25). Tingkat
pemakaian bahasa Yunani yang dipakai, pemakaian istilah-istilah
medis, dan pengetahuan yang melimpah semua cocok mengarah kepada
karakter Lukas.
3. Narasi dari Kisah Para Rasul berakhir dengan penahanan Paulus di
Roma yang terjadi dari tahun 60 - 62 M. Karena di sini dijelaskan
Paulus masih hidup ketika Lukas menulis, dan karena di sini Lukas
menutup narasinya, kita mengasumsikan bahwa tahun 60 - 62 M adalah
penyusunan Kisah Para Rasul. Andaikata Lukas menulis sesudah tahun 67
M, maka ia akan menuliskan juga kematian Paulus yang mati martir tahun
67 M.
4. Injil Lukas adalah bagian pertama dari buku sejarah Lukas -
Kisah Para Rasul. Kitab Para Rasul menunjuk kepada 'buku pertama' yang
ditulis untuk orang yang sama yaitu Teofilus (Kisah Para Rasul 1:1;
Lukas 1:3). Jika Lukas selesai menulis Kisah Para Rasul sekitar
tahun 62 M, maka Lukas menulis Injilnya sekitar tahun 60
M. Penyelidikan para sarjana menyimpulkan bahwa Matius
ditulis dalam periode yang sama sekitar tahun 60 M, sedangkan Markus
ditulis lebih dahulu antara tahun 50 - 60 M. Matius,
penulis Injil Matius adalah murid Yesus (Matius 9:9-13). Markus,
penulis Injil Markus adalah sekretaris Petrus.
KESIMPULAN
Kita mempunyai 5 sumber otentik yang berbeda mengenai kehidupan,
pengajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus:
1. Paulus, yang hidup saat saksi mata tentang kehidupan Yesus masih
hidup, menulis 10 surat yang ditulis tahun 50 - 60 M berisi
pengajaran penting mengenai kehidupan, pengajaran, kematian, dan
kebangkitan Yesus Kristus.
2. Lukas, rekan kerja Paulus, memakai sumber yang akurat dan
keterangan saksi mata, menulis kehidupan yang lengkap Yesus
Kristus dan sejarah gereja mula-mula hingga tahun 60 - 62 M.
3. Injil Markus yang ditulis sebelum Injil Lukas dan Injil
Matius,
ditulis antara tahun 50 - 60 M. Markus adalah sekretaris Petrus, murid
Yesus, saksi mata kehidupan, pengajaran, kematian dan kebangkitan Yesus
Kristus.
4. Yohanes, saksi mata pertama, termasuk murid terdekat Yesus menulis
antara tahun 30 - 66 M.
5. Matius, murid Yesus Kristus, saksi mata pertama, menulis Injil
Matius sekitar tahun 60 M.
Dari sisi sejarah kita mendapati bahwa Perjanjian Baru
a. Mempunyai keakuratan penyalinan yang sangat tinggi
b. Ditulis oleh sumber yang dapat dipercaya, ditulis dari sumber yang
otentik/asli
c. Ditulis dalam kurun waktu di mana saksi mata masih hidup, yang
andaikata ada kesalahan maka akan banyak menentang. Namum ternyata
semua bukti menunjuk kepada keakuratan naskah Perjanjian Baru.
Dengan demikian maka dari segi keotentikan/keasliannya, maka kita
menyimpulkan bahwa kehandalan dan keakuratan naskah Perjanjian Baru
dapat dipercaya.
Sumber :
Geisler, Norman L.
Christian
Apologetics. Baker Book House, Grand Rapids, Michigan 49516